BAB IV


TUJUAN YESUS: KASHMIR (2/7)

Mariam dikebumikan di Pakistan

Setelah meninggalkan Taxila, Yesus, Mariam dan Thomas melanjutkan perjalanan ke Kashmir; tetapi Mariam tidak pernah mengalami ke tempat yang dinamakan “Sorga di Bumi” itu.

Tidak kuat menghadapi kesukaran perjalanan yang jauh, Mariam wafat di suatu tempat yang sekarang menjadi kota kecil yang dinamakan Murree (kota yang terletak di puncak bukit dekat perbatasan Pakistan dan Kashmir, India –penj.) satu nama untuk menghormatinya (Kashmir Postal, in “Punjab Gazette”,No. 673, 1869.  Lihat juga Drew, “Jammoo and Kashmir Territories”, hal. 527), dan kira-kira empatpuluh mil jauhnya dari Taxila atau tigapuluh mil dari Rawalpindi, Pakistan. Di tempat itu Mariam dikebumikan, yang dikenal sebagai “Pindi Point” (Puncak Pindi) dan makam itu sendiri dinamakan “Mai Mari da Asthan” yang artinya: “Tempat peristirahatan Bunda Maria”. Menurut adat-istiadat Yahudi, makam tersebut menghadap timur-barat, sebagaimana makamnya Yesus dan Musa (akan dibicarakan belakangan). Ini berbeda sekali dengan kebiasaan arah makam kaum Muslimin yang membujur utara-selatan.

Mumtaz Ahmad Faruqui menulis dalam bukunya “The Crumbling of the Cross”, bahwa pada waktu Mariam wafat dan dimakamkan di Murree, negeri itu di bawah pemerintahan raja-raja Hindu. Orang-orang Hindu yang banyak menyembah dewa-dewi, mereka sebagaimana biasa sangat bertakhayul, dan ketika mereka melihat makam baru yang terletak di puncak sebuah bukit, mereka mulai memujanya dan bersembahyang di sana, maka makam itu menjadi sangat terkenal sebagai tempat yang suci. Ketika kaum Muslimin mengambil alih pemerintahan, mereka insaf akan hal itu, sekalipun orang-orang Hindu masih tetap memuja makam itu, seseorang yang telah dikuburkan di sana itu pasti “Seorang Ahli Kitab” (apakah itu orang Yahudi atau Kristen), sejak itulah orang-orang Hindu membakar mayat-mayat mereka di sana. Kaum Muslimin pun mulai memuja-muja makam Bunda Maria tersebut.  (Sebelum dibangun menara pemancar televisi di sebelah makam tersebut, di lokasi itu setiap tahun makam itu selalu penuh dikunjungi para penziarah dari berbagai pelosok, baik dari Afghanistan, Kashmir, Punjab India maupun dari Pakistan sendiri.  Demikian kata Latif Kashmiri, seorang pengarang buku “Khiyaban Murre” yang pernah saya jumpai di rumahnya di Bukit Murree tersebut, -penj.).

Pada tahun 1898, Pemerintah kolonial Inggris telah mempertahankan menara yang dibangun berhadapan dengan makam itu, yang selalu dikunjungi oleh orangorang daerah sekitarnya. Pada tahun 1916 sampai 1917, seorang insinyur militer setempat, Kapten Richardson, ingin menghancurkan makam tersebut, maka dia mengusir orang-orang dari daerah itu; tetapi rakyat bangkit dan berteriak, bahwa pemerintahan kota-praja harus menjadi perantara untuk menyetop penghancuran itu, dan membentuk lembaga penyelidikan. Hasil ini diberikan oleh dokumen (tertanggal 30 Juli 1917) yang tersimpan di dalam file No.118 pada pemerintahan kota-praja Murree; ini bisa didapati, dan bukti-bukti ini pada dasarnya terdapat pada lusinan terbitan-terbitan tua yang terdapat pada penduduk setempat, bahwa tempat suci di Pindi Point (Puncak Pindi) tersebut ialah makam seorang yang memiliki akhlak yang suci, yang selalu dipuja baik oleh orang-orang Hindu maupun oleh kaum Muslimin, dan karenanya, di waktu musim panas, upacara sembahyang dan persembahan sesajen-sesajen di makam tersebut pada umumnya dilakukan untuk mendatangkan hujan. Ini diperkuat oleh para petugas penyelidikan yang melaporkan, bahwa pada musim panas sekitar tahun 1916-1917, diadakan upacara sembahyang dan sesembahan yang dibuat di makam tersebut, yang akibatnya segera saja banyak hujan dan salju turun yang berlangsung selama tiga hari. Maka diputuskanlah untuk tidak menghancurkan makam, dan tidak lama kemudian, Kapten Richardson benar-benar luka parah dalam suatu insiden. Begitulah orang-orang di sana mengatakan, bahwa hal itu sebagai balasan atas perbuatannya.

Pada tahun 1950 makam itu diperbaiki, terima kasih atas segala usaha Khwaja Nazir Ahmad, penulis buku “Yesus in Heaven on Earth”. Dipertahankannya menara tersebut sejak akan dirobohkannya, karena dianggap tak berguna, dan di tempat itu dibangun menara televisi (sebagaimana dijelaskan di atas. Juga kuranglebih 350 meter di bawah makam tersebut ada satu biara yang cukup sunyi dan di halaman mukanya, persis bersandar di suatu tebing yang dibuat agak menjorok ke dalam, ada satu patung Bunda Maria yang cukup elok. Penj.).


Padang Rumput Yesus: Pintu Gerbang ke Kashmir

Dari Murre, Yesus melanjutkan perjalanannya menuju Kashmir, beliau memasukinya langsung melalui lembah yang dikenal sebagai Yusmarg, “Padang Rumput Yesus”. Ini adalah Lembah Hijau yang indah lebat dengan pepohonan dan ditempati oleh bangsa Yadu, keturunan sepuluh suku Israel. Orang-orang yang tinggal di sini terutama hidup sebagai pengembala yang ditopang oleh banyaknya gembala peternakan mereka, dan lembah tempat tinggal mereka hidup itu terletak sepanjang rute kuno yang dilalui oleh perjalanan para pedagang (kafilah) antara Afghanistan dan Lembah Kaghan, di Kashmir. Bila menjelajahi rute ini ke arah timur, maka sampailah ke Aishmuqam. “Aish” adalah kata awalan dari “Isa” (Yesus), dan “muqam” artinya “tempat istirahat”. Di tempat inilah Yesus beristirahat dalam perjalanannya, sebagaimana dikuatkan oleh satu buku yang berjudul “Nur Nama”. 

Penduduk Aishmuqam sekarang Muslim. Waktu kami berkunjung ke sana, kami dapati bahwa tanduk-tanduk “the Ram of God” (Perkakas Tuhan) terdapat di sana disimpan baik-baik, dan tongkat juga disimpan di sana yang dikatakan oleh sebagian orang bahwa tongkat itu asli milik Yesus. Tetapi orang-orang yang bertanggungjawab menjaga tongkat itu mengatakan kepada kami (dan Proffesor Hassnain nanti akan menguatkan) bahwa keterangan itu salah, karena tongkat itu bukan milik Yesus tetapi milik Musa, yang ada mata-rantainya dengan Kashmir yang akan kami bicarakan pada bab berikut.

Sebelum melanjutkan keterangan berbagai dokumen bersejarah yang menjadi saksi atas kehadiran Yesus di Kashmir, di sini saya berikan daftar ringkas sejarah bangsa Kashmir dan nama-nama peta bumi yang ada sangkut pautnya dengan Yesus, untuk memudahkan.

Issa-Brari _ Yusu-dha
Issa-cil _ Yusu-dhara
Issa-Kush _ Yusu-gam
Issa-Mati _ Yusu-hatpura
Issa-Ta _ Yusu-kun
I-yes-Issa _ Yusu-maidan
I-yes-th-Issa-vara _ Yusu-para
Kal-Issa _ Yusu-raja
Ram-Issa _ Yusu-varman
Arya-Issa _ Yus-marg
Aish-muqam _ Yus-nag
Yusu _ Yus-mangala