KRITIK BIBEL

 

 

BAB IV:
Kritik Perjanjian Lama

 

Penelitian kitab-kitab lain dalam perjanjian lama dengan cara yang sama

 

Sekarang berpindah ke pembahasan kitab-kitab Perjanjian Lama yang lain. Mengenai kitab Tawarikh satu dan dua, kami tidak akan mengatakan sesuatu yang berarti kecuali bahwa dua kitab itu telah ditulis lama setelah Ezra. Mungkin sesudah Yudas orang Makabe1) membangun kuil. Dalam fasal 9 kitab pertama si penutur bercerita kepada kita tentang keluarga keluarga yang mula-mula tinggal di Yerusalem (yakni pada zaman Ezra). Setelah itu menyebutkan pada ayat 17 nama nama para penunggu pintu gerbang2) yang dua orang dari mereka disebutkan lagi di Nehemia (11:19). 3) ini menunjukkan bahwa kitab-kitab ini ditulis lama setelah renovasi kuil. Kami tidak mengetahui sesuatu yang pasti tentang penulis aslinya, otoritasnya yang harus diakui, manfaatnya dan dogma yang disampaikan. Bahkan kami heran bagaimana kitab-kitab semacam ini dimasukkan ke dalam kumpulan kitab suci sementara kitab Kebijaksanaan Salomo4) dikeluarkan dari kitab-kitab kanonika. Demikian juga dengan kitab Tobit dan beberapa kitab lain yang katanya palsu. Di sini kami tidak bermaksud merendahkan derajatnya. Kalau memang sudah diterima semua orang, kami akan membiarkannya seperti apa adanya.

Mazmur juga dikumpulkan dan dibagi ke dalam lima kitab setelah renovasi kuil5). Philon orang Yahudi6) memberikan kesaksian bahwa Mazmur 88 ditulis pada saat Raja Yoyakhin7) masih berada di dalam penjara Babel, sedang Mazmur 89 ditulis setelah dikeluarkan. Hal ini - menurut kami- tidak akan dia katakan jikalau saja bukan merupakan opini yang mutawatir pada masanya atau tidak dia terima dari para penutur yang terpercaya. Amsal Salomo, menurut kami, juga dikumpulkan pada masa-masa itu juga, atau paling tidak pada zaman Raja Yosia.8) Dalam fasal 24, ayat terakhir, disebutkan: Juga ini adalah amsal­amsal Salomo yanq dikumpulkan pegawai pegawai Hizkia, raja Yehuda. (Amsal 25:1). Selanjutnya, tidak lupa juga untuk menyinggung kecongkakan para imam yang ingin mengeluarkan kitab ini, juga kitab Pengkhotbah dari daftar kitab kanonik. Sebenarnya, mereka boleh saja melakukan hal itu, jika tidak mendapatkan satu ayat pun yang memuat syariat Musa. Namun yang sangat disayangkan adalah bahwa benda-benda suci bahkan yang terbaik itu tergantung kepada pilihan mereka. Memang benar, kami memuji mereka karena telah berkenan mentransmisikan kitab-kitab itu kepada kita. Namun demikian, kami tidak bisa menghindarkan diri dari pertanyaan apakah mereka mentransmisikannya dengan cukup jujur dan bersih. Meski begitu kami tidak ingin meneliti masalah ini lebih teliti.

Oleh karena itu, sekarang kami berpindah ke kitab­kitab para nabi. Setelah menelitinya kami mendapatkan bahwa seluruh nubuat yang dikumpulkan di dalamnya telah diambil dari buku-buku lain kemudian disusun dengan cara tertentu yang tidak selamanya sama dengan susunan yang diikuti oleh para nabi saat bersabda dan menulis. Di samping itu, kitab-kitab ini tidak memuat seluruh wahyu, sebaliknya hanya nubuat-nubuat yang bisa ditemukan di sana-sini. Dengan demikian, kitab-kitab ini hanya memuat penggalan-penggalan para nabi.

Misalnya Yesaya memulai nubuatnya pada masa pemerintahan Uzia sebagaimana dikisahkan oleh penulis

kitab ini pada ayat pertama9) Lalu, menurut penulis ini pula, dia tidak hanya menyampaikan nubuat saja, melainkan juga menulis semua pekerjaan raja itu (lihat II Tawarikh 26:22).10)  Tetapi sayang, kita tidak memiliki tulisan ini. Bahkan, yang masih ada pada kita mengenai tulisan itu pun telah dinukil dari buku Sejarah Raja-raja Yehuda dan Sejarah Raja-raja Israel, seperti telah kita jelaskan pada bagian terdahulu. Setelah itu perlu ditambahkan lagi bahwa nubuat nabi ini -sebagaimana dikatakan oleh para robi- berlangsung hingga masa pemerintahan Manasye,11)  raja yang akhirnya membunuhnya. Dengan demikian, meskipun cerita ini bisa dianggap mitologi, tetapi menunjukkan bahwa mereka tidak menemukan nubuat-nubuat Yesaya secara lengkap.

Hal yang sama juga terjadi pada nubuat-nubuat Yeremia. Nubuat-nubuat yang disusun bak sebuah novel ini juga merupakan kumpulan penggalan-penggalan yang diambil dari buku sejarah yang bermacam-macam. Selain itu juga merupakan perpaduan yang tidak teratur dan tidak memperhatikan urutan sejarah. Cerita yang ada di dalamnya pun banyak yang diulang-ulang. Misalnya, kita mendapatkan fasal 21 menyinggung sebab penangkapan Yeremia12)  yang pertama kali. Saat itu, dia dimintai petunjuk oleh Zedekia13)  lalu meramalkan bahwa kota Yerusalem akan hancur. Selanjutnya penuturan berhenti di sini. Fasal berikutnya, yaitu fasal 22 sudah berganti cerita. Dalam fasal itu Yeremia menyampaikan pidato kepada raja Konya Yoyakhin14) yang memerintah sebelum Zedekia. Ketika itu, Nabi Yeremia meramalkan bahwa dirinya akan ditawan.15) Pada fasal 25, pembicaraan itu mundur lagi ke zaman yang lebih lama, yaitu mengenai wahyu yang diturunkan pada tahun keempat dari masa pemerintahan Yoyakim.16) Peristiwa-peristiwa yang dituturkan dalam fasal-fasal berikutnya malah mundur lagi ke belakang, yaitu tentang wahyu yang dialami oleh Nabi Yeremia pada tahun pertama dari masa pemerintahan raja ini. Demikianlah penumpukan nubuat-nubuat itu terus berlangsung tanpa memperhatikan urutan waktu. Baru pada fasal 38 pembicaraan itu kembali lagi ke kisah yang dimulai pada fasal 21. Seolah lima belas fasal yang terdapat di antara dua fasal itu (21 dan 37) sekadar lanturan saja.17) Konteks pembicaraan yang dimulai pada fasal 38 berkaitan dengan ayat 8, 9 dan 10 dari fasal 21.18) Di tempat ini juga diselipkan kisah penangkapan Yeremia untuk yang terakhir kalinya dengan cara yang jauh berbeda dengan kisah yang terdapat dalam fasal 37. Selain itu juga menuturkan sebab penangkapan yang juga sangat berbeda.19) Dengan demikian, terlihat jelas kepada kita, bagian dari kitab Yeremia ini merupakan kumpulan kisah yang diambil dari berbagai macam sumber. Tidak ada tafsiran lain atas kekacauan ini selain itu. Sedangkar nubuat-nubuat lain yang terdapat dalam fasal-fasal di mana Yeremia menyampaikannya dengan kata ganti orang pertama, telah dinukil dari kitab Barukh yang didiktekan sendiri oleh Yeremia. Kitab ini (sebagaimana terlihat jelas  dalam fasal 36:1) hanya memuat wahyu yang terjadi pada diri nabi ini sejak zaman Yosia hingga tahun keempat dari masa pemerintahan Yoyakim,20) yaitu masa kitab Yeremia memulai perannya. Selain nubuat-nubuat itu, ayat-aya yang tersebut dalam fasal 35 ayat 2 hingga fasal 51 aya 59 juga diambil dari kitab Barukh.21)

Kitab Nabi Yehezkiel juga tidak jauh beda. Dari ayat­ayat pertamanya, tampak jelas bahwa kitab ini merupakan potongan-potongan. Siapa dari kita yang tidak mengetahui bahwa konteks permulaan kitab ini menyebutkan hal-hal yang terjadi di masa lalu kemudian mengikatnya dengan yang akan datang?22) Bukan hanya konteks, tetapi ayat-ayat itu sendiri menyiratkan adanya bagian yang hilang. Misalnya, umur nabi yang sudah mencapai tiga puluh tahun pada awal kitab itu menunjukkan bahwa kisah ini tidak bercerita dari awal kenabian, tetapi terusannya.23) Dan ternyata sang penulis merasakan hal itu juga, dalam kata­katanya yang tersebut dalam ayat 3: " Firman TUHAN kepada imam Yehezkiel anak Busi, di negeri orang Kasdim (Kaldea) di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia." Seolah dia ingin mengatakan, "Kata-kata Yehezkiel yang disebutkan hingga saat itu berhubungan dengan wahyu lain. Berhubungan dengan wahyu yang terjadi pada dirinya sebelum mencapai umur tiga puluh tahun. Di samping itu, dalam buku Sejarah Yahudi Kuno, buku 10, fasal 7, Yusuf, penulisnya menuturkan bahwa berdasarkan nubuat Yehezkiel, Zedekia tidak akan pernah melihat Babel. Tetapi, kita tidak pernah membaca hal semacam ini dalam kitab yang ada di depan kita. Sebaliknya, dalam fasal 17, kita malah mendapatkan Zedekia dihalau sebagai tawanan ke Babel.24)

Mengenai kitab Hosea kita tidak bisa mengatakan secara pasti, bahwa kitab ini pada awalnya jauh lebih panjang daripada kitab yang saat ini memakai namanya. Tetapi kami benar-benar heran mengapa kita tidak mengetahui lebih banyak daripada keterangan kitab itu tentang orang yang pernah hidup selama delapan puluh empat tahun lebih, sebagaimana disaksikan oleh kitab itu sendiri. Tetapi, paling tidak, secara umum kita tahu bahwa orang-orang yang membukukan kitab-kitab para nabi tidak mengumpulkan nubuat semua nabi, sebagaimana juga tidak pernah mengumpulkan seluruh nubuat nabi-nabi yang kita kenal. Misalnya, kita tidak tahu apa-apa mengenai para nabi yang nubuat mereka terus berlangsung pada masa pemerintahan Manasye. Padahal telah disinggung secara global dalam kitab II Tawarikh (33:10, 18, 19).25) Kita juga tidak tahu apa-apa mengenai nubuat dua belas nabi26) yang tersebut dalam Alkitab. Misalnya tentang Nabi Yunus hanya disebutkan nubuatnya mengenai orang Ninive saja, padahal dia juga termasuk nabi bani Israel, sebagaimana kita lihat dalam kitab Raja-Raja (II Raja-Raja 14:25.)27)

Mengenai kitab Ayub dan Ayub sendiri, telah terjadi diskusi yang panjang di kalangan para ahli tafsir. Sebagian mereka berpendapat bahwa kitab ini ditulis oleh Musa, tetapi sekadar kisah fiksi yang digunakan untuk nasihat. Beberapa orang imam mengatakan hal ini. Ibnu Maimun dalam bukunya yang berjudul Moreh Nebuchim juga berpendapat yang mirip dengan hal ini. Kemudian ada yang berpendapat juga bahwa kisah itu adalah kisah nyata. Menurut sebagian dari kelompok yang terakhir ini, dia hidup pada masa Yakub bahkan mengawini anaknya, Dina. Di sisi lain, Ibnu Ezra yang pernah kami sebutkan pada bagian terdahulu, mengatakan bahwa kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani dari bahasa lain. Seandainya saja dia menjelaskan pernyataan itu dengan dalil yang lebih jelas niscaya kita bisa mengetahui bahwa selain bangsa Yahudi juga memiliki kitab suci. Untuk itu kami membiarkan masalah ini menggantung, meskipun kami yakin bahwa Ayub berasal dari luar Yahudi. Penyabar, mula-mula jaya, mengalami cobaan dan akhirnya sangat bahagia. Dalam Yehezkial fasal 14 ayat 14 disebutkan bersama nabi-nabi lain.28) Selanjutnya, kami berpendapat juga bahwa jatuh-bangunnya kehidupan Ayub dan kesabarannya dalam menghadapi segala malapetaka itu memberikan kesempatan lebih banyak untuk membicarakan asuhan (inayah) Allah. Atau paling tidak, telah memberikan kesempatan kepada penulis kitab ini untuk mengarang dialog yang tema dan gayanya tidak tampak berasal dari orang yang menderita, diburu penyakit dan ditimbun debu... tetapi berasal dari orang yang mengkonsentrasikan diri untuk merenung di tempat yang dikhususkan bagi para pujangga. Barangkali, kami cenderung untuk mengatakan seperti Ezra bahwa kitab ini memang diterjemahkan dari bahasa lain karena mengingatkan kita akan sebuah syair non-Yahudi, yaitu disebutkannya bapak segala dewa yang ingin mengadakan pertemuan sebanyak dua kali, tetapi Momos,29) yang di sini dinamakan Iblis menyampaikan firman Allah dengan banyak perubahan... demikian seterusnya. Namun begitu, ini hanya sekadar dugaan yang tidak pasti.

Selanjutnya, mari kita berpindah ke kitab Daniel. Tidak diragukan lagi bahwa kitab ini memuat teks yang ditulis oleh Daniel sendiri mulai dari fasal 8. Adapun tujuh fasal sebelumnya30)  kami tidak tahu dari mana sumbernya. Karena ditulis dalam bahasa Kasdim (Aram) kecuali fasal 1, kita bisa menduga telah diambil dari buku-buku sejarah Kasdim. Kalau saja hal ini bisa dibuktikan dengan jelas, niscaya akan menjadi bukti kuat atas kebenaran ide yang mengatakan bahwa suatu kitab itu dikatakan suci karena dengan perantaraannya, kita bisa mengetahui makna segala sesuatu yang ditunjukkannya, bukan karena kita mengetahui kosa kata, bahasa dan ungkapan-ungkapan yang digunakan untuk menyatakan segala sesuatu itu. Jika hal ini terbukti maka buku-buku akidah atau sejarah yang memuat ajaran-ajaran kebaikan juga bisa dinamakan suci. Apapun bahasanya dan siapa pun bangsa yang dituju. Terlepas dari itu semua, paling tidak kita bisa menyebutkan bahwa fasal-fasal ini ditulis dalam bahasa Kasdim.

 

lanjut >

 


 

Catatan :

1). Perkiraan ini jika kita bisa menamai perkiraan dengan keyakinan- berdasar pada sisa silsilah raja Yekhonya yang tersebut dalam kitab I Tawarikh (f'asal 3). Sisa silsilah itu berlanjut hingga anak-anak Elyoenai yang merupakan generasi ketiga dari Yekhonya. Kita harus menyebutkan juga bahwa raja Yoyakim ini saat ditawan tidak mempunyai anak, dan tampaknya mendapatkan anak saat berada dalam tawanan itu. Hal ini bisa kita duga dari nama-nama yang dia berikan kepada anak-cucunya. Misalnya, Pedaya (yang berarti Allah membebaskan) -yang dalam fasal ini dianggap ayah Zerubabel- lahir pada tahun ketiga puluh tujuh atau ketiga puluh delapan sejak penawanan Yekhonya. Berarti tiga puluh tahun sebelum Koresh memberikan pengampunan kepada orang Yahudi. Dengan demikian, nampaknya, Zerubabel, saat diangkat oleh Koresh untuk menjadi bupati orang Yahudi, berumur tiga belas atau paling banter empat belas tahun. Tetapi kami memilih tidak memhahas masalah ini karena bahaya yang mungkin timbul pada zaman sekarang. Adapun orang yang tercerahkan, cukuplah bagi mereka isyarat sekilas, selanjutnya silakan mengikuti dengan sedikit teliti, silsilah Yekhonya yang tersebut  dalam fasal 3 dari kitab I Tawarikh mulai ayat 17 hingga akhir fasal, kemudian membandingkan naskah bahasa Ibrani dengan naskah Septuaginta (Tujuh puluhan). Mereka akan mengetahui dengan mudah bahwa teks kitab-kitab ini ditulis setelah Yudas Makabe membangun kembali kota Yerusalem, yaitu waktu hilangnya kekuasaan dari tangan cucu-cucu Yekhonya, bukan sebelumnya. (Sp)

Spinoza berpendapat bahwa para imam sengaja menghaptt s keturunan Yoyakhin setelah Elyoenai, kemudian menyandangkan kitab Tawarikh I dan II kepada mereka ini.

Yekhonya adalah nama lain dari Yoyakhin. Raja Yehuda ke-19 (597).

Yudas Makabe adalah anak ketiga Matatias. Setelah ayahnya meninggal memimpin pemberontakan melawan Antiakhus Eupator untuk membebaskan orang Yahudi dan memenangkan banyak pertempuran dengan komandan-komandan raja (I Makabe 3:1-4, 35) Selanjutnya memasuki Yerusalem dan membersihkan rumah Tuhan. Setelah itu, dia meneruskan perlawanannya di Yordania Timur untuk membebaskan orang Yahudi yang ada di sana. Tetapi Lysias malah kembali ke Filistin, mengalahkannya dan menguasai Yerusalem ( I Makabe 6). Setelah berkuasa, Lysias mengangkat Alkimos sebagai imam agung atas persetujuan Hasidim. Akibatnya, orang Yahudi mengumumkan perlawanan terhadap imam baru. Dintitrius I mengutus Bosides untuk melantik imam, tetapi dibunuh oleh orang Yahudi. Alkimus pergi ke Antiokhia. Setelah itu, Dinutrius mengutus panglimanya, Nakanor tetapi dikalahkan oleh Makabe (I Makabe 7:32). Makabe lalu bersekutu dengan Romawi (I Makahe 8). Tetapi pada waktu diutusnya senat Romawi ke Dimitrius. Kidus mengalahkan Yehuda hingga menemui ajalnya.

Koresh: Cyrus, raja Persia dari kabilah Pazargad yang menggabungkan diri ke dalam kabilah-kabilah lain dan membentuk bangsa Persia.

2). Tawarikh 9:1 Seluruh orang Israel telah terdaftar dalam silsilah; mereka tertulis dalam kitab raja-raja Israel, .sedang orang Yehuda telah diangkut ke dalam pembuangan ke Babel oleh karena perbuatan mereka yang tidak.setia.

I Tawarikh 9:17 Penunggu-penunggu pintu gerbang ialah Salum, Akub, Talmon dan Ahiman, dengan sanak saudara mereka; Salum ialah kepala.

3). Nehemia 11:19 Para penunggu pintu gerbang: Akub dan Talmon dengan saudara-saudara mereka yang mengadakan penjagaan di pintu-pintu gerbang, berjumlah seratus tujuh puluh dua orang.

4). Orang Yahudi menolak kitab Kebijaksanaan Salomo karena naskah aslinya berbahasa Yunani, bukan Ibrani.

5). Kira-kira tahun 621 S.M. pada masa pemerintahan raja Yosia (lihat catatan berikut).

6). Philon d'Alexandrie: Filosof Yahudi terkenal. Lahir di Alexandria, Mesir sekitar tahun 20 S.M. dari keluarga kahin. Peristiwa terpenting dalam hidupnya adalah keikutsertaannya dalam delegasi yang dikirim oleh umat Yahudi untuk menemui kaisar Kaligula sekitar tahun 40 S.M. ketika kaisar ini bemiat untuk membuat patung dirinya di kuil Yerusalem.

Karya terpenting Philon adalah tafsiran-tafsiran simboliknya atas kitab Kejadian dan Taurat Musa. Bertujuan untuk menjelaskan keselarasan ajaran-ajaran Alkitab dengan filsafat Yunani. Bahkan menurutnya. filsafat Yunani telah diambil dari wahyu Nabi Musa.

Pengaruh Philon sangat tampak dalam injil-injil dan surat­surat Paulus. Misalnya dalam teori kalimah (firman) dalam Injil keempat. Dan komparasi Paulus antara jasad dan roh atau antara Adam rohani (Almasih) dengan Adam jasadi (Korintus 1, 15:45-49).

7). Cucu Yosia (pen. )

8).  Yosia: raja Yehuda keenam belas (640-609 S.M.). Anak Amon, cucu Manasye. Naik takhta menggantikan ayahnya. Pada tahun 627 S.M. membersihkan kuil Yerusalem dari semua praktek ibadah yang bertentangan dengan agama Yahwe (II Tawarikh 34:3-7). Akhirnya, mati dibunuh oleh Firaun Nekho dalam pertempuran di Megido (II Raja-Raja 23:29, 30).

9). Yesaya 1:1. Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amnos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

10). Il Tawarikh 26:22 Selebihnya dari riwayat Uzia, dari awal sampai akhir, ditulis oleh nabi Yesaya bin Amos.

11).  Manasye: raja Yehuda keempat belas (687-642). Putra Hizkia. Menjadi raja saat berumur dua belas tahun. Mempunyai kebijaksanaan yang berbeda dengan ayahnya. Menyebarkan penyembahan dewa Baal, tentara langit dan banyak dewa-dewa pagan. Untuk dewa-dewa itu dia bangunkan rumah-rumah di dalam rumah Tuhan. Mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api meramal dan membaca bintang-bintang, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal (II Raja-Raja 21:1­19). Mcnindas para pengikut Yahwe. Kemungkinan besar membunuh Yesaya pada masa tuanya (II Raja-Raja 21:16). Pengaruhnya masih tetap hertahan selama empat puluh tahun (Yeremia 7:9, 8:2).

12).  Yeremia 21:4-6 Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya, Aku akan membalikkan senjata perang yang kamu pegang, yang kamu pakai berperang melawan raja Babel dan melawan orang-orang Kasdim yang mengepung kamu dari luar tembok; Aku akan mengumpulkannya ke dalam kota ini. Aku sendiri akan berperang melawan kamu dengan tangan yang teracung, dengan lengan yang kuat, dengan murka, dengan kehangatan amarah dan dengan kegusaran yang besar. Aku akan memukul penduduk kota ini, baik manusia maupun binatang; mereka akan mati oleh penyakit sampar yang hebat.

13). Zedekia raja Yehuda terakhir (597-586). Menggantikan saudara sepupunya, Yoyakhin atas perintah Nebukadnezar setelah pengepungan Yerusalem yang pertama. Kepribadiannya sangat lemah tidak tegas dan masih muda (21 tahun). Memenjarakan Yeremia karena sarannya tidak berkenan di hatinya (Yeremia 37:15). Ketika sekutu negara-negara Filistin dan Mesir melawannya, Nebukadnezar datang dan mengepung Yerusalem selama delapan belas bulan. Setelah meminta saran ke Yeremia lagi dia diberitahu akan jatuh ke tangan raja Babel (Yeremia 37:17, 38:14). Ketika orang-orang Babel tiba di Yerusalem, lari ke Yerikho bersama keluarganya. Namun tertangkap juga dan disembelih beserta segenap keluarganya.

14). Dalam fasal ini disebut Konya bin Yoyakim, kependekan dari Yekhonya, nama lain dari Yoyakhin.

15). Yeremia 22:3 Beginilah firman TUHAN: lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini!

Yerenua 22:5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, dernikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.

Yeremia 22:7 Aku akan menetapkan pemusnah-pemusnah terhadap engkau, masing-masing dengan senjatanya; mereka akan menebang pohon aras pilihanmu dan mencampakkannya ke dalam api.

16). Yeremia 25:1 Firman yang datang kepada Yeremia tentang segenap kaum Yehuda dalam tahun keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, yaitu dalam tahun pertama pemerintahan Nebukadnezar, raja Babel.


17). Spinoza ingin menyebutkan ayat-ayat pertama beberapa fasal dalam kitab Yeremia dan menunjukkan perangkaian yang serampangan, seperti:

37:1 Zedekia bin Yosia menjadi raja menggantikan Konya bin Yoyakim; Nebukadnezar, raja Babel, telah mengangkat dia menjadi raja atas negeri Yehuda.

29:1 Beginilah bunyi surat yang dikirirn oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkat ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel.

30:1 Firman vang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

32:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia dalam tahun yang kesepuluh pernerintahan Zedekia, raja Yehuda; itulah tahun yang kedelapan belas pemerintahan Nehukadnezar.

33:1 Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya:

34:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, ketika Nebukadnezar, raja Babel dan segala tentaranya, segala kerajaan di bumi yang dibawah pemerintahannya, dan segala bangsa berperang melawan Yerusalem dan segala katanya:

35:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia di zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, bunyinya:

36:1 Dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:

18). Fasal 38 dimulai dengan ungkapan seperti berikut ini (1-3): ... perkataan yang tidak henti-henti diucapkan oleh Yeremia kepada segenap orang banyak itu: "Beginilah firman TUHAN: Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini mendapatkan orang Kasdim, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya dan ia telap hidup. Beginilah firman TUHAN: Kota ini akan pasti diserahkan ke dalam tangan tentara raja Babel yang akan merebutnya. "

Ayat-ayat ini sama dengan ayat-ayat yang ada dalam 21 (8­10): 21:8. Tetapi kepada bangsa ini haruslah kau katakan: Beginilah firman TUHAN: "Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian. Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini dan menyerahkan diri kepada orang-orang Kasdim yang mengepung kamu, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya. Sebab Aku telah menentang kota ini untuk mendatangkan kecelakaan dan bukan untuk mendatangkan keberuntungannya, demikianlah firman TUHAN. Kota ini akan diserahkan ke dalam tangan raja Babel yang akan membakarnya habis dengan api. "

19). Fasal 37 (11-15) menceritakan penangkapan Yeremia dengan cara seperti berikut:

11-15 Ketika tentara orang Kasdim itu telah angkat kaki dari Yerusalem oleh karena takut kepada tentara Firaun, maka keluarlah Yeremia dari Yerusalem untuk pergi ke daerah Benyamin dengan maksud mengurus di sana pembagian warisan di antara kaum keluarga. Tetapi ketika ia sampai ke pintu gerbang Benyamin, maka di sana ada seorang kepala jaga yang bernama Yeria bin Selemya bin Hananya: ia menangkap nabi Yeremia sambil berteriak: "Engkau mau menyeberang kepada orang Kasdim!" Dan sekalipun Yeremia menjawab: "Itu bohong, aku tidak hendak menyeberang kepada orang Kasdim!", tetapi Yeria tidak mendengarkan, lalu ia menangkap Yeremia dan membawanya menghadap para pemuka. Para pemuka ini menjadi marah kepada Yeremia: mereka memukul dia dan memasukkannya ke dalam rumah tahanan, rumah panitera Yonatan itu; adapun rumah itu telah dibuat mereka menjadi penjara.

Sedang fasal 38 ayat 6 dan seterusnya menuturkan penangkapan Yeremia dengan cara berikut:

38:6 Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.

20). Yeremia 36:1, 2 Dalam tahun yang keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Ambilah kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu mengenai Israel, Yehuda dan segala bangsa, dari sejak Aku berbicara kepadamu, yakni dari sejak zaman Yosia, sampai waktu ini.

21). Ayat yang pertama (Yeremia 45:2) dengan terus terang menunjukkan hal itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel, tentang engkau, hai Barukh! Pembicaraan ini berakhir pada ayat yang kedua (Yeremia 51:59): Pesan yang diberikan nabi Yeremia kepada Seraya bin Neria bin Mahseya, ketika Seraya pergi bersama-sama Zedekia, raja Yehuda, ke Babel pada tahun yang keempat dari pemerintahannya--Seraya waktu itu adalah kepala perlengkapan.

22). Dari empat ayat pertama yang disebutkan oleh Spinoza, terlihat jelas bahwa tiap ayat dari kitab Yehezkiel itu merupakan permulaan dari teks baru:

1:1 Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah.

1:2 Pada tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang,

1:3 datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di .suna kekuasaan TUHAN meliputi dia.

1:4 Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam; di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.

23). Yehezkiel 1:1 Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat, pada tanggal lima bulan itu, ketika , aku bersama-sama dengan para buangan berada di tepi sungai Kebar, terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah. 

24). Yehezkiel 17:12 "Katakanlah kepada kaum pemberontak: Tidakkah kamu mengetahui apa artinya ini? Katakan: Lihat, raja Babel datang ke Yerusalem dan ia mengambil rajanya dan pemuka­pemukanya dan membawa mereka ke Babel baginya. "

25). II Tawarikh 33:10 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak menghiraukannya.

II Tawarikh 33:18, l9 Selebihnya dari riwayat Manasye, doanya kepada Allahnya, dan ucapan-ucapan para pelihat yang berkata-kata kepadanya dengan nama TUHAN, Allah Israel, sesungguhnya semuanya itu terdapat dalam riwayat raja-raja Israel. Doanya dan pengabulan doanya, segala dosa dan ketidaksetiaannya, semua tempat di mana ia telah membangun bukit-bukit pengorbanan serta mendirikan tiang-tiang berhala dan patung-patung sebelum ia merendahkan diri, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam riwayat para pelihat.

26). Nubuat dua belas nabi adalah dua belas kitab nabi yang ukurannya lebih kecil, yaitu menurut urutan sejarah: Amos, Hosea, Mikha, Zefanya, Nahum, Habakuk. Hagai, Zakharia, Obaja, Yunus, Maleakhi dan Yoel. (H.H)

27).  II Raja-Raja 14:25 Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman TUHAN, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamha-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer.

28). Yehezkial 14:14 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

29). Momos (Momus) dewi Yunani yang menggambarkan tokoh parodi pedas. Putri malam dan saudara perempuan Hesperides. (H.H.)

30). Fasal 8 adalah satu-satunya fasal yang menggunakan kata ganti orang pertama. Daniel 8:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan raja Belsyazar, nampaklah kepadaku. Daniel, suatu penglihatan sesudah yang tampak kepadaku dahulu itu.

Sedang tujuh fasal pertama menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada raja Yoyakim, Nebukadnezar, Belsyazar dan Darius.

 

 

KRITIK BIBEL