KRITIK BIBEL

 

 

BAB III:
Kodivikasi Vs Penulisan

(lanjutan)

 

< sebelumya

Selanjutnya, hal serupa sepertinya terjadi pada fasal 26 dari kitab yang sama. Si penutur tampaknya menceritakan kisah yang terdapat dalam fasal 24, tetapi dari sumber lain.

Meski begitu mari kita tinggalkan dulu masalah ini dan berpindah ke penghitungan tahun. Fasal 6 dari kitab I Raja-Raja menyebutkan bahwa Salomo membangun kuil pada tahun 480 setelah keluarnya bangsa Yahudi dari Mesir.21) Padahal berdasarkan riwayat-riwayat itu juga kita menyimpulkan jumlah tahun yang jauh lebih besar.

 

Lebih jelasnya mari kita lihat tabel berikut ini:

 

1.

Musa memerintah bangsa di padang pasir

40 tahun

2.
.

Yusuf dan beberapa penutur lain menceritakan bahwa masa pemerintahan Yosua yang hidup selama seratus sepuluh tahun tidak labih dari

26 tahun

.

3.

Kusyan-Risyataim22) menjajah bangsa Israel

8 tahun

4.

Otniel anak Kenas23) mejadi hakim24)

40 tahun

5.

Eglon,25) raja Moab memerintah umat Israel

18 tahun

6.

Ehud dan Samgar menjadi hakim

30 tahun

7.

Yabin,26) raja Kanaan menundukkan umat Israel lagi   

20 tahun

8.

Bangsa Israel hidup damai

40 tahun

9.

Dijajah orang Midian27)

7 tahun

10.

Hidup aman dibawah pemerintahan28) Gideon

40 tahun

11.

Diperintah oleh Abimelekh29)

3 tahun

12.

Tola bin Pua bin Dodo30) menjadi hakim

23 tahun

13.

Yair

22 tahun

14.

Bangsa Israel dijajah lagi oleh orang Filistin dan bani Amon 32)

18 tahun

15.

Yefta33)  menjadi hakim

6 tahun

16.

Ebzan 34) dari Betlehem 

7 tahun

17.

Elon 35) orang Zebulon

10 tahun

18.

Abdon 36) orang Piraton 

8 tahun

19.

Bangsa Israel dijajah orang Filistin lagi.37)

40 tahun

20

Simson38) menjabat hakim39)

20 tahun

21

Eli 40)  

40 tahun

22

Bangsa Israel dijajah orang Filistin lagi sebelum dibebaskan oleh Samuel41)

20 tahun

23.

Daud jadi raja 

40 tahun

24.

Salomo sebelum membangun kuil 

4 tahun

Jadi, jumlah tahun-tahun yang telah berlalu itu sama dengan        580 tahun

Selain itu masih ditambahkan lagi tahun-tahun kejayaan negara Ibrani setelah kematian Yosua hingga dikalahkan oleh Kusyan-Risyataim. Menurut kami, tahun­tahun itu cukup banyak. Sebenarnya, kami tidak mempercayai bahwa tepat setelah kematian Yosua, semua orang yang pernah melihat mukjizat-mukjizat itu mati dalam seketika atau penerus-penerusnya meninggalkan syariat secara serentak dan terjatuh dari puncak tertinggi keutamaan ke jurang kelemahan dan segala jenis perbuatan jahat. Sebagaimana juga tidak bisa mempercayai bahwa Kusyan-Risyataim muncul hanya untuk menundukkan mereka. Setiap tahap kemerosotan itu memertukan waktu paling tidak satu generasi. Tidak diragukan lagi bahwa waktu-waktu itu telah diringkas oleh Alkitab. Misalnya sejarah panjang yang tersebut dalam fasal 2 ayat 7 dan 9 dari kitab Hakim-Hakim 42)   tidak diceritakan sama sekali.

Selanjutnya harus ditambahkan juga tahun-tahun waktu Samuel menjadi hakim yang jumlahnya tidak disebutkan oleh Alkitab. Demikian pula dengan tahun-tahun pemerintahan Saul. Tahun-tahun itu tidak kami sebutkan dalam tabel lalu karena tidak bisa didapatkan informasi yang cukup tentang itu dari kisahnya. Dalam fasal 13 ayat 1 dari kitab I Samuel disebutkan bahwa dia memerintah selama dua tahun. Tetapi ayat ini kurang, ada yang hilang. Dari kisah yang sama itu pun kita bisa menyimpulkan jumlah tahun yang lebih besar. Tidak diragukan, bahwa barangsiapa memiliki pengetahuan awal mengenai bahasa Ibrani akan bisa memastikan bahwa ayat itu kurang. Ayat itu dibuka demikian: Saul berumur tahun saat memerintah, dan memerintah orang Israel selama dua tahun. 43)   Sekarang kami bertanya-tanya, "Siapa dari kita yang tidak melihat bahwa ayat itu telah menghapus umur Saul saat naik takhta menjadi raja?" Terlepas dari itu semua, kisah Saul sendiri juga mendorong kita untuk mengakui adanya jumlah tahun yang lebih besar. Menurut perkiraan kami, tidak ada yang meragukan hal itu. Dalam fasal 27 ayat 7 dari kitab yang sama44)   kita mendapatkan bahwa Daud berdiam selama setahun empat bulan di tengah-tengah orang Filistin untuk menghindari Saul. Dengan demikian, menurut hitungan itu, kejadian-kejadian lain dalam pemerintahan Saul, seharusnya terjadi pada delapan bulan yang tersisa itu. Siapa yang bisa mempercayai hal ini? Oleh karena itu, Yusuf (sang sejarawan) telah meralat teks ini dalam buku ketiga dari Sejarah Kuno dengan menyebutkan, "Saul memerintah selama delapan belas tahun pada saat Samuel masih hidup dan dua tahun lagi setelah kematiannya." Apa pun yang terjadi, seluruh kisah yang tersebut dalam fasal 13 ini sama sekali tidak sejalan dengan alur cerita dari teks yang sebelumnya. Pada akhir fasal 7, dikisahkan bahwa orang-orang Ibrani berhasil mengalah-telakkan orang­orang Filistin sehingga membuat mereka tidak berani menyeberangi batas negara Israel selama Samuel masih hidup. Namun alur ini segera berubah pada fasal 13. Di situ, orang Filistin diceritakan telah menyerang orang Ibrani (pada masa Samuel) dan menimpakan penderitaan dan kemelaratan yang sangat dahsyat hingga membuat mereka tidak mempunyai senjata dan peralatan yang dia buat45)    Maka dari itu, betul-betul suatu pekerjaan yang

 

melelahkan jika ada orang yang berusaha untuk memadukan semua kisah yang ada di dalam kitab I Samuel agar tampak seperti ditulis dan disusun oleh satu orang. Tetapi sekarang kami akan kembali ke pembahasan semula dan mengatakan, "Dengan demikian, kita harus menambahkan masa pemerintahan Saul ke dalam tabel hitungan tahun yang telah kita buat tadi." Sebaliknya, kami tidak akan menambahkan tahun-tahun terjadinya kekacauan di kalangan orang Ibrani karena Alkitab sendiri tidak menentukannya secara jelas. Dalam kata lain, kami tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan peristiwa ­peristiwa yang tersebut dalam fasal 17 hingga akhir kitab Hakim-Hakim46)   itu. Dari semua ini kita menarik kesimpulan dengan amat jelas bahwa kita tidak bisa membuat hitungan waktu yang tepat untuk tahun-tahun itu dengan menggunakan riwayat-riwayat itu juga. Penelaahannya pun tidak akan membuat kita menerima kebenaran salah satu darinya, sebaliknya hanya memberikan beberapa dugaan yang berbeda-beda. Jadi, kita harus menerima bahwa riwayat-riwayat itu adalah kumpulan cerita yang diambil dari banyak penulis yang dikumpulkan sebelum ditertibkan dan diperiksa ulang.

Selain itu tampaknya juga ada kontradiksi serius dalam penentuan tahun antara kitab Sejarah Raja-raja Yehuda dan Sejarah Raja-raja Israel. Kitab Sejarah Raja­raja Israel menyebutkan bahwa Yoram bin Ahab memulai pemerintahannya pada tahun kedua dari pemerintahan Yoram bin Yosafat (lihat II Raja-Raja 1:17).47)    Sementara itu, disebutkan dalam kitab Sejarah Raja-raja Yehuda bahwa Yoram bin Yosafat memulai pemerintahannya pada tahun kelima dari pemerintahan Yoram bin Ahab (lihat 8:16 dari kitab yang sama).48)  

Selanjutnya jika kita ingin membandingkan riwayat­riwayat yang tersebut dalam kitab Tawarikh dengan riwayat-riwayat yang tersebut kitab Raja-Raja akan kita dapatkan kasus-kasus kontradiksi serupa. Kami rasa kita tidak perlu lagi menyebutkan kasus-kasus kontradiksi ini. Sebagaimana juga tidak perlu menyebutkan penjelasan­ penjelasan para penulis yang berusaha memadukan riwayat riwayat itu, seperti para robi (imam) yang mengigau sepanjang hari atau para ahli tafsir yang bermimpi lalu membuat penjelasan-penjelasan yang merusak bahasa itu sendiri. Misalnya, ketika disebutkan dalam kitab II Tawarikh: "Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja" ada penafsir yang menyangka bahwa tahun-tahun yang empat puluh dua itu dimulai dari pemerintahan Omri, bukan dari kelahiran Ahazia.49)  Jika ada orang yang bisa membuktikan bahwa tafsiran ini memang yang dimaksudkan oleh penulis kitab Tawarikh, kami tidak akan ragu-ragu untuk mengatakan bahwa dia itu tidak tahu bagaimana harus berbicara. Selanjutnya, dengan cara yang sama, para ahli tafsir itu mengarang banyak penjelasan yang memaksa kami untuk mengatakan -jika penjelasan­penjelasan itu benar- bahwa para pendahulu Ibrani tidak memahami bahasa mereka sama sekali, juga tidak mempunyai gambaran tentang perangkaian sebuah riwayat.

Juga memaksaku untuk mengakui tidak adanya suatu metode atau kaedah untuk menafsirkan kitab suci. Sebaliknya, mereka bisa mengarang apa saja sesuai dengan hawa nafsu mereka.

Sampai di sini jika masih ada orang yang menganggap bahwa kami hanya berbicara dengan cara yang sangat global dan tanpa dasar yang cukup, kami memohon kepadanya untuk sedikit memeras tenaga kemudian menunjukkan kepada kita susunan yang pasti dari riwayat-riwayat itu. Sebuah susunan yang bisa diikuti oleh para penutur dalam menulis sejarah sehingga tidak terjerumus ke dalam kesalahan yang cukup fatal. Setanjutnya, karena susunan itu pula, seseorang saat menafsirkan dan memadukan banyak riwayat, harus memperhatikan ungkapan, struktur, cara meghubungkan pembicaraan, lalu memberikan penjelasan yang bisa kita tiru dalam tulisan-tulisan kita.50)  Kami siap menunduk dengan khidmat untuk memberikan hormat kepada orang yang bisa mengemban tugas ini. Bahkan kami sanggup menyamakannya dengan Apolo sendiri. Tetapi ternyata tidak bisa menemukan orang yang melakukan usaha ini meskipun sudah kami cari dalam waktu yang cukup lama. Kami tambahkan juga bahwa kami menulis ini setelah perenungan yang panjang. Lalu, karena sejak kecil kami sudah kenyang dengan pendapat-pendapat yang umum mengenai kitab suci, mustahil rasanya bagi kami jika tidak sampai kepada kesimpulan yang sekarang kami capai.

 

lanjut >

 


 

Catatan :

21).  I Raja-Raja 6:1 Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar duri tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Snlomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN.

22). Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia. Menjajah tanah Israel pada Hakim-Hakim selama delapan tahun. Tepati hakim Otniel anak Kenas mengalahkannya dan membebaskan tanah Israel.

23).  Otniel anak Kenas kakak tertua Kaleb. Ikut ambil bagian dalam penyerbuan terhadap kota Hebron (Yosua 15:13-19). Pernah menjadi kepala Hakim-Hakim. Menang atas raja Edom yang memperbudak orang Israel selama delapan tahun (Hakim-Hakim 3:7-11).

24). Imam Levi ben Gerson dan banyak lagi yang lain berpendapat bahwa empat puluh tahun kehidupan merdeka bangsa Ibrani yang diceritakan dalam Alkilab itu berawal dari kematian Yosua, mencakup tahun-tahun pemerintahan Kusyan-Risyataim, juga delapan belas tahun berikutnya, delapan puluh tahun waktu Ehud dan Samgar menjadi hakim dan tahun-tahun perbudakan yang dilalui oleh bangsa Ibrani dalam keadaan merdeka berdasarkan kesaksian Alkitab. Karena Alkitab dengan terus terang memberitahukan jumlah tahun perbudakan dan tahun kemerdekaan serta menceritakan dalam fasal 2 ayat 18 bahwa selama zaman hakim-hakim keadaan orang Ibrani selalu jaya, kita melihat dengan jelas bahwa imam ini -meskipun banyak ilmu- seperti imam-imam lain, berusaha untuk memecahkan masalah dengan cara membetulkan Alkitab, bukan menafsirkannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh orang-orang yang menganggap rekaan Alkitab mengenai jumlah tahun sejak keluar dari Mesir itu hanya mencakup tahun-tahun adanya negara Yahudi yang berdaulat. Menurut mereka. Alkitab tidak bisa memasukkan tahun-tahun kekacauan dan perbudakan karena dianggap tahun-tahun derita dan peralihan kekuasaan. Memang benar, Alkitab tidak menyebutkan masa-masa kacau, namun tidak biasa membuang tahun-tahun perbudakan dari kalendernya. Sebaliknya, Alkitab memberikan kepada kita jumlah tahun-tahun perbudakan itu secara pasti sebagaimana juga memberitahukan jumlah tahun-tahun kemerdekaan. Dengan demikian penafsiran-penafsiran ini hanyalah mimpi di siang bolong. Terlihat jelas bahwa Ezra dalam kitab I Raja-Raja ingin memasukkan tahun­tahun yang berlalu sejak bangsa Ibrani keluar dari Mesir ke dalam bilangan tahun. Hal ini tidak bisa diragukan oleh siapa pun yang mengetahui kitab suci. (Sp)

Levi ben Gerson (1288-1344) adalah ulama Yahudi terbesar di Spanyol pada abad XN. Ahli matematika dan falak. Memliki beberapa penemuan di bidang optik. Menjelaskan banyak kitab Taurat dan karya-karya Ibnu Ruysd. Karya utamanya adalah Milhamot Adonai: Membahas tema-tema filsafat pada abad pertengahan: Allah, penciptaan alam, akal efektif. Jiwa... dan seterusnya.

Ehud bin Gera Al-Benyamini. Salah satu hakim bangsa Israel. Kedal, tapi mampu membunuh Eglon, raja Moab saat menyerahkan hadiah.

Samgar bin Anat salah satu hakim kecil bangsa Israel (Hakim-Hakim 2:31). Konon pernah membunuh 640 orang Filistin dengan jarum. (HH.)


25). Eglon: raja Moab. Menundukkan suku Benyamin dan memaksa mereka untuk membayar upeti. Dibunuh oleh Ehud, hakim kecil (Hakim-Hakim 3:15-26)


26). Yabin: raja Kanaan yang memerintah Hazor (4:17, 23, 24). Menindas orang Israel selama dua puluh tahun. Penemuan  terpentingnya adalah kereta besi (Hakim-Hakim 4:3).

27). Midian adalah kabilah-kabilah badui Arab. Menggembala di sebelah timur teluk Aqabah. Kafilah-kafilah mereka bertolak dari Kanaan selatan ke Mesir (Kejadian 37:28). Musa mengawini anak perempuan seorang kahin Midian. Pemah ada beberapa kabilah dari Midian ini yang berusaha menghalangi gerak maju pasukan Israel saat sampai di dataran Moab. Suatu kali dengan sihir dan pada kali yang lain dengan perusakan (Bilangan 22:7, 25:6-18). Pada masa Hakim ­Hakim mencapai dataran Yizreel.

28). Gideon: hakim agung bangsa Israel pada abad kedua belas sebelum Macehi. Putra Yoas dan kabilah Manasye. (Hakim hakim 8:28)

29). Abimelekh anak Gideon (Hakim hakim 9:22)

30). Tola bin Pua bin Dodo: salah seorang hakim kecil dari kabilah Isakhar. Menduduki jabatan hakim selama dua puluh tiga tahun (Hakim-Hakim 10:1-2)

31). Yair dari Gilead. Menjabat hakim di Israel selama dua puluh dua tahun. Mempunyai tiga puluh orang anak (Hakim-Hakim 10:3­-5). Bukan Yair yang dalam Pentateukh dinamai putra Manasye (Bilangan 32:41, Ulangan 3:14), juga bukan ayah Mordekhai (Ester 2:5), bukan pula ayah Elhanan (II Samue121:19, I Tawarikh 20:5).

32).  Bani Amon: sejumlah kabilah Semit. Dengan Israel mempunyai hubungan kerabat. Mengalahkan Israel pada masa pemerintahan hakim-hakim (Hakim-Hakim 10:8-9).

33). Hakim Israel memerintah selama enam tahun (Hakim­-Hakim 12:7).

34). Ebzan dari Betlehem. Hakim Israel. Memerintah selama tujuh tahun (Hakim-Hakim 12:9)

35).  Elon dari kabilah Zebulon. Hakim Israel yang kesebelas (Hakim-Hakim 12:11). Di Septuaginta namanya Ailwn.

36). Abdon orang Piraton. Seorang hakim Israel pada abad duabelas sebelum Masehi. Menjabat hakim selama delapan tahun (Hakim-Hakim 12:13, 14).

37). Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN: sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya (Hakim-Hakim 13: l ).

38). Simson: hakim bani Israel terakhir. Misinya adalah mempertahankan negara dan agama. Mempersembahkan hidupnya kepada Allah. Tandanya adalah rambutnya yang panjang dan menahan diri dari minuman keras. Inilah rahasia kekuatannya. Kekuatan ini tampak ketika memerangi orang Filistin. Sebaliknya dia sangat lemah di depan wanita. Terutama tiga orang wanita Filistin (Hakim-Hakim 14, 16) hingga membuka rahasia kekuatannya ini kepada salah satu dari mereka, yaitu Delila. Setelah ditawan dan dihina, dia bertobat dan akhirnya memohon kepada Tuhan untuk mengembalikan kekuatannya agar bisa mewujudkan misinya sebelum mati (Hakim-Hakim 16:28).

39). Kita bisa meragukan 20 tahun ini termasuk tahun-tahun aman. Pada waktu yang sama juga tidak bisa menerima jika tahun ­tahun ini termasuk 40 tahun sebelumnya. Yaitu tahun-tahun penjajahan orang Filistin. Yang benar menurut kami adalah bahwa bangsa Ibrani itu terbebas setelah Simson berhasil membunuh orang Filistin sebanyak mungkin. Selanjutnya, dua puluh tahun masa jabatan Simeon ini tidak kami masukkan ke dalam 40 tahun penjajahan Filistin hanya karena Simson lahir sejak orang Filistin menjajah orang Ibrani. Di samping itu Surat Sabat menyebutkan sebuah buku dari Yerusalem yang menyebutkan bahwa Simson memerintah rakyat selama 40 tahun. (Sp)

40). Kahin kuil Silo. Menyambut hangat ibu Samuel saat datang untuk meminta kepada Allah agar dihilangkan kemandulannya. Setelah itu dia pun mengandung dan melahirkan anak laki-laki. Anak ini dipersembahkan ke kuil. Eli menerimanya dengan senang hati dan membimbingnya dalam hubungan pertamanya dengan Allah (I Samuel 1:3). Akhirnya Eli meninggal karena serangan jantung saat mendengar kabar kekalahan orang Israel dari orang Filistin serta kematian kedua anaknya. Hofni dan Pinehas.

41). I Samuel 7:2 Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaurn Israel mengeluh kepada TUHAN.

42). Hakim-Hakim 2:7-10 Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel. Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun: ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas. Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.

43). Dalam Alkitab terjemahan resmi bahasa Indonesia disebutkan demikain: Saul berumur sekian tahun ketika ia menjadi raja; dua tahun ia memerintah atas Israel. Sedang menurut Alkitab versi King James adalah: Saul reigned one year; and when he had reigned two years over Israel:

44).  I Samuel 27:7 Dan lamanya Daud tinggal di daerah orang Filistin adalah satu tahun empat hulan.

45).  I Samuel 7:10-11 itu adalah: Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari ini TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang lsrael. Keluarlah orang-orang Israel dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir Bet-Kar.

Sedang I Samuel 13:22. 23 itu adalah: Sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau lembingpun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih mempunyai. Dan suatu pasukan pengawal orang Filistin telah keluar ke pelintasan gunung di Mikhmas.

46).  Bagian ini menceritakan kisah Nabi Mikha dan peperangan antara Bani Israel dan Bani Benyamin tanpa ada keterangan waktu.

47). II Raja-Raja 1:17 Maka matilah raja sesuai dengan firman TUHAN yang dikatakan oleh Elia. Maka Yoram menjadi raja mengantikan dia dalam tahun kedua zaman Yoram bin Yosafat, raja Yehuda, sebab Ahazia tidak mernpunyai anak laki-laki.

48). II Raja-Raja 8:16 Dalam tahun kelima zaman Yoram, unak Ahab raja Israel--pada waktu itu Yosafat adalah raja Yehuda--Yoram, anak Yosafat raja Yehuda menjadi raja.

49). Omri raja Israel kelima (885-874 S.M.). Pendiri dinasti keempat. Naik takhta setelah raja Zimri membunuh raja Ela. Omri mengepung Tirza. Di dalamnya ada Zimri yang kemudian membakarnya sedang dia sendiri ada di dalamnya (I Raja-Raja 16:15­-18). Setelah itu Omri membangun ibu kota baru. Samaria (880 S.M.). Wilayah kekuasaannya mencakup Moab. Mengawinkan anaknya Ahab dengan Izebel anak Etbaal, raja Sidon. Menyerahkan beberapa kota kepada Benhadad I, raja Damsyik (I Raja-Raja 20:24). Akhirnya, menyelesaikan sengketa perbatasan dengan kerajaan Yehuda. Seorang raja yang tegas sehingga kerajaan Israel pada masanya dinamai rumah Omri.

Ada dua raja bemama Ahazia. Yang pertama, yaitu yang dimaksudkan oleh Spinoza di sini adalah raja Israel kedelapan (853­-852 S.M.). Anak Ahab sekaligus penggantinya. Suatu ketika terjatuh dari jendela lalu mengirim beberapa orang utusan untuk meminta petunjuk dari tuhan Baal-Zebub di kota Filistin, Ekron. Di tengah jalan, para utusan itu berpapasan dengan Nabi Elia yang meramalkan bahwa sang raja tidak akan bangun untuk selamanya (II Raja-Raja 1:1-8). Sedang Ahazia yang kedua adalah raja Yehuda keenam (tahun 841 S.M.), anak Yoram dan Atalya.

 

KRITIK BIBEL