MEMPERTANYAKAN KEBANGKITAN & KENAIKAN ISA AL MASIH

 


 

Pendahuluan

 

 

Persoalan penyaliban, kebangkitan, kenaikan, dan akan turunnya Isa Al Masih ke bumi pada akhir zaman, selama ini masih menjadi kontroversial, termasuk dikalangan umat Islam sendiri.

Memprihatinkan sebenarnya. Sebab persoalan-persoalan di atas sebetulnya adalah konsep dan doktrin Kristen. Jika konsep dan doktrin tersebut sampai menjadi keyakinan umat Islam, inilah yang disebut memprihatinkan.

Itulah yang melatarbelakangi penulisan buku ini. Seperti yang akan penulis jelaskan, Islam sama sekali tidak mengajarkan keyakinan seperti diatas. Al-Qur'an, sebagai paradigma umat Islam, sama sekali tidak mengajarkannya. Sebaliknya, Al-Qur'an justru memberikan bantahan-bantahan atas keyakinan tersebut. Di sinilah, fungsi Al­Qur'an sebagai pembeda (furqan) antara yang haq dan bathil mendapat pemaknaannya.

Fungsi pembeda Al-Qur'an dalam hal ini terutama berkaitan dengan penggunaan Bibel kitab suci pemeluk Kristen sebagai salah satu rujukan dalam tulisan ini.

Seperti kita pahami bersama, percaya kepada kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi termasuk para nabi sebelum nabi Muhammad saw adalah bagian dari rukun iman. Sebagaimana firman Allah:

"Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu (Taurat, Zabur, Injil), serta mereka yakin adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung." (Al Baqarah / 2 : 4-5)

Walaupun Zabur, Taurat, dan Injil yang sekarang sebagian besar bukan lagi murni kalam Allah karena sudah banyak pemikiran manusia yang masuk di dalamnya namun masih ada kebenaran yang tersisa padanya. Kebenaran itulah yang kita ambil sedangkan bagian yang salah itu kita tinggalkan. Ini seperti yang digariskan Nabi Muhammad saw:

"Apabila ada ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) berbicara kepadamu, maka janganlah kamu mendustakannya dan janganlah kamu membenarkannya. Tetapi katakanlah kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kami beriman kepada apa yang diturunkan sebelum kami. Apabila yang dikatakan itu haq (benar-benar firman Allah), janganlah kamu mendustakannya. Tetapi apabila yang dikatakan itu bathil (bukan berasal dari Allah), maka janganlah kamu membenarkannya" (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi)

Kita bisa tahu bahwa ada ayat-ayat Alkitab yang mengandung kebenaran dan sebaliknya banyak yang mengandung kepalsuan, karena fungsi Al-Qur'an sebagai pembeda tadi. Banyak sekali bantahan dan koreksi yang diberikan Al-Qur'an terhadap kitab-kitab terdahulu, termasuk terhadap Bibel, seperti yang akan kita lihat nanti.

Ditinjau dari sejarah pun, sebenarnya konsep dan doktrin tersebut sama sekali tidak' bisa dipertanggungjawabkan. Karena, disamping tidak didukung oleh data-data otentik dan pemikiran rasional-logis, Bibel sendiri jika dikaji secara kritis seperti akan terbaca dalam buku ini tidak mengajarkannya.

Adalah menjadi harapan kita, jika umat Islam, tidak teracuni oleh ajaran-ajaran yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan tersebut.

Untuk itulah buku ini ditulis yang akan menjelaskan secara gamblang bagaimana sebenarnya persoalan penyaliban. kebangkitan, dan akan turunnya Isa Al Masih pada akhir jaman dalam perspektif kebenarai obyektif.

 

 

    kompilasi chm :   www.pakdenono.com