THE DEAD SEA SCROLLS

 

 

Pada pertengahan abad 20, sekitar setengah abad yang lalu, terdapat dua penemuan arkeologi yang menggemparkan bagi dunia Kristen. Pertama, penemuan teks Injil Thomas di Nag Hamadi-Mesir pada tahun 1945. Dua tahun setelahnya, 1947, terjadi penemuan kedua berupa gulungan manuskrip di Qumran dekat Laut Mati, yang kemudian dikenal dengan Gulungan Laut Mati (The Dead Sea ScroIIs).

Bagi sebagian orang, dua peristiwa besar ini juga penemuan-penemuan arkeologis Iain yang berkaitan-, terkadang disikapi sebagai peristiwa biasa yang menghiasi majalah dan koran-koran di Barat -di Indonesia informasi tentang haI ini amatlah jarang ditemukan-. Namun jika kita mengikuti perintah Allah dalam al-Qur'an agar kita selalu melihat dan mere­nungkan kejadian di dunia ini, maka dua penemuan itu menjadi hal yang sangat luar biasa, apalagi bagi para pengkaji agama, khususnya bagi mereka yang getol menyuarakan paham pluralisme agama. Sebab dua penemuan tersebut tidaklah berhenti sebatas penemuan arkeologi, namun berlanjut pada kajian-­kajian yang berpengaruh terhadap mainstream kehidupan beragama bagi pemeluk agama tertentu (Kristiani) yang pada gilirannya mempengaruhi hubungan antar agama, khususnya pada kedekatan pemahaman teologis.

 


Naskah Laut Mati

Diterjemahkan dari Judul Asli

Makhtutat al Bahri al Mayit

Karya : Ahmad Osman
Copyright
Maktabatu as Syuruq, Cairo, 1996

Alih Bahasa:
Salim Rusydi Cahyono, Lc.
Amanullah Halim

Penyunting:
Zainul Muttaqin
Setting/Layout : Lutfi Fuadi
Design Cover : Yunus Dian Wibisono 

Diterbitkan oleh
BIMA RODHETA
Indonesia
 

Cetakan I : September 2004

Copyright © 2004 BIMA RODHETA



Pembuatan dalam bentuk ebook, belum se-izin pemegang copyright.
Jika dirasa tidak bermanfaat dan merugikan, kami mohon maaf dan kami akan segera menghapusnya dari materi download di situs

http://www.pakdenono.com

 

MISTERI NASKAH LAUT MATI