Imam Mohammad Jawad Chirri

| Indeks Artikel | Tentang Penulis

 

TENTANG PENGARANG
 
Imam  Mohammad  Jawad  Chirri  berkebangsaan   Libanon   dan
memperoleh ijazah dari Institute Agama Najaf, di Iraq,
 
Dia   adalah  seorang  Ulama  dan  Dosen.  Masyarakat  Islam
mengundang dia ke Detroit, Michigan di tahun 1949.
 
Imam Chirri adalah direktur dan Ketua  Kerohanian  di  pusat
Islam di Detroit (15571 Joy Road).
 
Ruang lingkup kerjanya cukup luas, termasuk Afrika Barat dan
Timur Tengah.
 
Pada waktu diadakan tour Dosen-dosen dari Afrika  Barat  dan
Timur  Tengah,  tahun 1959, Imam Chirri diundang oleh Sheikh
Al-Azhar di Cairo, untuk mengenal sekolah-sekolah yang lain.
 
Sehubungan dengan  diundangnya  Imam  Chirri  maka  pemimpin
mayoritas  mengeluarkan  pernyataan  yang  bersejarah  bahwa
pengajaran untuk kedua madzhab  itu  harus  mempunyai  suara
yang  sama  dan bahwa orang-orang Islam berhak untuk memilih
satu di antaranya.

Dr. Wilson H. Guertin  adalah  seorang  sarjana  (ahli  ilmu
pengetahuan)  dan  seorang  yang  terkemuka  dalam ilmu jiwa
(psychology).
 
Dia menghormati agama dan memiliki ilmu pengetahuan  tentang
agama yang sangat luas.
 
Perhatiannya   pada  agama  menggambarkan  kesungguhan  tipe
seorang sarjana yang memikirkan bahwa  agama  pada  umumnya,
berisikan  kebenaran,  meskipun  diselubungi  oleh kesuraman
yang disebabkan oleh orang-orang  yang  tidak  mengerti  dan
salah mengartikan.
 
Kita   akan   mendapat   kesukaran-kesukaran   apabila  kita
mengharapkan seorang sarjana  atau  scientist,  yang  selalu
berkecimpung   di   dalam   kenyataan   dan  selalu  mencoba
menyingkapkan rahasia alam dan kehidupan, untuk  mempercayai
ajaran Agama yang tidak sesuai dengan kenyataan di alam atau
tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan yang telah ada. Seorang
ahli  ilmu  pengetahuan  (scientist)  bila dihadapkan dengan
ajaran agama yang berlawanan dengan kenyataan alam  (nature)
atau dengan ilmu pengetahuan, mungkin mengambil sikap-sikap:
 
A. Dia  mungkin  akan  mengambil  sikap yang radikal dengan
samasekali menolak agama di dalam setiap bentuk.
 
B. Dia mungkin mencoba  menyesuaikan  konsep  agama  dengan
ilmu  pengetahuan  yang  ada dengan mengarahkan ajaran agama
pada  jalan  yang  tidak  akan  bertentangan   dengan   ilmu
pengetahuan.
 
C. Dia  mungkin  mencoba  belajar  agama  lain yang berbeda
dengan  agamanya  untuk   mendapatkan   agama   yang   tidak
bertentangan dengan akal dan ilmu pengetahuan.
 
Dr.  Guertin  mengambil  sikap yang ketiga dan mencoba untuk
mendapatkan  kebenaran  dengan  melakukan  penyelidikan-
penyelidikan  agama. Penyelidikannya intensive. Dia menguji
berbagai  jenis agama,  dan  yang  terakhir  menguji ajaran
agama Islam.
 
"Saya  beragama Kristen sejak lahir," dia katakan pada saya,
"Tetapi  sejak  saya  menjadi  berpendidikan,  saya  menjadi
ragu-ragu (sangsi)."
 
"Sebagai  seorang yang berilmu pengetahuan, saya tidak dapat
menerima  ajaran  agama  yang  tidak  sesuai   dengan   ilmu
pengetahuan.  Saya  mencoba untuk memuaskan kebimbangan saya
(satisfy my doubt) dengan mencari beberapa ajaran agama yang
lain  dari  agama  saya.  Saya  telah mencoba beberapa agama
tetapi saya tidak pernah dapat memuaskan kebimbangan saya."
 
"Akhirnya, saya membaca beberapa buku tentang Islam, dan hal
ini  membuat saya berminat memperoleh pengetahuan yang lebih
banyak tentang agama ini."
 
"Sekarang saya datang pada  anda,  saya  mengharapkan  bahwa
saya   akan   dapat  memperoleh  gambaran  yang  jelas  dari
kepercayaan anda."
 
"Saya mengerti bahwa anda mendalami  Ilmu  Islam,  dan  anda
dikhususkan dalam bidang ini."
 
"Saya  ingin menyelidiki Islam dengan anda, dan saya percaya
bahwa anda akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya."
 
Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada saya mungkin  juga
akan  terdapat  pada  setiap  orang  yang berpendidikan yang
mencoba mendapatkan kebenaran di dalam dan tentang Islam.
 
Saya  kira,  oleh  karena  itu   pertanyaan-pertanyaan   dan
jawab-jawabnya  harus dicatat dan diterbitkan, dan buku yang
berisikan dialog-dialog ini akan sangat berguna pada  setiap
pribadi  yang  memiliki  kebimbangan-kebimbangan dan mencoba
mendapatkan jawaban-jawabannya.
 
Beberapa dari mereka yang pura-pura tidak tahu, dan sebagian
yang lain menjaga hubungannya dengan agama lain dengan tidak
adanya kesungguhan mencari kebenaran.
 
Sebenarnya buku ini diutamakan untuk orang-orang yang merasa
kehausan  akan  ilmu  pengetahuan  agama dan yang cukup giat
untuk mencoba menghilangkan kehausannya.
 
Untuk orang-orang  ini,  saya  perkenalkan  buku  ini  serta
kegunaannya danpertolongannya, dari terbitan buku ini;
 
Mohammad Jawad Chirri


| Indeks Artikel | Tentang Penulis