BAB IV


TUJUAN YESUS: KASHMIR (7/7)

Bukti kronologis

Agar terbukti secara kronologis bahwa Yuz Asaf itu dimungkinkan Yesus, maka penting sekali untuk menentukan tanggal mengenai sampainya maupun wafatnya di Kashmir. Untuk melakukan hal ini, seseorang harus memusatkan perhatiannya kepada periode sekitar kekuasaan raja-raja Gondafras, Gopadatta dan Shalewahin. Terpisah dari tulisan-tulisan berukir dan kepingan-kepingan logam, petunjuk yang sah berlaku hanyalah sejarah Pandit Kulhana yang menyusun buku “Rajatarangini” selama tahun 1148 dan 1149. Ini adalah dokumen sejarah yang tertua yang meliputi dinasti-dinasti zaman permulaan pemerintahan Kashmir maupun yang ada hubungannya dengan itu. Semua riwayat kuno yang digunakan oleh Kulhana telah hilang, dan para penggantinya dari kalangan kaum Hindu dan Muslim kebanyakan mengambil bukti-bukti tulisan mereka tentang periode awal itu dari dia.

Tiga bab pertama dari “Rajatarangini” terutama penuh ceritera kuno, tetapi yang keempat merupakan dasar yang kuat sebagai bukti sejarah. Para ahli sejarah seperti: Fleet, Ferguson, Lassen, Levi, Prinsep, Wilfred dan Wilson mereka berusaha memeriksa benar tidaknya kronologi buatan Kulhana dengan berbagai penelaahan, mengecek perhitungan mereka terhadap apa yang diketahui siapa yang berkuasa dan kapan. Sayang sekali, sejarah kuno India itu kebanyakan legendaris belaka dan banyak orang-orang mistik (bahkan sampai kepada hantu jahat) terbawa-bawa dan diperlakukan seakan sebagai manusia yang sebenarnya. Para penulis Barat yang disebut di atas selalu menemui kesukaran terhadap masalah itu, mereka banyak disulitkan oleh fakta zaman yang menunjukkan kepada sumber-sumber purbakala yang banyak sekali jumlahnya dan sedikit sekali yang dapat dimengerti. Dalam daftar perbandingan berikut ini tercatat zaman yang ada sangkut pautnya dengan masalah kita di sini berikut pertanggalan pada zaman itu, yang menurut perhitungan Nazir Ahmad, disesuaikan kepada tanggal 1 dan 1950 Masehi (Ibrani dan Muslim sama, oleh karena itu tidak bisa diragukan).

Era:

Tahun:

Tahun:

Era Kristen (Masehi)

1

1950

Era Ibrani (AM)

4004

5954

Era Kalyugi

3101

5051

Era Laukika

3076

5026

Era Bikrami

57

2007

Era Shalewahin

-78

1877

Era Muslim (Hijriah)

-622

1369

Era Kashmir

-1324

626

 

Atas dasar ini, marilah kita hitung tanggal peristiwa yang berhubungan dengan kehidupan Yesus atau Yuz Asaf (lagi-lagi kami menggunakan bukti yang dikumpulkan oleh Nazir Ahmad).

Pertamakali mengambil tempat tinggal Yesus dan Thomas sewaktu di Taxila, kami temukan, bahwa Actae Thomae menempatkan hal itu pada zaman kekuasaan raja Gondafras. Suatu tulisan kuno yang telah ditemukan di Taxila, yang kini disimpan di Museum Lahore (Pakistan –penj.), mencatat itu “Pada tahun 26 raja agung Gondafras, pada tahun Samvat 103, dan pada hari keempat dari bulan Baisakh …..” (lihat Archaelogical Reports of India, 1903-4). Terhadap peristiwa itu, tulisan kuno tersebut tidak menunjukkannya lebih jauh lagi, seperti sekarang ini, ia tidak lengkap lagi, tetapi ada menceriterakan perkawinan Abdagases, yang satu kali dikatakan Yesus dan Thomas hadir di Taxila. Penyebutan tahun Samvat dan bulan Baisakh menggambarkan, bahwa zaman Bikrami, yang dimulai kira-kira tahun 57 sebelum Masehi, telah digunakan. Hal ini pasti tanggal yang diperingati oleh tulisan tersebut kira-kira 46 Masehi dan permulaan kekuasaan Gondafras kira-kira 20 Masehi. Untuk memperkuat hal ini, Professor Rapson, di dalam bukunya “Ancient India” (India Kuno) (halaman 174) menerangkan kekuasaan Gondafras kira-kira 21-50 Masehi; dan V.A. Smith, di dalam bukunya “Early History of India” (Sejarah Permulaan India)(halaman 217) menerangkan hampir mendekati tahun 20-60 Masehi.  Ini perkiraan kepastian bermukimnya Yesus dan Thomas di Taxila beberapa saat sebelum 60 Masehi dan mungkin sekali 50-han Masehi. 

Sekarang marilah kita pertimbangkan ketika pertemuan Yesus dengan Shalewahin di Voyen, dekat Srinagar, yang pasti telah terjadi. Untuk itu, pertamakali kita harus melihat latar belakang sejarahnya.

Di sekitar tahun 60-han Masehi, Kadephsis I mengangkat dirinya menjadi penguasa di India Utara (V.A.Smith, op.cit, hal. 235). Kanishka, raja mudanya di Purushpura (Peshawar), dapat menaklukkan Kashmir, dan beberapa waktu kemudian (tahun 73 Masehi) menjadi raja di Kashgar. Baik Kadephsis maupun Kanishka mereka melepaskan kekuasaan kerajaannya di negeri-negeri ini. Mereka cukup puas dengan membayar upeti, sejak itu tujuan utamanya adalah Asia Tengah. 

Selama periode ini, Shalewahin bangkit bagaikan kekuatan Brahmin mengalahkan Saktas (Rapson, op.cit., hal. 582). Dia mengusir Saktas dari India Utara, termasuk Kashmir, dan kira-kira tahun 78 Masehi meninggalkan Kashmir menuju Deccan (Dacca), di India selatan untuk menindas pemberontakan. Dia merayakan kemenangannya atas Saktas dengan menandai era baru dari padanya dan menamakan era ini di belakang dirinya. Era Shalewahin (atau yang lebih dikenal di India Utara, Era Sakta) dimulai pada 1 Baisakh tahun 3179 dari Era Kalyugi, bertepatan dengan 14 Maret 78 Masehi (J.H. Wheeler, “History of India”, hal. 239). 

Maka jelaslah, pertemuan Yesus dengan Shalewahin pasti terjadi di dalam periode yang tidak begitu jauh dari itu, dan dapat diberi tanggal tidak lama dari kirakira 78 Masehi.

Nanti kita sampai kepada tulisan-tulisan yang terdapat pada tiang-tiang “Singgasana Sulaiman” yang tercatat di dalam buku sejarah “Tarikh-i-Kashmir” oleh Mulla Nadiri. Tahun tulisan-tulisan tersebut diberikan untuk membangun tiang-tiang dan karena kehadiran Yesus di Lembah Kashmir pada tahun 54 atau 154, sebagaimana Pirzada Ghulam Hasan melukiskannya di dalam buku sejarahnya “Tarikh-i-Hasan”, vol. 1. Tulisan-tulisan berukir itu berbentuk “Khat-i-Sulus” (sejenis model atau gaya tulisan bahasa Arab, seperti: Diwan, Nastaliq, Rik’ah. Kufi dan sebagainya, penj.), bukan Nastalik, yang diperkenalkan kepada bangsa India dan Afghanistan oleh Mir Ali Tabrezi pada tahun 1398 Masehi. 

Sejak tulisan-tulisan itu tidak menyebutkan secara khusus data metode yang digunakan, hal itu penting sekali untuk mempertimbangkan semua alternatif. Daftar Nazir Ahmad seperti berikut ini:

Muslim Era
 

1 = 622 Masehi
 

54 = 676 Masehi
154 = 776 Masehi

Era Kashmir
 

1 = 1324 Masehi
 

54 = 1378 Masehi
154 = 1478 Masehi

Era Shalewahin
 

1 = 78 Maeshi
 

54 = 132 Masehi
154 = 232 Masehi

Era Bikrami
 

1 = 57 sebelum Masehi
 

54 = 3 sebelum Masehi
154 = 97 Masehi

Era Laukika
 

1 = 307 sebelum Masehi
 

3054 = 22 sebelum Masehi
3154 = 78 Masehi

Era Kalyugi
 

1 = 3101 sebelum Masehi
 

3054 = 47 sebelum Masehi
3154 = 53 Masehi.

(Sebagaimana akan dicatat, kemungkinan bentuk ringkasan dari penanggalan Laukika atau Kalyugi 3054 atau 3154 yang digunakan kiranya dapat diterima).

Major Cole menyatakan, tanpa memberikan alasan-alasan, (dalam buku Illustration of Ancient Buildings in Kashmir), bahwa tahun itu berarti 1054 Era Muslim, yakni 1676 Masehi. Pandit Ram Chand Kak berpendapat sama, dan menyatakan bahwa tulisan-tulisan tersebut telah dibuat selama kekuasaan Mongol Shah-Yahan (Ancient Monuments of Kashmir, hal. 74). Karenanya, tidak ada catatan yang menunjukkan kembali kepada kuil itu sampai sekarang ini, dan juga tidak ada penulis yang mengemukakan beberapa alasan mengapa tulisan Nastaliq, yang pada periode itu telah digunakan untuk semua tulisan di Kashmir, tidak ada yang mengerjakannya.
 

Chaduarah Khwaja Hasan Malak juga percaya, bahwa penanggalan periode Muslim itu telah ada, tetapi dia menempatkan tahun itu 54 Hijriah, 576 Masehi (lihat bukunya “Tarikh-i-Kashmir”). Ini muncul lebih beralasan lagi bila di sana dia tidak mengatakan pilar-pilar itu dibangun pada masa kekuasaan Ghazi Shah Chak, karena Chak sendiri tidak menguasai Kashmir hingga tahun 1554 Masehi. 
 

Mulla Ahmad, seorang pakar sejarah dari Keraton Sultan Zainul Abidin, membantu menjelaskan gambaran yang sebenarnya. Dia menjelaskan kepada kita, bahwa periode Kashmir telah ditunjukkan oleh Sultan Shamsuddin, yang bertanggalkan dari masa kekuasaan Ratanju (Sultan Sadruddin), gubernur Kashmir yang pertama memeluk Islam; yaitu yang terletak di antara periode Muslim digunakan; dan mendahului Haptrakesh-waran, atau Laukika, Era yang digunakan secara umum. Era Laukika adalah salah satu yang digunakan oleh Pandit Kulhana. 
 

Pirzada Ghulam Hasan memilih periode Kashmir dan memberi tanggal terhadap tulisan-tulisan kuno itu pada masa kekuasaan Sultan Zainul Abidin. Ini tak mungkin, sebab Periode Kashmir bertanggalkan 54 dan 154 yang bertepatan dengan 1378 dan 1478 Masehi, tidak juga jatuh pada masa kekuasaan itu (1424-71 Masehi).  Kita tahu, bahwa Zainul Abidin memperbaiki kuil, tetapi itu kuil ”Panj Mukhia” (Lima Pintu), sekalipun itu di Srinagar, tetapi bukan “Takhta Sulaiman”. 
 

Berbagai alternatif lain gagal karena kurang bukti, atau karena “bukti” itu ditambah-tambah semuanya untuk memutar balikkan segala kesalahan. Walaupun demikian, dengan pertolongan petunjuk yang diberikan oleh Mulla Ahmad, dan berbagai pernyataan para ahli sejarah bangsa Kashmir memberitahukan, kapan pilarpilar itu diperbaiki dan dibangun, hal itu mungkin sekali untuk mencapai hipotesa yang cukup beralasan.
 

Para ahli sejarah itu bersepakat, bahwa perbaikan itu dilaksanakan selama kekuasaan Gopadatta (Gopananda). Pernyataan-pernyataan yang bersangkut-paut dengan ini mungkin bisa didapati di berbagai karya seperti pada “Tarikh-i-Kashmir” oleh Mulla Nadiri; “Wajeez-ut-Tawarikh” oleh Mufti Ghulani Nabi Khaniyari, vol. 1 hal. 36; “Khulasat-ut-Tawarikh” oleh Mirza Saifuddin Baig; sementara itu lebih lanjut diperkuat dan dilengkapi oleh Pandit Narayan Kaul Ajiz, yang menyatakan di dalam bukunya “Tarikh-i-Kashmir” bahwa “ribuan tahun yang silam, Raja Gopadatta telah memperbaiki kuil Koh-i-Sulaiman”. Juga dikatakan oleh Haider Malak, di dalam bukunya “Tarikh-i-Kashmir, bahwa Raja Gopadatta …. Membangun beberapa kuil dan memperbaiki Koh-i-Sulaiman. Dua ribu tahun telah berlalu, tetapi kuil itu masih tetap utuh. Dia memerintah selama tujuhpuluh tahun”; dan di dalam buku “Tarikh-i-Jadul”, di sana dikatakan, bahwa “dia (Gopadatta) memperbaiki kuil yang disebut Zishi Shore di atas Koh-i-Sulaiman….. Sandiman (Sulaiman) adalah menterinya Gopadatta kemudian diperintah untuk memperbaiki kuil”. Pirzada Ghulam Hasan juga menyatakan bahwa kuil itu telah diperbaiki pada waktu Raja Gopadatta, tetapi, sebagaimana telah kita lihat di muka, kesimpulannya mengenai tulisan-tuisan kuno itu tidak mengatakan apa-apa.
 

Sandiman atau Sulaiman adalah seorang bangsa Persi dan berasal dari Syria, maka ada alasan yang benar mengapa tulisan itu dalam bentuk Khat-i-Sulus yang berhaluan Persia.
 

Langkah selanjutnya ialah untuk menentukan bahwa Gopadatta memerintah di Kashmir, Wilson memperhitungkan, bahwa kekuasaan Gopadatta mulai tahun 82 sebelum Masehi, tetapi dia meleset sejauh 131 tahun di dalam perhitungannya. Dia telah dilompati oleh tiga masa kekuasaan (sekitar sembilanpuluh empat tahun), dengan kesalahan perhitungan (dengan duapuluh lima dan empat tahun berturutturut) tanggal-tanggal Laukika dan Kalyugi, dan dibingungkan oleh Gopadatta dari Kashmir dengan Gopadatta dari Gandhara (yang dianggap lain). Gopadatta berkuasa selama enampuluh tahun dan dua bulan, maka, setelah menunjukkan kesalahan Wilson, kita dapat memberikan tanggal dimulainya masa kekuasaan Gopadatta pada 49 Masehi dan berakhir pada 109 Masehi. Untuk mengecek kemungkinan tanggaltanggal pada tulisan-tulisan di Takhta Sulaiman, kita dapati dua, tahun 54 Bikrami (97 Masehi) dan 3154 tahun Laukika (78 Masehi) yang jatuh pada periode ini.  Tanggal Laukika rupanya lebih disukai, karena cocok dengan ikhtisar metode penaggalannya Mulla Ahmad yang dipakai di Kashmir, dan 97 Masehi pasti jauh ketinggalan terhadap referensi Yuz Asaf atau Yesus yang sebenarnya. 
 

Akhirnya kita perlu mempertimbangkan tanggal kelahiran Yesus. Tanggal tradisi ini sudah tentu 1 Masehi; tetapi bukti yang menentukan kepada itu telah terjadi beberapa tahun lebih awal. Dr. Herbert Haag, di dalam bukunya Bibel Lexikon, memajukan pendapatnya bahwa hal itu mungkin sekali bertanggalkan 6 atau 7 sebelum Masehi, dan, walaupun taksiran itu agak bergeser, tapi hal ini tidak begitu bergeser terlalu jauh.
 

Kesimpulan ini untuk memberikan urutan (kronologi) waktu apa yang telah didiskusikan di atas, dan untuk gambaran umum bagi kita mengenai “kehidupan kedua” Yesus, bahwa Yesus ada pada tahun-tahun itu, pada waktu itu beliau telah melengkapi pengembaraannya ke Timur, dan beliau wafat pada usia lanjut. Jika kita benar memberikan penanggalan atas perjumpaan beliau dengan Shalewahin, yang belakangan pernah berbicara kepada orang tersebut (78 Masehi) yakni kepada orang yang berusia sekitar 85 tahun.