Pembukaan (2/3)

| Indeks Artikel | Tentang Penulis

 

PERTANYAAN (1)                                         (2/3)
 
WILSON:
 
Apakah Islam mempunyai patokan atau nasehat khusus  mengenai
penyelidikan (pembahasan) Agama secara ilmu pengetahuan.
 
CHIRRI:
 
Ada  beberapa  peraturan  (patokan) tertentu tercantum dalam
Al-Qur'an untuk diikutkan dalam penyelidikan beragama  untuk
menyelamatkan setiap kesimpulan yang mungkin dicapai.
 
1.  Peraturan Islam yang terpenting yang harus diikuti ialah
anda  tidak  akan   pernah   memegang   doktrin   bila   itu
bertentangan  dengan  kenyataan,  juga tidak boleh mengikuti
prinsip tanpa kenyataan.
 
Bila Tuhan menghendaki anda untuk mempercayai prinsip, Tuhan
akan membuat hal itu terang dan nyata. Dia adalah teradil.
 
Dia   mengetahui   bahwa  kepercayaan  tidak  terserah  pada
seseorang. Untuk menggambarkan hal ini: tidak terserah  pada
saya  untuk mempercayai bahwa saya berada diwaktu siang bila
saya berada diwaktu malam.
 
Tubuh  saya  biasanya  menurut  perintah  saya,  jika   saya
menggerakkan  tangan  saya,  naik  dan  turun, berjalan atau
duduk, saya akan dapat melakukan  hal  itu.  Tetapi  ingatan
saya  adalah  tidak di bawah perintah saya. Saya tidak dapat
mempercayai atau tidak mempercayai segala sesuatu yang  saya
ingin percayai.
 
Jadi,  saya  tidak  dapat  mematuhi perintah yang mengatakan
pada saya untuk mempercayai bahwa dua dan dua  adalah  lima,
atau  tiga  adalah  satu, atau api itu dingin atau salju itu
panas.
 
Pengetahuan manusia  datang  dari  kenyataan  langsung  atau
tidak  langsung,  dan  tidak mengikuti tingkah dan keinginan
kita sendiri. Kepercayaan Agama  yang  baik  harus  mencapai
tingkat ilmu pengetahuan.
 
Bila  Tuhan  menginginkan  saya  untuk mengenal sesuatu, Dia
akan  membuat  ilmu  pengetahuan  sedemikian   rupa   dengan
berpegang  pada  kenyataan  yang  tersedia.  Dia  tidak akan
menuntut dari saya untuk mempercayai  sesuatu,  padahal  hal
itu bertentangan dengan kenyataan. Dia tidak akan minta saya
melakukan  yang  tidak  mungkin.  Ini  bertentangan   dengan
keadilanNya
 
Islam  tidak  pernah  menyalahkan  seseorang  bila dia tidak
mempercayai sesuatu, sebab kurangnya bukti-bukti. Sebaliknya
Islam akan menyesal bila anda mengikuti prinsip padahal anda
merayap dalam gelap tanpa menyorot. kenyataan.
 
Anda akan malu  bila  prinsip  yang  demikian  tidak  sesuai
dengan kenyataan.
 
Mengikuti  suatu  prisip  yang bertentangan dengan kenyataan
sama halnya dengan pertimbangan pengadilan terhadap tertuduh
tanpa saksi. Tindakan (sikap) yang demikian tidak terpuji.
 
Dari Kitab Suci Al-Qur'an:
 
"Dan  janganlah  engkau  turut apa yang tidak engkau kerahui
sesungguhnya pendengaran,  penglihatan  dan  hati,  semuanya
akan tnenerima pertanyaan." 17: 36.
 
2.  Penelitian  yang  bersifat  beragama  tidak akan mencari
popularitas dari doktrin agama masyarakat untuk  menunjukkan
kebenarannya.
 
Banyak pengertian umum yang telah dibuktikan salah.
 
Sekali  waktu, bangsa-bangsa di dunia percaya bahwa bumi ini
datar  dan  matahari  bergerak  mengelilingi  bumi.  Manusia
mempercayai   hal   itu  selama  beribu-ribu  tahun,  tetapi
sekarang terbukti  bahwa  pengertian  yang  demikian  adalah
tidak benar
 
Selanjutnya,  apa  yang  populer di suatu masyarakat mungkin
tidak populer di masyarakat lain, dan banyak pengertian yang
tidak  populer di suatu masyarakat mungkin sangat populer di
masyarakat yang lain. Bila  popularitas  adalah  tanda  dari
kebenaran,  semua  pengertian  yang populer walau berlawanan
akan benar. Padahal kebenaran tidak pernah  berlawanan  satu
dengan yang lain.
 
Waktu  Nabi  pertamakali datang untuk menyatakan konsep Satu
Tuhan, pesannya tidak populer di setiap masyarakat.
 
Bangsa-bangsa  di  dunia  adalah  orang-orang   yang   tidak
percaya.  Ketidak populeran pesan Tuhan tidak mencegah bahwa
pesan itu benar.
 
Sebenarnya,  semua  Nabi  datang  dengan  pesan  yang  tidak
populer.  Maksud  mereka  adalah  memperbaiki  sesuatu  yang
populer tapi salah,  dan  mengganti  dengan  kebenaran  yang
tidak populer.
 
                                         (bersambung ke-3/3)


DIALOG TENTANG ISLAM DAN KRISTEN   Prof. Wilson & Muhammad Jawad Chirri Alih Bahasa: H.M. Ridho Umar Baridwan, S.H. Penerbit P.T. Alma'arif, Bandung, Cetakan Kelima, 1981  

| Indeks Artikel | Tentang Penulis