BAB II


"DARI SALIB KE KASHMIR" (4/4)

Yesus Masih Hidup Ketika Beliau Meninggalkan Makam

Setelah Yesus diturunkan dari kayu salib, sederetan peristiwa menjadi petunjuk, bahwa beliau menerima perawatan dan meninggalkan makam dalam keadaan hidup. Kita telah mencatat mengenai kesimpatian Pilatus terhadap Yesus, dan Yesus diberikan bukan kepada musuhnya tetapi kepada sahabatnya. Menurut Yahya 19:38 mengatakan:

 

“Kemudian dari pada itu Yusuf, orang Arimatea (seorang murid Yesus juga, tetapi bersembunyi, oleh sebab takutnya akan orang Yahudi), minta izin kepada Pilatus akan menurunkan badan Yesus; maka Pilatus pun mengizinkan. Lalu pergilah ia dan membawa tubuh Yesus. 

 

“Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira limapuluh kati beratnya”.

 

Bertentangan dengan adat-istiadat bangsa Yahudi, Yesus tidak dibaringkan dan dikubur di tanah, tetapi dibaringkan di sebuah makam yang luas yang pintu masuknya ditutup sebuah batu besar, dan di dalam ruangannya, udara cukup yang memungkinkan bisa bernafas leluasa. Agar bisa meninggalkan makam itu, Yesus menggeser pintu-batu yang menutup makam itu ke samping. Ini menunjukkan bahwa beliau meninggalkan tempat itu dengan badan wadagnya dan bukan ruhnya saja, karena ruh itu tidak perlu menggeser atau memindahkan benda wadag. Begitu pula, fakta yang telah kita bicarakan, bahwa beliau berjalan terus ke Galilea mendahului para muridnya berupa perjalanan seorang manusia. Di bawah ini adalah pernyataan yang dikemukakan oleh Injil Markus 15:46-47, 16:1-7:

 

“Maka Yusuf Arimatea pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan jasad Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu.  Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.
 

“Maria Magdalena dan Maria ibu Yesus melihat di mana Yesus dibaringkan.  “Setelah lewat hari Sabath, Maria Magdalena dan Maria ibu Yesus serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
 

“Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
 

“Mereka berkata seorang kepada yang lain: Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?
 

“Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
 

“Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk disebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka:
 

“Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan dia.
 

“Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-muridnya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat dia, seperti yang sudah dikatakannya kepada kamu”.

 

Keterangan yang menyatakan bahwa tiga perempuan masuk ke dalam makam, ini menunjukkan, betapa luas makam itu.
 

Kembali kepada kisah dari Yahya yang telah dikutip di muka, ini harus dicatat, bahwa hal itu berisi suatu pernyataan yaitu: Nicodemus bisa jadi seorang yang merawat luka-luka Yesus, dan dia merawat luka-luka tersebut dengan salep khusus. Sejumlah pengobatan bangsa Timur menunjukkan pada jenis salep ini yang disebut “Marham-i-Isa” (“Salep Yesus”) atau “Marham-i-Rasul” (Salep Nabi”). Yang paling termasyhur dari semua ini adalah “Qanun” Shaikh-ul-Rais Bu Ali Sina (yang di Barat pada umumnya dikenal sebagai “Canon of Avicenna”). Di antara karyakarya lainnya adalah “Quarabadin-i-Rumi, yang telah disusun sekitar waktu Yesus masih ada, dan belakangan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. 
 

Kesimpulan, ini penting sekali untuk dicatat, bahwa sebagaimana Mircea Eliade di dalam bukunya “Le Mythe du retour eternel” (Paris, 1951) mengemukakan, dua jenis mantera rakyat yang berlaku di Inggris pada abad enambelas dan digunakan ketika pohon sage1 dan pohon verbena2 hampir dipanen, karena jenis tumbuhtumbuhan ini memiliki keistimewaan tersendiri yang pertamakali tumbuh di Calvary (daerah sekitar Yerusalem, penj.) dan pernah menolong menyembuhkan luka-luka Yesus. Jadi inilah jenis tumbuh-tumbuhan yang dimaksudkan dan dapat menyembuhkan dengan efektif orang-orang pada zaman abad tersebut. Manteramatera itu mungkin dimaksudkan untuk melepaskan kekuatan-kekuatan daya sembuh tumbuh-tumbuhan itu dengan memberikan pengakuan yang sebenarnya kepada nenek moyang mereka.

 

 


1. Sage adalah sejenis tumbuhan rerumputan yang berdaun hijau keabu-abuan dan suram warnanya, digunakan untuk mengharumkan makanan. (Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English).

2. Verbena adalah sejenis tumbuhan rerumputan yang terdapat di banyak taman-taman, mempunyai beraneka warna bunga. (Kamus, idem, -penerjemah).