KRITIK BIBEL

 

 

BAB III:
Kodivikasi Vs Penulisan

 

Telaah lain mengenai kitab-kitab yang sama, apakah Ezra adalah orang terakhir yang merumuskannya? Apakah catatan-catatan yang ada di pinggir manuskrip-manuskrip Ibrani adalah aneka ragam bacaan?

 

 

Tampak jelas dari teks-teks yang sama dengan yang kita nukil dalam fasal lalu untuk mendukung pandangan kita, bahwa pencarian penulis asli yang akan kita lakukan dalam fasal ini sangat diperlukan dalam memahami teks-teks itu. Tanpa pencarian ini, teks-teks tersebut tampak tak jelas. Sebetulnya masih banyak tema lain dari Alkitab yang layak diperhatikan, namun menyebarnya mitologi telah menghalangi masyarakat umum untuk memperhatikannya.

Adapun tema pokok dalam fasal ini adalah bahwa Ezra (yang kami anggap sebagai penulis asli, selama tidak ada orang yang menemukan penulis lain dengan dalil yang lebih kuat) ternyata bukan perumus terakhir dari riwayat­riwayat yang terkandung dalam kitab-kitab itu. Yang dia lakukan hanya mengumpulkan riwayat-riwayat yang ada pada penulis-penulis lain. Kadang-kadang hanya menyalin dan mentransmisikan kepada generasi selanjutnya seperti apa adanya, tanpa diperiksa ulang atau ditertibkan lebih dulu. Selanjutnya kami tidak bisa menduga sebab apa saja yang menghalangi dirinya untuk menyempurnakan pekerjaannya ini dengan seluruh perhatiannya (jika bukan mati muda). Tetapi, meski karangan-karangan para penutur terdahulu telah hilang, potongan-potongan yang tersisa hingga kini membuktikan hal itu dengan sangat jelas.

Misalnya kisah Hizkia yang dimulai dari ayat 17 fasal 18 dari kitab II Raja-Raja merupakan salinan dari kisah Yesaya yang dinukil dalam kitab raja-raja Yehuda. Dalam kitab Yesaya yang terkandung dalam kitab Raja­raja Yehuda itu (lihat II Tawarikh, fasal 32 satu ayat sebelum akhir)1) kisah ini bisa kita baca secara lengkap dengan redaksi yang ada di dalam kitab Raja-Raja, kecuali beberapa pengecualian yang sangat jarang.2) Tetapi, meskipun jarang, pengecualian-pengecualian itu telah menunjukkan adanya beberapa versi bacaan kisah Yesaya yang digabungkan satu sama lain. Kecuali, jika kita lebih memilih untuk bermimpi tentang adanya rahasia-rahasia dalam masalah ini. Dari sisi lain, fasal terakhir dari kitab I Raja-Raja ini juga tersebut dalam fasal terakhir dari kitab Yeremia.3)

Kita juga mendapatkan fasal 7 dari kitab II Samuel disebutkan lagi dalam kitab I Tawarikh (fasal 17).4) Meski begitu, banyak terdapat perbedaan redaksi dalam beberapa paragrapnya. Hal itu membangkitkan rasa heran5) dan

akhirnya memaksa kita untuk meyakini bahwa dua fasal itu dinukil dari dua versi yang berbeda dari kisah Natant.6)

Terakhir, kita mendapatkan silsilah keturunan rajaraja Edom seperti tersebut dalam kitab Kejadian, fasal 367) mulai dari ayat 31 disebut lagi dengan redaksi yang sama dalam kitab I Tawarikh (fasal 1) ,8) meskipun dapat dipastikan bahwa penulis kitab ini menukil dari para penutur lain, bukan dari sandangkan kepada Ezra.

Selanjutnya, tidak diragukan lagi, jika kita masih mempunyai tulisan-tulisan para penutur itu, kita akar memecahkan masalah itu dengan mudah. Tetapi, karena tulisan-tulisan itu telah hilang, kita hanya bisa meneliti riwayat-riwayat itu sendiri dari sisi susunannya rangkaiannya, pengulangannya dengan beberapa perubahan dan perbedaannya dalam menentukan tahun. Jika hal ini telah selesai kita lakukan akan sangat mudah bagi kita untuk menilai masalah-masalah lain.

Dengan demikian, marilah kita memeriksa riwayat riwayat itu, atau paling tidak riwayat-riwayat yang utama. Mari memulainya dari kisah Yehuda dan Tamar9) yang dibuka oleh penutur dalam kitab Kejadian (fasal 38) demikian: Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara saudaranya. Terlihat dengan jelas bahwa waktu yang tersebut di sini berhubungan dengan waktu lain yang dia

sebutkan sebelum itu. Bukan waktu yang dibicarakan oleh kitab Kejadian tepat sebelum itu. Sebetulnya, waktu yang membentang dari kedatangan Yusuf di Mesir untuk yang pertama kalinya hingga kepergian Yakub bersama segenap keluarganya ke sana tidak lebih dari dua puluh dua tahun. Yusuf berumur tujuh belas tahun, saat dijual oleh saudara­saudaranya dan tiga puluh tahun saat dikeluarkan Firaun dari penjara. Jika kita tambahkan kepada tiga belas tahun ini, tujuh tahun kemakmuran dan dua tahun paceklik jumlahnya menjadi dua puluh dua tahun. Meski begitu, seseorang tidak akan bisa membayangkan semua kejadian dalam waktu yang sangat singkat itu. Yang kami maksudkan adalah Yehuda menjadi ayah dari tiga anak dari satu-satunya perempuan yang dia kawini, perkawinan anak sulungnya dengan Tamar setelah mencapai usia kawin, perkawinan Tamar dengan anak keduanya setelah anak pertamanya meninggal dan setelah kematian anaknya yang kedua ini, yakni setelah dua perkawinan dan dua kematian ini, Yehuda menggauli bekas isteri dua anaknya tanpa dia ketahui dan melahirkan dua anak kembar yang salah satunya juga sudah menjadi bapak dalam waktu yang sangat singkat itu. Karena merupakan sesuatu mustahil jika semua kejadian itu terjadi dalam waktu sangat singkat yang tersebut dalam kitab Kejadian harus dikembalikan ke waktu lain yang sebelumnya telah dibicarakan oleh kitab lain. Dari situ, kisah ini pasti dinukil oleh Ezra lalu dimasukkan ke dalam teks begitu saja tanpa diperiksa kembali.

Bahkan tidak hanya dalam fasal ini saja. Sebaliknya berlaku bagi semua kisah Yusuf dan Yakub. Karena sebab ini harus diakui bahwa kisah-kisah itu disimpulkan dan dinukil dari beberapa orang penutur dengan bukti adanya perbedaan-perbedaan antarbanyak bagiannya. Misalnya dalam kitab Keluaran, dituturkan bahwa Yakub saat dibawa Yusuf menghadap Firaun untuk yang pertama kali, usianya sudah seratus tiga puluh tahun.10) Jika kita kurangi dua puluh tahun kesediahannya atas hilangnya Yusuf, tujuh belas tahun umur Yusuf saat dijual oleh saudara-saudaranya dan tujuh tahun Yakub melayani Rahel,11) kita akan mendapatkan bahwa usianya sudah sangat lanjut (yakni delapan puluh empat tahun) saat mengawini Lea.12) Disisi lain, usia Dina13) baru sekitar tujuh tahun saat diperkosa oleh Syakim, umur Simeon14) dua belas tahun dan umur Lewi15) sekitar sebelas tahun ketika mereka menghancurkan kota yang disebutkan dalam Kejadian dan membunuh semua penduduknya dengan pedang.16)) Selanjutnya, kita tidak perlu membahas seluruh isi Pentateukh, anakhronisme (kekacauan penempatan waktu) dan pengulangan yang terus-menerus dari kisah-kisah yang sama disertai perubahan yang terkadang sangat serius, untuk bisa menerima bahwa kita sedang berada di depan kumpulan teks yang bertumpuk-tumpuk yang jika diperiksa dan ditertibkan akan mudah dibaca. Hal ini tidak hanya berlaku pada Pentateukh saja, tetapi juga berlaku pada seluruh riwayat yang terkandung dalam tujuh kitab yang lain hingga penghancuran kota Yerusalem. Semua itu adalah riwayat-riwayat yang dikumpulkan dengan cara yang sama. Siapa di antara kita yang tidak merasakan bahwa ketika membaca fasal 2 dari kitab Hakim-Hakim mulai dari ayat 6, sudah berada di depan penutur baru? Yaitu penutur yang sebelumnya sudah menuliskan sejarah lama Yosua. Kata-katanya dinukil seperti apa adanya. Coba perhatikan, setelah menceritakan kematian dan penguburan Yosua pada fasal terakhir dari kitabnya,17) si penutur pertama berjanji di awal kitab I Hakim-Hakim akan menceritakan kejadian-kejadian setelah kematian Yosua.18) Dengan demikian jika penutur ini ingin meneruskan alur ceritanya, bagaimana mungkin dia menghubungkan janji yang baru saja dia ucapkan ini dengan kisah yang dimulai dengan kehidupan Yosua sendiri?19)

Fasal 17, 18 dan seterusnya dari kitab Samuel juga dinukil dari penutur yang berbeda dari penutur fasal-fasal sebelumnya. Penutur baru ini mengemukakan tafsiran yang berbeda dengan tafsiran fasal 16 atas pulang-pergi Daud ke istana Saul untuk yang pertama kali. Menurutnya Saul tidak memanggil Daud karena saran para menterinya (sebagaimana tersebut dalam fasal 16). Sebaliknya, Daud dikirim sendiri oleh ayahnya ke kemah, tempat saudara­saudaranya, dan secara kebetulan Saul melihatnya bisa mengalahkan orang Filistin Goliat. Sejak itu, Daud pun berada di istana Saul.20)

 

lanjut >

 


 

Catatan :

1). II Tawarikh: 32:32: Selebihnya dari riwayat Hizkia dan perbuatan-perbuatannya yang setia, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam penglihatan nabi Yesaya bin Amos, dalam kitab raja-raja Yehuda dan Israel.

Kisah Hizkia adalah kisah menceritakan Hizkia raja Yehuda dan raja Asyur, ketika yang terakhir ini mengerahkan tentara untuk menguasai Yerusalem. Setelah Yesaya meminta petunjuk Tuhan. Hizkia memutuskan untuk tidak menyerah, maka pada malam itu keluarlah Malaikat TUHAN, lalu dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan harinya pagi-pagi tampaklah, semuanya bangkai orang-orang mati belaka! (II Raja-Raja 18:17-37, 19:1-35). Yaitu kisah yang sama dengan yang tersebut dalam kitab Yesaya (36, 37)

2). Misalnya, kita membaca di kitab II Raja-Raja (18:20): Engkau telah mengatakan tetapi hanya ucapan dua bibir. Sementara dalam kitab Yesaya (36:5) kita membaca: Engkau telah mengatakan bahwa siasat dan kekuatanmu untuk berperang itu hanya ucapan dua bibir. Contoh lain, kita membaca dalam ayat 22: Dan apabila kamu sekalian berkata kepadaku dengan bentuk jamak, sementara dalam Yesaya dalam bentuk tunggal. Dalam kitab Yesaya tidak terdapat kata­kata yang tersebut dalam ayat 32 dari fasal yang sama: negeri yang beroti dan berkebun anggur, suatu negeri yang berpohon zaitun, berminyak dan bermadu; dengan demikian hiduplah dan jangan mati! Jadi ada berbagai macam redaksi yang tidak bisa dipilih orang. (Sp)

3). Fasal terakhir (dua puluh lima) dari kitab Il Raja-Raja menceritakan pendudukan Nebukadnezar, raja Babel atas Yerusalem, sama dengan yang terdapat dalam fasal terakhir (lima puluh dua) dari kitab Yeremia.

4). Fasal tujuh dari kitab II Samuel menceritakan sesak hati Daud terhadap rumah lamanya dan memanggil Natan agar meminta petunjuk Tuhan untuk membangun rumah baru. Berarti dengan kisah yang tersebut dalam fasal tujuh belas dari kitab I Tawarikh.

5). Misalnya kita membaca dalam kitab ll Samuel (7:6): Aku tidak pernah diam dalam rurnah... tetapi aku selalu mengemhara dalam kemah dan kediaman. Sementara itu dalam kitab I Tawarikh (17:5) kita membaca: tetapi Aku mengembara dari kemah ke kemah, dan dari naungan ke naungan. Ada beberapa kata yang diganti.

Contoh lain, dalam ayat 10 dari fasal yang sama dari kitab II Samuel. kita membaca: dan menanamkannya sementara dalam kitab I Tawarikh (17:9), kita membaca: dan memecahkannya. Selain itu masih banyak lagi perbedaan lain yang lebih serius yang dapat ditemukan dengan satu kali bacaan oleh orang yang tidak terlalu buta atau bodoh. (Sp)

6). Natan adalah seorang nabi yang hidup sezaman dengan Daud. Antara keduanya terjalin hubungan yang sangat erat. Kitab Samuel memberikan tiga gambaran mengenai Natan dan Daud ini. Pertama, konsultasi Daud kepadanya mengenai pembanguan rumah Tuhan (II Samuel 7:1-17). Kedua, keluhan Natan tentang Uria dan Batsyeba (Daud membunuh Uria dan mengawini istrinya. Dari hubungan ini Batsyeba melahirkan anaknya Salomo). Ketiga, dukungannya atas pengangkatan Salomo sebagai penggantinya.

7). Ayat ini hanya mcnunjukkan waktu dijualnya Yusuf. Itu pun tidak bisa diketahui dari konteksnya saja tetapi juga dari umur Yehuda yang pada waktu itu maksimal mencapai dua puluh dua tahun. jika tahun-tahun dalam kisah fasal lalu itu bisa dihitung. Dan ternyata memang demikian, dalam fasal 29 ayat terakhir dari kitab Kejadian, Yehuda lahir pada tahun 10 sejak Yakub mulai mengabdikan diri kepada Laban. sedang Yusuf lahir pada tahun 14. Karena saat dijual, Yusuf berumur 17 tahun, dengan demikian umur Yehuda pada waktu itu tidak lebih dari dua puluh satu tahun. (Sp)

8). Kitab Kejadian 36:31-39 menceritakan nama-nama raja-raja Edom, yaitu: Bela, Yobab, Husyam, Hadad, Samla, Saul, Hanan dan Hadar. Setelah menyebutkan nama menyebutkan kotanya tempat memerintah. Teks ini juga bisa kita temukan di dalam kitab I Tawarikh (1:43-50).

9). Kisah Yehuda dan Tamar disebutkan dalam fasal 38 . kitab Kejadian. Tamar adalah isteri anak Yehuda, menurut beberapa Yahudi yang membicarakan asal-muasal suku Yehuda, Tamar adalah isteri Er. Setelah suaminya meninggal, dia dikawini oleh Onan (menurut undang-undang seorang saudara harus mengawini isteri saudaranya yang sudah meninggal). Namun Onan tidak mau melahirkan darinya. Akhirnya dia juga mati. Anak ketiga Yehuda yang seharusnya mengawini Tamar tidak mau mengawininya karena takut dimatikan oleh Tuhan. Untuk itu Tamar dikembalikan ke ayahnya. Tetapi dia membalas dendam. Setelah isteri Yehuda mati, dia menyamar sebagai pelacur dan pergi ke Yehuda. Yehuda pun menggaulinya. Dari hubungan itu, Tamar melahirkan anak kembar Peres (nenek moyang Daud) dan Zerah.

10), Kejadian 47:8,9: Kemudian bertanyalah Firaun kepada Yakub: "Sudah berapa tahun umurmu?" Jawab Yakub kepada Firaun "Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlaih seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing. "

11). Rahel anak perempuan dan isteri tercinta Yakub (Kejadian 29:6 - 31:35), ibu Yusuf dan Benyamin (Kejadian 20:24, 35:16-1 meninggal setelah melahirkan Benyamin.

12). Lea adalah kakak perempuan Rahel dan isteri pertama Yakub. Ibu dari Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda. Isakhar, Zebulon dan  Dina (perempuan) (Kejadian 29, 30).

13). Dina. anak perempuan Yakub dengan Lea. Diperkosa oleh  Syakint. Keluarga Yakub membalas dendam dan menumpas habis seluruh anggota keluarga Syakim. (Kejadian 34).

14). Anak Yakub dan Lea, nama salah satu dari dua belas suku (Kejadian 29:33)

15). Anak ketiga Yakub dan Lea (Kejadian 29:32). Berperangai kasar, bersama saudara-saudaranya membalaskan adik perempuannya, Dina dengan sangat keras (Kejadian 34:25-31).

16). Sebagian orang berpendapat bahwa perjalanan Yakub dari Irak ke Betel memakan waktu sekitar delapan sampai sepuluh tahun. Pendapat ini -dengan tidak mengurangi rasa hormatku kepada Ibnu Ezra- sangatlah bodoh. Saat itu Yakub sangat merindukan kedua orang tuanya yang sudah sangat lanjut usia. Bahkan sangat rindu untuk memenuhi nazar yang diucapkan saat lari dari kakaknya (lihat Kejadian 28:10, 31:3, 35:10). Untuk itu dia berjalan secepat-cepatnya. Bahkan Allah telah mengingatkan nazarnya (lihat 31:3, 13). Selain itu, juga berjanji akan membantu dan memulangkannya ke kampung halaman. Kendati begitu, jika ada sebagian orang yang memberikan alasan untuk dugaan ini, kami pasti setuju. Katakanlah, perjalanan Yakub itu memakan waktu antara delapan sampai sepuluh tahun atau kalau kita mau bisa lebih lama lagi. Dia juga menemukan rintangan yang lebih banyak daripada yang menghadang Ulis (Ulysse) meskipun jaraknya lebih pendek. Namun, yang pasti kita tidak bisa memungkiri bahwa kelahiran Benyamin yang terjadi pada tahun terakhir dari perjalanan ini. Yakni, menurut hitungan mereka, pada tahun kelima belas atau keenam belas setelah kelahiran Yusuf. Saat Yakub meninggalkan Laban, umur Yusuf tujuh tahun. Sementara itu sejak Yusuf berumur tujuh belas tahun hingga Yakub tiba di Mesir, tidak akan lebih dari dua puluh dua tahun sebagaimana kita jelaskan dalam fasal ini. Dengan demikian, saat pergi ke Mesir itu, umur Benyamin paling banter dua puluh empat tiga atau dua puluh empat tahun. Jadi masih muda belia. Namun anehnya sudah beranak dan bercucu (bandingkan Kejadian 46:21 dengan Bilangan 26:38-40) dan I Tawarikh 8 dan seterusnya). Bela anak pertama Benyamin mempunyai dua anak Ared dan Naatnan. Yang lebih aneh lagi adalah pemerkosaan terhadap Dina yang baru berusia tujuh tahun. (Sp)

Kejadian 28:10. Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.

Kejadian 31:13 Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu. "

Kejadian 35:1 Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu. "

Kejadian 31:3 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: "Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan menyertai engkau. "

Kejadian 31:13 Akuluh Allah ... (sudah disebutkan)

Kejadian 46:21 Anak-anak Benyamin ialah Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosh, Mupim, Hupim dan Ared.

Bilangan 26:38-40 Bani Benyamin. menurut kaum mereka, ialah: dari Bela kaum orang Bela: dari Asybel kaum orang Asybel: dari Ahiram kaum orang Ahirum; 26:39 dari Sefufam kaum orang Sefufam dan dari Hufam kaum orang Hufam. Dan unak-anak Bela ialah Ared dan Naaman: dari Ared kaum orang Ared dan dari Naaman kaum orang Naaman.

I Tawarikh 8:1-5 Benyamin memperanakkan Bela, anak sulungnya, Asybel, anak yang kedua, Ahrah, anak yang ketiga, Noha, anak yang keempat dan Rafa, anak yang kelima. Anak-anak Bela ialah Adar, Gera, Abihud, Abisua, Naaman, Ahoah, Gera, Sefufam dan Huram. (Penyebutan ayar-ayat dari penerjernah)

17). Yosua 24:29-33 menceritakan kematian Yasua dan pemakamannya.

18). Hakim-Hakim 1:1. Sesudah Yosua mati, orang Israel...

19). Hakim-Hakim 2:6 Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang lsrael itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu. (Jadi seolah Yosua hidup kembali)

20). Fasal 16 dari kitab I Samuel menceritakan panggilan Saul yang ditujukan kepada Daud:

16:17-19: Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: "Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku." Lalu jawab salah seorang hamba itu, katanya: "Sesungguhnya, aku telah melihat salah seorang anak laki-laki lsai, orang Betlehem itu, yang pandai main kecapi. Ia seorang pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, yang pandai bicara, elok perawakannya; dan TUHAN menyertai dia. " Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu. "

Sedang fasal 17 dan 18 mengemukakan sebab lain:

17:15 Tetapi Daud selalu pergi dan pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Betlehem.

17:31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia.

Adapun Goliat berasal dari suku Refaim. Penduduk lama Kanaan yang terkenal berbadan tinggi (Ulangan 3:11). Tewas di tangan Elhanan (II Samuel 21:19). Bisa jadi Elhanan ini adalah Daud sendiri.

 

 

KRITIK BIBEL