BIBLE:
Frequently Asked Questions


| Indeks Artikel |

Question No.4

The Bible; "For God so loved the world, that He gave His only begotten son, that whoever believes in him should not perish, but have eternal life." (John 3:16); should you not believe in Jesus to have eternal life?

Kitab Injil; "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Dia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohannes 3:16); (Dengan demikian) haruskan anda tidak percaya, bahwa Yesus mempunyai kehidupan abadi?

Answer No.4

Of course, we believe in Jesus for what he was and we do not believe in what he was not. We (Muslims) believe Jesus was a Messiah; "Spirit from God;" "Word of God;" the righteous Prophet as well as Messenger of God and the son of Virgin Mary. But, we do not believe Jesus was "the begotten son of God." The truth of the matter is apostle John never ever wrote; Jesus was "the begotten" son of God.

Tentu kami percaya Yesus, pada setiap apa yang ada padanya dan kami pun tidak bisa mempercayai apa yang memang tidak ada padanya. Kami (orang-orang Muslim) percaya Yesus adalah seorang Imam Mahdi; "Roh dari Allah"; "Perkataan dari Allah (Kalimatullah)"; Nabi yang terpercaya, sebagaimana juga beliau adalah utusan Allah dan anak lelaki dari Perawan Maria. Tetapi, kami tidak percaya bahwa Yesus diperanakkan dari Allah." Terbukti rasul Yohanes tidak pernah menulis; Yesus adalah "peranakkan" dari Allah.1

Please obtain a copy of the "Gideon Bible" from a Hotel or Motel near you. It is distributed free since 1899, all over the world, by The Gideon Society. In the beginning of this famous Bible, John 3:16 is translated in 26 popular world languages. You may be amazed to discover that in the English translation, the editors have used the traditionally accepted term "His only begotten son." Whereas, in several other languages the editors have used the term "His unique son" or "His one of a kind son."

Dapatkan salinan dari "Injil Gideon" dari sebuah Hotel atau Motel di dekat anda, yang dibagikan bebas sejak tahun 1899, keseluruh dunia, oleh Perkumpulan Gideon. Dalam permulaan dari Injil yang terkenal ini, Yohanes 3:16 diterjemahkan dalam 26 bahasa dunia yang popular. Anda sekalian akan terheran-heran menemukan betapa dalam terjemahan Bahasa Inggris, para redaksi (penterjemah) menggunakan istilah tradisional "Dia hanya peranakkan." Sedangkan, dalam beberapa bahasa lain para redaksi menggunakan istilah "Dia anak laki-laki yang khas" atau "Dia salah satu dari anak laki semacam itu."

In 1992, when I discovered this textual variations, I wrote letters to various universities in North America requesting them to confirm the original Greek term used by John. Below is a copy of the response received from The George Washington University:

Pada tahun 1992, ketika saya menemukan perbedaan-perbedaan teks ini, saya menulis surat ke berbagai universitas di Amerika Utara meminta mereka untuk mengkonfirmasikan istilah asli bahasa Latin yang digunakan oleh Yohanes. Dibawah adalah salinan dari tanggapan yang diterima dari Universitas George Washington:

John 3:16 and John 1:18 each have the word 'monogenes' in Greek. This word ordinarily means "of a single kind." As a result, "unique" is a good translation. The reason you sometimes find a translation that renders the word as "only begotten" has to do with an ancient heresy within the church. In response to the Arian claim that Jesus was made but not begotten, Jeremy (4th century) translated the Greek term 'monogenes' into Latin as 'unigenitus' ("only begotten"). Paul B. Duff, 22 April, 1992.

Yohanes 3:16 dan 1:18 masing-masing mempunyai kata 'monogenes' dalam bahasa Greek (Yunani Kuno). Kata aslinya berarti "semacam." Jadi, penggunaan kata "unik/khas" adalah terjemahan yang baik. Terkadang anda menemukan terjemahan yang menggunakan istilah "hanya peranakkan," ini dikarenakan adanya pertentangan kuno dalam gereja. Ketika menanggapi klaim Arian bahwa Yesus dibuat tetapi tidak diperanakkan, Jeremi (abad ke 4) menterjemahkan istilah bahasa Yunani Kuno (Greek) 'monogenes' kedalam bahasa Latin 'unigenitus' ("hanya peranakkan"). Paul B. Duff, 22 April, 1992.

Professor Duff's response was based upon "Anchor Bible," volume 29, page 13-14. The Greek term for "begotten" is "gennao" as found in Mt.1:2, which John did not use.

Tanggapan Professor Duff didasarkan 'Injil Anchor,' volume 29, halaman 13-14. Istilah bahasa Greek untuk "peranakkan" adalah 'gennao' seperti ditemukan dalam Matius 1:2, yang mana tidak digunakan Yohanes.

HOT TIP: (precise and pertinent)

Jesus said to Mary: "... go to my brethren, and say to them, I ascend to my Father and your Father ..." (John 20:17). This verse demonstrates that the usage of term 'Father' was purely metaphorical. As for Jesus being a "unique son," he, unlike us, was created without a physical Father.

Yesus berkata pada Maria; " ... pergi ke saudara-saudaraKu, dan katakanlah kepada mereka, sekarang Aku akan pergi kepada BapaKu dan Bapamu2 ..." (Yohanes 20:17). Ayat ini membuktikan bahwa penggunaan istilah 'Bapa' adalah semata mata kiasan. Seperti (ungkapan ) untuk Yesus sebagai "anak laki unik," (karena memang) dia, tidak seperti kita, diciptakan tanpa Bapa dalam artian ujud fisik seorang ayah.

[1] Dalam Injil terjemah bahasa Indonesia, dalam Injil Yohanes pun anda akan temukan istilah anak tunggal Allah, tetapi menurut penulis risalah ini, terjemahan tadi merupakan penyimpangan dari istilah awal yang tertulis dalam injil berbahasa latin, silahkan ikuti pembahasan berikutnya.

[2] Subhanallah, perhatikan ayat ini, Allah bukan hanya bapaknya Yesus tapi juga Bapak dari saudara saudara Yesus sendiri. Ini membuktikan betapa istilah Bapa di sana semata mata kiasan, ungkapan kasih sayang.

 


 | Indeks Artikel |