KRITIK BIBEL

 

 

BAB II:
Sejarah Penulisan Kitab Suci

(lanjutan 2)

 

< sebelumya

Selanjutnya, jika kita memperhatikan tiga ciri ini berikut ini, yaitu: kesatuan tujuan dalam semua kitab, cara mempertalikan satu sama lain dan waktu penulisannya yang berabad-abad setelah peristiwa-peristiwa yang dituturkan, kita bisa menarik kesimpulan -seperti telah kita sebutkan tadi- bahwa satu penutur sajalah yang menulisnya. Adapun siapa penutur itu, kami tidak bisa menentukannya secara pasti. Meski begitu, kami menduga bahwa dia itu adalah Ezra. 43) Dugaan kami ini berdasar pada alasan-alasan yang cukup masuk akal. Hal itu, karena si penutur memaparkan  seluruh kisahnya (tadi sudah kita jelaskan bahwa seluruh kitab yang kita bahas hingga kini adalah satu kisah) hinggga pembebasan Yoyakhin44) kemudian menambahkan bahwa setelah itu, dia terus duduk di meja makan raja selama hidupnya. 45) Dengan demikian, dia tidak mungkin hidup sebelum Ezra. Sementara itu, kitab suci tidak menyebutka seseorang yang berjaya pada masa itu kecuali Ezra (Ezra 7:10).46) Dengan tekun dan penuh semangat dia mempelajari hukum Allah lalu menyampaikannya. Dia juga seorang penulis yang betul-betul menguasai syariat Musa. Dari sini kita tidak mendapatkan seseorang yang bisa diduga telah menulis kitab-kitab itu kecuali Ezra. Dari sisi lain, kitab Ezra memberikan kesaksian bahwa Ezra tidak hanya tekun dan semangat dalam mempelajari syariat Allah saja, tetapi juga tekun menyampaikannya.47) Kemudian, Nehemia (8:8) juga menyebutkan: "Mereka membaca bagian-bagian dari kitab Taurat Allah dengan jelas, dengan diberi keterangan­ keterangan, sehingga mereka mengerti bacaan itu." Perlu diingat bahwa kitab Ulangan tidak hanya memuat Taurat Allah saja, meskipun Taurat menempati bagian terbesar dari kitab itu. Sebaliknya juga memuat banyak penjelasan yang disisipkan ke dalamnya. Oleh karena itu, kami menduga bahwa kitab Ulangan inilah Taurat Allah yang ditulis oleh Ezra kemudian dia tambahi dengan pemaparan dan penjelasan yang dibaca oleh orang-orang yang diceritakan oleh Nehemia itu. Demikianlah, kita telah menjelaskan dengan dua contoh bahwa di sana ada banyak penjelasan yang dimasukkan di sela-sela kitab Ulangan. Bisa disebutkan contoh lain, misalnya seperti yang tersebut dalam fasal 2 ayat 12: "Dan dahulu di Seir diam orang Hori, tetapi bani Esau telah menduduki daerah mereka, memunahkan mereka dari hadapannya, lalu menetap di sana menggantikan mereka, seperti yang dilakukan orang Israel dengan negeri miliknya yang diberikan TUHAN kepada mereka." Ayat ini adalah penjelasan dari ayat 3 dan 4 dalam fasal yang sama.48)  Seperti kita lihat, ayat itu menjelaskan bahwa bani Esau itu bukan orang pertama yang menduduki gunung Seir yang kemudian menjadi milik mereka. Sebaliknya, daerah itu mereka rebut dari penduduknya yang pertama, yaitu orang Hori. Mereka mengusir dan menghancurkan orang Hori seperti orang Israel yang mengusir dan menghancurkan orang Kanaan setelah Musa wafat. Demikian juga dengan ayat 6, 7, 8 dan 9 dari fasal 1049)  yang telah disisipkan ke dalam kitab Taurat Musa. Demikianlah, setiap orang harus mengetahui bahwa ayat 8 yang dimulai dengan ungkapan: "Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi" itu kaitannya adalah dengan ayat 5,50)  bukan dengan kematian Harun. Alasan satu-satunya yang membuat Ezra menceritakan kematian ini adalah kata-kata Musa dalam kisah sapi emas yang disembah oleh bani Israel (lihat 9:20)51) bahwa dirinya berdoa kepada Allah untuk Harun. Setelah itu, Ezra menjelaskan bahwa Allah memilih suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan pada waktu Musa berbicara tentang hal ini, agar jelas sebab pemilihan itu dan kenapa mereka tidak mendapatkan bagian harta warisan. Dengan berakhirnya ayat ini, Ezra kembali kepada topik utama dengan menuturkan kata-kata Musa lagi.

Selain tambahan-tambahan ini, masih ada mukadimah kitab dan semua teks yang menceritakan Musa dengan menggunakan kata ganti orang ketiga. Ini semua belum termasuk sejumlah besar tambahan dan perubahan dalam teks yang tidak bisa kita ketahui. Tapi yang jelas, semua tambahan itu dilakukan untuk memudahkan orang ­orang yang hidup pada zaman itu dalam memahami masalah.

Menurut hemat kami, jika kita mempunyai kitab Musa, kita akan mendapatkan perbedaan besar, baik dalam menuturkan perintah-perintah maupun dalam urutan dan pembuktiannya. Kenyataannya, ketika kami membandingkan sepuluh firman yang ada dalam Ulangan dan sepuluh firman yang ada dalam Keluaran52) di mana kisahnya dituturkan secara terus terang, kami mendapatkan banyak perbedaan dari segala sisi. Perintah keempat misalnya disusun dalam struktur kalimat yang sangat berbeda. Bukan ini saja, tetapi redaksinya pun juga jauh lebih panjang. Sebab yang ada di sini juga berbeda sama sekali dengan sebab yang tersebut dalam kitab Keluaran. Oleh karena itu, kami menyangka, seperti telah kami katakan sebelum ini, Ezralah yang melakukan semua perubahan di sana-sini karena ingin menerangkan Taurat Allah kepada orang-orang yang hidup sezaman dengannya. Dengan demikian, kitab ini adalah kitab Taurat Allah seperti dijelaskan dan disampaikan oleh Ezra. Kami bahkan menduga bahwa kitab inilah yang mula-mula dia tulis. Dugaan ini berlandaskan pada prinsip bahwa kitab ini memuat undang-undang yang dibutuhkan oleh bangsa Israe1 dan tidak berkaitan dengan kitab sebelumnya sebagaimana yang terjadi pada kitab-kitab lain. Sebaliknya langsung dibuka dengan menyebutkan: Inilah perkataan perkataan yang diucapkan Musa....

Setelah menyelesaikan kitab ini dan mengajar syariat kepada bangsa Israel, kami kira dia baru mulai menuturkan sejarah umat Ibrani sejak penciptaan alam semesta hingga penghancuran besar terhadap kota Yerusalem. Selanjutnya, kitab Ulangan tersebut dimasukkan ke dalam sejarah itu pada tempatnya.

Bisa jadi juga bahwa alasan penamaan kitab lima dengan kitab Musa karena secara garis besar membahas kehidupannya. Jadi dinamai dengan nama tokoh utama Karena alasan ini juga, kitab keenam dinamai Yosua, kita ketujuh dinamai Hakim-Hakim, kedelapan dinamai Rut kesembilan dan barangkali juga kesepuluh dinamai Samuel kesebelas dan keduabelas dinamai Raja-Raja.

Selanjutnya, masalah: "Ezrakah yang tera menulis kitab ini dan menyempurnakannya sesuai dengan keinginannya?" akan kami tangguhkan sampai bab berikutnya.

 

 


 

Catatan :

43). Kahin dari keluarga Saduki. Keturunan Harun. Pemimpin bangsa Israel yang kembali dari Babel. Pemah menjadi pegawai pemerintah Pesia. Diberi tugas untuk mengurusi orang Yahudi (Ezra 7:12). Penulis yang sangat teliti dan kuat iman. Pernah menulis catatan tentang sejarah Yahudi yang dituturkan kembali oleh pcnulis kitab Tawarikh setelah dilakukan beberapa perubahan. Ezra menulis catatan itu untuk mengembalikan iman ke dalam diri saudara sebangsanya.

Pada tahun 398 setelah meminta izin dari raja Persia pergi ke Yerusalem bersama ribuan orang. Oleh raja dia diberi wewenang penuh untuk menerapkan syariat Musa sebagai undang-undang negara (Ezra 7:25, 26). Setelah itu wilayah Yehuda pun bersatu. Di Yerusalem dia menetapkan dua undang-undang: Pertama. membaca syariat (Nehemia 8:1-12). Kedua, melarang kawin campur (Ezra fasal 9).

44). Raja-Raja 25:27 Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin, raja Yehuda dibuang, dalam bulan yang kedubelas, pada tanggal dua puluh tujuh bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan rnelepaskanya dari penjara.

45). "... ia boleh mengganti pakaian penjaranya dan boleh selalu makan roti di hadapan raja selama hidupnya. Dan tentang belanjanya, raja selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya. (II Raja-Raja 15: 29, 30).

46). Ezra 7:10: Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan antara orang Israel.

47). Ezra 7:6: Ezra ini berangkat pulang dari Babel. la adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang dberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia.

48). Ulangan 2:3,4: Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara. Perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sebentar lagi kamu akan berjalan melalui daerah saudara-saudaramu, bani Esau, yang diam di Seir, mereka akan takut kepadamu. Tetapi hati-hatilah sekali.

49). Ulangan 10:6-9: Maka orang Israel berangkat dari Beerot Bene-Yaakan ke Mosera: di sanalah Harun mati dan dikuburkan: lalu Eleazur, anaknya, menjadi imam menggantikan dia. Dari sana mereka berangkat ke Gudgod, dan dari Gudgod ke Yotbata, suatu daerah yang banyak sungainya. Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN, untuk bertugas melayani TUHAN dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai sekarang. Sebab itu suku Lewi tiduk mempunyai bagian milik pusaka bersama­-sama dengan saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang difirmankan kepadanya oleh TUHAN, Allahmu.

50). Ulangan 10:5 Lalu aku turun kembali dari atas gunung, dan aku meletakkan loh-loh itu ke dalam tabut yang telah kubuat: dan di situlah tempatnya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku.

51). Ulangan 9:20 Juga kepada Harun TUHAN begitu murka, hingga Ia mau membinasakannya; maka pada waktu itu aku berdoa untuk Harun juga.

52). Ada dua redaksi dari sepuluh firman ini. Yang satu pendek, tersebut dalam kitab Kejadian (20:1-17) dan yang lain panjang, tersebut dalam kitab Ulangan (5:6-21). Kemungkinan besar perpanjangan itu disebabkan oleh penjelasan-penjelasan yang disisipkan kemudian. Adapun naskah aslinya mendekati redaksi berikut ini:

  1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku

  2. Jangan membuat patung!

  3. Jangan bersumpah atas nama Tuhanmu dengan batil!

  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat!

  5. Hormati ayah dan ibumu!

  6. Jangan membunuh!

  7. Jangan berzinah!

  8. Jangan mencuri!

  9. Jangan memberikan saksi dusta!

  10. Jangan mengingini isteri, hamba laki-laki, hamba perempuan lembu atau keledai kerabatmu!

Adapun sepuluh iirman yang tersebut dalam kitab Keluara dan Ulangan adalah seperti berikut:
 

Keluaran 20:3-17   

Ulangan 5:7-21

20:3 Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku
 

5:7 Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku
 

20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
 

5:8 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
 

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
 

5:9 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
 

20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah­perintah-Ku.
 

5:10 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu­ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
 

20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama­Nya dengan sembarangan.
 

5:11 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama­Nya dengan sembarangan.
 

20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
.
.
 

5:12 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN. Allahmu.
 

20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
 

5:13 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
 

20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu: maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
.
.
.
 

5:14 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu: maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hamhamu perempuan berhenti seperti engkau juga.
 

20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
.
.
 

5:15 Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung: itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.
 

20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

.

.
 

5:16 Hormaatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
 

20:13 Jangan membunuh.
 

5:17 Jangan membunuh.
 

20:14 Jangan berzinah.
 

5:18 Jangan berzinah.
 

20:15 Jangan mencuri.
 

5:19 Jangan mencuri.
 

20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
 

5:20 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
 

20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

.
 

5:21 Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.
 

 

 

KRITIK BIBEL