KRITIK BIBEL

 

 

BAB II:
Sejarah Penulisan Kitab Suci

(lanjutan 1)

 

< sebelumya

Selain itu, dalam kitab Keluaran (24:7)17) juga disebutkan adanya kitab lain yang bernama Kitab Perjanjian yang dibaca oleh Musa di hadapan orang Israel saat mengikat janji dengan Allah. Kitab atau piagam ini tentunya singkat. Hanya berisi hukum-hukum Allah dan pesan-pesan-Nya yang tersebut dalam kitab Keluaran fasal 20 ayat 22 sampai dengan fasal 24. Hal ini tidak bisa dipungkiri oleh orang yang membaca fasal tersebut dengan teliti dan tanpa memihak. Di dalamnya disebutkan bahwa setelah mengetahui pendapat kaumnya mengenai perjanjian yang mereka ikat dengan Allah itu, Musa langsung menulis firman-firman dan pesan-pesan-Nya. Dan setelah dilakukan ritual peribadatan pagi hari berikutnya, dia membacakan syarat-syarat perjanjian itu di depan umum. Setelah dibacakan, kaumnya pun bergabung ke dalam perjanjian itu dengan suka rela karena telah memahami syarat-syaratnya. Melihat sempitnya waktu yang dipakai untuk menulis perjanjian yang disepakati itu, juga tabiat perjanjian itu sendiri, dapat dipastikan bahwa isi kitab itu tidak lebih daripada kata-kata yang baru saja diucapkan.

Terakhir, telah tetap juga bahwa Musa pernah menjelaskan semua hukum yang dia buat pada tahun empat puluh18) setelah keluar dari Mesir (lihat Ulangan 1:5)19)  kemudian mengikat janji baru dengan kaumnya agar tetap mematuhi hukum-hukum itu (lihat Ulangan 29:14)20) dan akhirnya menulis sebuah kitab yang memuat hukum-hukum baru yang menjelaskan perjanjian baru itu (lihat Ulangan 31:9)21). Kitab ini dinamai dengan kitab Taurat Allah (Hukum TUHAN). Setelah selang waktu yang cukup panjang, Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu - berarti ini adalah perjanjian ketiga- kemudian menuliskan semuanya itu dalam Taurat Allah ini (lihat Yosua 24:25­26)22). Selanjutnya, karena tidak ada suatu kitab yang memuat perjanjian Musa dan perjanjian Yosua sekaligus, kita harus mengakui bahwa kitab itu telah hilang. Jika tidak, marilah kita mengigau seperti Yonatan, si penafsir dari Kaldea yang menakwilkan ayat-ayat kitab suci menurut hawa nafsunya itu. Saat menemui kesulitan, penerjemah ini lebih memilih untuk mengubah isi kitab suci daripada mengakui kebodohannya. Suatu ketika dia pernah menerjemahkan ayat dari kitab Yosua (Yosua 24:26) yang berarti: "Yosua menuliskan perkataan ini dalam kitab Taurat Allah." dengan, "Yosua menuliskan perkataan ini dan menyimpannya bersamaan dengan kitab Taurat Allah." Apa yang bisa kita perbuat terhadap orang-orang yang tidak melihat kecuali yang sesuai dengan hawa nafsu saja? Kami bertanya-tanya, "Bukankah hal ini termasuk pengingkaran terhadap kitab itu sendiri dan sekaligus mengarang kitab baru?" Terlepas dari itu semua, kita bisa menyimpulkan bahwa kitab Taurat Allah yang ditulis oleh Musa itu tidak termasuk dalam lima kitab, tetapi sebuah kitab yang berbeda sama sekali. Oleh penulis lima kitab disisipkan ke dalamnya pada tempat yang menurutnya tepat. Hal itu tampak jelas dari keterangan terdahulu dan yang tersebut kemudian. Kami ingin mengatakan bahwa pada waktu ayat dari kitab Ulangan yang tersebut di atas memberitahukan kepada kita bahwa Musa menulis kitab Taurat, si penulis menambahkan bahwa Musa memberikannya kepada imam-imam lalu meminta mereka untuk membacanya di depan umum pada waktu-waktu tertentu. Ini berarti bahwa kitab Taurat Allah itu jauh lebih kecil daripada lima kitab. Bisa habis dibaca pada satu pertemuan umum dan bisa diapahami oleh semua orang.

Setelah itu semua, kita tidak lupa untuk mengatakan bahwa secara agama Musa hanya memerintahkan untuk menyimpan satu kitab saja, yaitu kitab Perjanjian Kedua dan nyanyian yang dia tulis setelah itu untuk mengajari seluruh anggota umat.23)Adapun perjanjin pertama, para hadirin sajalah yang harus mematuhinya. Berbeda dengan perjanjian kedua yang harus dipatuhi oleh generasi yang datang kemudian (Ulangan 29:14-15).24) Oleh karena itu, dia memerintahkan untuk menjaganya. Demikian juga dengan nyanyian yang dikhususkan untuk generasi-generasi mendatang. Selanjutnya, karena tidak ada bukti kuat bahwa Musa pernah menulis selain kitab-kitab ini, juga tidak pernah memerintahkan untuk menyimpan sesuatu untuk generasi mendatang kecuali Taurat kecil dan nyanyian ini, dan sementara itu, dalam kitab yang lima ada banyak teks yang tidak mungkin ditutis oleh Musa, maka tidak akan ada orang yang bisa menyatakan dengan pasti, bahwa Musa adalah penulis kitab yang lima itu. Sebaliknya, akal akan membuktikan kesalahannya.

Sampai di sini barangkali ada orang bertanya kepadaku, "Tidak mungkinkah, selain dua teks itu, Musa menulis hukum-hukum yang diberikan kepadanya pada pewahyuan pertama?" "Apakah selama empat puluh tahun itu, Musa tidak pernah menulis hukum-hukum lain, selain sedikit kata yang terkandung dalam Kitab Perjanjian pertama?" Kami akan menjawab dengan mengatakan, "Meskipun kita menerima bahwa seolah masuk akal jika Musa menulis hukum-hukum di waktu dan tempat yang sama dengan penerimaan wahyu itu, kami tetap menolak karena alasan berikut ini. Di atas telah kita jelaskan bahwa dalam kasus-kasus seperti ini, kita tidak boleh menerima selain yang dibuktikan oleh kitab suci itu sendiri atau yang disimpulkan dari dasar-dasar yang melandasinya. Hanya sejalan dengan akal secara lahir tidak boleh dijadikan dalil. Selain itu, akal juga tidak memaksa kita untuk menerimanya. Hanya sebatas mungkin, bahwa majlis Musa menyerahkan kepada bangsa Israel catatan hukum-hukum yang sebelumnya telah dia tetapkan, lalu dikumpulkan oleh penutur pada masa berikutnya kemudian diselipkan pada tempat yang sesuai dalam biografi Musa." Sampai di sini telah selesai pembahasan kita mengenai kitab-kitab Musa yang lima. Sekarang kita akan meneliti kitab-kitab lain.

Dengan alasan-alasan yang hampir sama kita juga membuktikan bahwa Kitab Yosua tidak ditulis sendiri oleh Yosua, tetapi ditulis oleh orang lain yang menyaksikan bahwa ketenaran Yosua menyebar di seluruh penjuru bumi (lihat 6:27)25) , tidak pernah melupakan sesuatu yang dipesankan oleh Musa (lihat ayat terakhir dari fasal 8 dar ayat 15 dari fasal 9)26) dan setelah lanjut usia mengundang  semua orang untuk menghadiri pertemuan kemudian mati di sana. Selain itu, kejadian-kejadian yang dituturkan juga berlanjut hingga setelah kematiannya.

Misalnya, diceritakan dengan jelas  bahwa orang orang Israel tetap mengagungkan Allah selama orang­orang tua yang pernah bertemu Yosua masih hidup. Sedang dalam dalam fasal 16 ayat 10 disebutkan bahwa mereka (suku Efraim dan Manasye) tidak mengusir orang-orang Kanaan yang tinggal di Gezer. Kemudian tambahnya: Jadi orang Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai hari ini (sekarang), tetapi menjadi budak rodi. Kisah ini juga disebutkan dalam kitab Hakim-Hakim (fasal satu)27). Cara penuturan dengan menggunakan ungkapan sampai hari ini ini menunjukkan bahwa orang yang menulisnya bercerita mengenai sesuatu yang sudah berlalu sangat lama. Selanjutnya, ayat ini juga sangat mirip dengan ayat terakhir dari fasal 15 tentang kisah bani Yehuda28) dan kisah Kaleb.29)  pada ayat 14 dan setelahnya dar fasal yang sama30)

Ada kisah lain lagi dalam fasal 22 ayat 10 dan seterusnya31)mengenai dua setengah suku yang mendirikan mezbah di tepi sungai Yordan. Kejadian ini tampaknya juga terjadi setelah kematian Yosua. Nama Yosua tidak pernah disebut sama sekali. Orang-orang Israel sendirilah yang

 

bermusyawarah mengenai urusan perang, kemudian mengirim para utusan, menunggu jawaban dari pihak musuh dan akhirnya mengeluarkan keputusan.

Selanjutnya, terlihat jelas dalam fasal 10 ayat 14 bahwa kitab ini ditulis berabad-abad setelah kematian Yosua. Fasal itu memberikan kesaksian seperti berikut ini: Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian.

Akhirnya, jika Yosua memang pernah menulis sebuah kitab maka kitab itu adalah kitab yang tersebut dalam kisah itu juga tetapi dalam fasal 10 ayat 13.32)

Adapun kitab Hakim-Hakim, kami kira tidak ada orang normal yang mengira telah ditulis oleh para hakim sendiri. Hal ini karena seluruh penutup kisah, yaitu fasal 21 menyebutkan dengan sangat jelas bahwa satu penutur sajalah yang menulisnya. Dari sisi lain, karena penyusunnya berkali-kali mengatakan bahwa pada zamannya tidak ada satu raja pun dari kalangan Bani Israel, tidak diragukan lagi bahwa kitab ini ditulis sebelum para raja naik takhta.33)

Mengenai kitab Samuel tidak ada sebuah alasan pun yang membuat kita memperhatikannya terlalu lama. Kisah yang tersebut di dalam kitab ini terus berlanjut lama sekali setelah kematiannya. Namun demikian, kami ingin menjelaskan bahwa kitab ini pasti ditulis berabad-abad setelah Samuel meninggal. Dalam kitab pertama fasal 9 ayat 9, si penutur menyampaikan peringatan dalam anak kalimat berikut ini: Dahulu di antara orang Israel apabila seseorang pergi menanyakan petunjuk Allah, ia berkata begini: "Mari kita pergi kepada pelihat”, sebab nabi yang sekarang ini disebutkan dahulu pelihat.

Adapun, kitab-kitab Raja-Raja, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab ini juga, dinukil dari buku­ buku riwayat Salomo (lihat I Raja-Raja 11:41)34), juga dari kitab sejarah raja-raja Yehuda (lihat I Raja-Raja 14:19),35), dan kitab sejarah raja-raja Israel (lihat I Raja-Raja 14:29).36), Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa semua kitab yang kita bahas hingga kini tidak ditulis oleh orang-orang yang nama mereka dipakai untuk menamakan kitab-kitab itu. Juga bisa menyimpulkan bahwa kisah-kisah yang dikandungnya menuturkan kejadian-kejadian masa lalu.

Sekarang, jika kita melihat urutan dan kandungan semua kitab ini, kita akan tahu dengan mudah bahwa penulisnya adalah satu orang penutur37). Dia ingin menceritakan sejarah umat Yahudi kuno dari asal mulanya hingga penghancuran kota Yerusalem yang pertama kali. Sebetulnya, urutan ini saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa kitab-kitab itu ditulis oleh satu orang penutur. Umpamanya, selesai menceritakan kisah Musa, dia langsung berpindah ke kisah Yosua dengan menggunakan kalimat berikut: Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian:.... Demikian juga selesai menceritakan kematian Yosua. Saat itu, dia langsung berpindah dengan cara yang sama ke sejarah para hakim, seperti berikut: Sesudah Yosua mati, oranq Israel bertanya kepada TUHAN.... Setelah itu dia melampirkan kitab Rut sebagai pelengkap kitab Hakim-Hakim dengan kalimat berikut ini: Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel Selanjutnya, dengan cara yang sama juga menghubungkan kitab Samuel pertama dengan kitab Rut. Dari kitab pertama ini juga berpindah ke kitab kedua dengan cara yang sama. Jadi, seluruh teks dan urutan kisah-kisah itu menunjukkan bahwa penulisnya adalah satu orang yang mempunyai tujuan tertentu. Memulai dengan kisah kejadian pertama umat Ibrani, kemudian menceritakan kepada kita, secara berurutan dalam momen apa dan kapan, Musa menegakkan hukum hukum dan menyampaikan banyak nubuatnya kepada umat Ibrani. Setelah itu, dia menceritakan kepada kita bagaimana umat Ibrani menguasai tanah yang dijanjikan sebagaimana diramalkan oleh Musa (lihat Ulangan fasal 7),38)  lalu bagaimana mereka meninggalkan syariat setelah menguasai tanah itu (Ulangan 31:16),39) petaka-petaka apa saja yang timbul karena ditinggalkannya syariat (lihat fasal yang sama: 17),40) bagaimana mereka ingin memilih raja raja (Ulangan 17:14),41) bagaimana mereka maju atau mundur sesuai dengan kadar ketaatan dan pembangkangan mereka terhadap syariat (Ulangan 28:33 dan ayat terakhir),42) dan terakhir ditutup dengan keruntuhan negara seperti pernah diramalkan oleh Musa. Masalah-masalah lain yang tidak bisa digunakan untuk mendukung syariat, biasanya si penutur akan mengabaikannya sama sekali atau mengalihkan pembaca kepada para penutur lain. Jadi, semua kitab ini mempunyai satu tujuan, yaitu mengajarkan syariat yang didiktekan oleh Musa, kemudian mendukung kebenarannya dengan menuturkan banyak peristiwa.

 

lanjut >

 


 

Catatan :

17). Keluaran 24:7: Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata. "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan dengarkan."

18). Ulangan 1:3: Pada tanggal satu bulan sebelas tahun keempat puluh berbicaralah Musa kepada orang Israel sesuai dengan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya demi mereka

19). Ulangan 1:5: Di seberang sungai Yodan, di tanah Moab, mulailah Musa menguraikan hukum Taurat ini, katanya:

20). Ulangan 29:14: Bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan .sumpah janji ini

21). Ulangan 31:9: Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam bani Lewi, yang mengangkut tabut perjanjian TUHAN, dan kepada segala tua-tua Israel.

22). Yosua 24:25-26: Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah...

23). Ulangan 31:19: Oleh sebab itu tuliskanlah nyanyian ini dan ajarkanlah kepada orang Israel, letakkanlah di dalam mulut mereka, supaya nyanyian ini rnenjadi saksi bagi-Ku terhadap orang Israel.

24). Ulangan 2y:14-15: Bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan sumpah janji ini, tetapi dengan setiap orang yang ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita, yang berdiri di hadapan TUHAN, Allah kita, dan juga dengan setiap orang yang tidak ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita.

25). Yosua 6:27 Dan TUHAN menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu.

26). Yosua 8:35 Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak­anak dan kepada pendatang yang ikut serta.

Yosua 9:15: Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.

27). Hakim hakim 1:28-30: Setelah orang Israel menjadi kuat, mereka membuat orang Kanaan itu menjadi orang rodi dan tidak menghalau mereka sama sekali. Suku Efrain pun tidak menghalau orang Kanaan yang diam di Gezer, sehingga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka di Gezer. Suku Zebulon tidak menghalau penduduk Kitron dan penduduk Nahalol, sehinga orang Kanaan itu tetap diam di tengah-tengah mereka, walaupun sebagai orang rodi.

28). Yosua 15:63: Tetapi orang Yebus, penduduk kot Yerusalem, tidak dapat dihalau oleh bani Yehuda. Jadi orang Yebus itu masih tetup diarn bersama-sarrut dengan bani Yehuda di Yerusalem sampai sekarang.

29). Kaleb adalah pendiri sebuah marga di kitab Kejadia (Yosua 14:6) yang bergabung ke dalam suku Yehuda (I Tawarekh 2:9,18). Konon dia adalah salah satu dari dua belas orang yang diutus Musa ke Kadesh untuk mencari jalan dari selatan (Bilangan 13:6). Bersama Yosua, dia mendukung untuk memasuki Kanaan dari selatan meski banyak rintangan (Bilangan 12:20).

30). Yosua 15:14, 15: Dan Kaleb menghulau dari sana ketiga orang Enak, yakni Sesai, Ahiman dan Talmai, anak-anak Enak. Dria sana ia maju menyerang penduduk Debir. Nama Debir itu dahulu. ialah Kiryat-Sefer.

31). Yosua 22:10-13: Ketika mereka sampai ke Gelilot pada sungai Yordan, yang di tanah Kanaan, maka bani Ruben, bani Gad. dan suku Manasye yang setengah itu mendirikan mezbah di sana ditepi sungai Yordan, mezbah yang besar bangunannya. Lalu terdengarlah oleh orang Israel itu cakap orang. "Telah didirikan mezbah oleh bani Ruben, bani Gad dan suku Manasye yang setengah itu, mezbah menghadap ke tanah Kanaan, di Gelilot pada sungai Yordan, di sebelah wilayah orang Israel. " Ketika hal itu terdengar oleh orang Israel, berkumpulah segenap umat Israel di Silo, untuk maju memerangi mereka. Kemudian orang Israel mengutus kepada bani Ruben, kepada bani Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu, ke tanah Gilead, imam Pinehas bin Eleazar,... Demikian seterusnya...

32). Yosua 10:13: Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukanlah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur?...

33). Hakim-Hakim 21:25: Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri

34). I Raja-Raja 11:41: Selebihnya dari riwayat Salomo.: dan segala yang dilakukannya dan hikmatnya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab riwayat Salomo?

35). I Raja-Raja 14:29: Selebihnya dari riwayat Rehabeam dan segala yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda?

36). Raja-Raja 14:19: Selebihnya dari riwayat Yerobeam,  bagaimana ia berperang dan bagaimana ia memerintah, sesunggunya  semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel.

37). Menurut Spinoza satu oranglah, yaitu Ezra (atau Esdras) yang menulis kitab yang enam (Pentatik ditambah dengan kitab Yosua, biasa disebut dengan Heksatik), juga kitab Samuel dan kitab Raja-Raja.

Hanya saja, penutur ini mengambil dari banyak sumber dan tidak sempat menyelaraskannya. Oleh karena itu terlihat kacau dan saling bertentangan.

38).  Ulangan 7:1: "Apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, ...

39). Ulangan 31:16: TUHAN berfirman kepada Musa: "Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan rnereka.

40). Ulangan 31:17: Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala­nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga rnereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malaperaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita?

41). Ulangan 17:14: Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku,

42). Ulangan 28:33 Suatu bangsa yang tidak kau kenal akan memakan hasil bumimu dan segala hasil jerih payahmu; engkau akan selalu ditindas dan diinjak.

Ulangan 28:68: TUHAN akan membawa engkau kembali ke Mesir dengan kapal, melalui jalan yang telah Kukatakan kepadamu: Engkau tidak akan melihatnya lagi, dan di sana kamu akan menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada pembeli.

 

KRITIK BIBEL