SEPATAH KATA DARI PENERJEMAH


SEPATAH KATA DARI PENERJEMAH

“Saya rasa sekaranglah saatnya untuk memberitahukan kepada dunia, bahwa Yesus tidak wafat di kayu palang (salib) dan beliau wafat secara wajar setelah mencapai usia tua, setelah berkelana ke Timur dari Palestina untuk menjumpai dan mengajar kepada suku-suku Israel yang hilang, di Kashmir. 
 

Demikianlah sebagian komentar dari penulis buku ini di dalam “Kata Pengantar”-nya, yang segera akan anda baca pada lembaran-lembaran berikut. 
 

Saya rasa, ungkapan yang demikian gamblang ini bukan hanya ucapan dari penulis buku ini semata yang benar-benar terbit dari lubuk hati sanubarinya, tetapi bahkan Alam ini pun, atau lebih tepatnya lagi, “Sunatullah” itu sendirilah yang sudah pasti akan mengungkapkan segala rahasia yang misterius yang terjadi terhadap salah seorang Utusan-Nya yang mulia dan benar itu, karena, memang sudah semestinya dan sudah saatnyalah sekarang ini Kebenaran Sejati harus mengungkapkan segala sesuatu yang terselubung selama berabad-abad lamanya, dan sudah saatnyalah Kebenaran Sejati itu harus melenyapkan segala kepalsuan di muka bumi ini, termasuk yang menimpa diri pribadi Utusan Tuhan yang mulia, yakni Nabi ‘Isa as.  atau Yesus Kristus yang selama berabad-abad selalu menjadi teka-teki umat manusia. 
 

Para pembaca yang budiman, dengan terbitnya buku ini, maka segala rahasia yang selama berabad-abad terselubung itu akan segera terbuka dengan lebarnya dan segera akan terlihat dengan jelas dan terang. Apakah Yesus Kristus itu seorang anak Tuhan ataukah seorang anak manusia biasa? Apakah beliau itu bangkit dari makamnya dan terus naik ke langit atau ke Sorga sana dengan badan wadagnya?  Apakah sampai detik ini beliau masih ada di sana duduk di samping kanan tangan Tuhan, ataukah sudah turun kembali ke bumi ini untuk mengemban hidupnya yang kedua kali? Atau apakah beliau itu pernah naik ke sana ataukah tidak pernah samasekali? Sekali lagi, setelah membaca buku yang sangat berharga ini, para pembaca yang budiman akan segera dapat menjawab sendiri dengan takjubnya terhadap segala teka-teki yang misterius ini.
 

Bagi saya sendiri, selaku penerjemah, setelah membaca buku ini, bukan hanya sekedar mengerti segala yang misterius itu, tetapi bahkan juga merasa terpanggil untuk menyampaikan perkara yang benar-benar sangat penting dan sangat berharga ini kepada khalayak di mana saja.
 

Para pembaca yang budiman, buku ini benar-benar menggali banyak rahasia kehidupan Yesus Kristus sampai ke akar-akarnya, baik itu kehidupan masa kecil, dewasa, tua, bahkan sampai pada akhir hayatnya, semua terbabar dengan terangnya dan terbuka secara menakjubkan, yakni, selama masa itu, di manakah beliau berada? 
 

Semua penjelasan di dalam buku ini benar-benar membuka kunci segala teka-teki kehidupan Yesus Kristus yang selalu menjadi pertanyaan besar bagi kita semua. Kini semua pertanyaan itu dijawab oleh buku ini yang ditulis oleh seorang filosofer yang langsung menyelidiki tempat-tempat yang pernah ditempati oleh Yesus Kristus. Di samping penulis buku ini sendiri datang ke tempat di mana Yesus pernah hidup dan wafat, juga diperkuat dengan bukti-bukti sejarah dari berbagai negeri yang pernah dilalui Yesus dan bahkan diperkuat lagi oleh bukti-bukti ilmiah, baik itu berupa penemuan-penemuan naskah-naskah kuno maupun bukti-bukti ilmiah modern mengenai “Kain Kafan” yang pernah menyelimuti tubuh Yesus Kristus, dan banyak lagi bukti-bukti yang segera akan terbaca oleh para pembaca sekalian.
 

Selain itu, bila di dalam buku ini anda menemui sedikit tambahan dari penerjemah (khususnya mengenai “Makam Bunda Yesus”, yakni Maria), semua keterangan itu diperoleh oleh penerjemah langsung dari sumbernya, karena penerjemah sendiri pernah pergi ke sana pada tahun 1981 di musim panas dan langsung melihat “Makam” tersebut serta melihat beberapa tempat (rute) yang pernah dilalui oleh Yesus, yakni, sebelum beliau memasuki tempat tujuannya yang terakhir.  Tempat-tempat yang pernah penerjemah kunjungi khususnya ialah di Propinsi Punjab, Pakistan.
 

Harapan saya semoga saja semua ini menjadikan khazanah ilmu pengetahuan kita sekalian, dan yang lebih penting lagi, disamping memperoleh kebenaran, juga semoga menambah kekuatan iman kita kepada Allah SWT dan kepada semua Utusan-Nya yang telah menuntun kita ke jalan Kebenaran hakiki. Amiin.  Akhirnya perlu saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Imam Musa Projosiswoyo dan kepada Ny. Variny Mansyur Basuki, yang telah sudi memperbaiki kekurangan-kekurangan terjemahan ini, dan akhirnya tak lupa saya ucapkan terima kasih saya kepada Penerbit Darul Kutubil Islamiyah yang menyebarluaskan risalah penting ini. Semoga buku ini bermanfaat sebagaimana penulis buku ini menyatakan: “….. mungkin bisa memancarkan cahaya baru kepada segala aspek atau pandangan yang misterius mengenai kehidupan Yesus”. Semoga!  Segala puji hanyalah pada Allah Ta’ala.

Jakarta, 6 Juli 1983.

S.A.Syurayuda.