Mana Yang Lebih Duluan 
13/07/2003

Disebuah pengajian mingguan, seperti biasa di hadiri para ibu dan para bapak. Setelah lama memberi khotbahnya pak kyai membuka forum diskusi pada para hadirin dan seorang ibu pun bertanya.
Ibu: pak kyai ada seorang berinisial A dan B dia berteman akrab sekali, kemana-mana bersama  sampai matipun bersama dan di masukin kekuburan pun bersama-sama, nah pak kyai menurut pak kyai mana yang lebih dahulu di tanya malaikat??
pak kyai:(seperti biasa pak kyai tidak kehilangan akalnya) dan spontan menjawab menurut abjad A lebih dahulu.
Ibu: grrrrrrrrr

Sandal Ketinggalan 
14/07/2003

Pada suatu saat acara pengajian yang diselenggarakan oleh LDNU di Musholla PBNU ada  beberapa ibu-ibu peserta pengajian yang berasal dari kampung gamprit bekasi iseng mencoba membuka lift, untuk naik kelantai atas, dasar orang udik salah satu ibu nyeletuk : "eh buka sandal ini khan suci!" spontan ibu-ibu buka sandal saat pintu lift terbuka. Setelah masuk dan pencet lantai 8 lift meluncur dengan cepatnya. setelah pintu lift terbuka dilantai 8 mereka bingung "lho.......mana sandal saya tadi?", dasar..........

INUL 
14/07/2003

Waktu gusdur ditanya penonton wayang di TMII saat gelar da'wah LDNU:  "Gus....sopo presiden RI tahun 2004?" Jawab gusdur .........."INUL". Seketika penonton tertawa. "lho.....gus serious nich"
"iya......Insya Allah, NU, Lagi...." spontan penonton tepuk tangan

Sholati di Bulan 
14/07/2003

Seorang kiai ditanya oleh jemaaahnya. " Pak Kiai, dengan majunya tekhnologi, orang khan sekarang sudah bisa menjejakkan kaki di bulan, lalu kalau mereka sholat, mereka menghadap kemana ? ".
Pak Kiai setelah tercenung sejenak karena bingung dan belum tahu kemajuan tekhnologi, akhirnya mendapat akal, lantas menjawab " Entar kalo sampeyan kesana, ajak saya dah, biar tak tunjukin arahnya " . . .

NU Yang Lain 
15/07/2003

Pada saat peresmian NU Online di Hotel Borobudur Jakarta tanggal 11 Juli 2003, setelah sambutan, peresmian dan dialog interaktif, maka majulah seorang undangan untuk memberikan pendapat dan pandangannya, dalam penuturannya tersebut diungkapkan bahwa apabila NU Online disosialisasikan kepada warga NU, mohon hati-hati dalam penyampaiannya karena penyebutan kata "online" (terbaca: onlaen) dapat diartikan NU yang lain, katanya " Nanti dipikir Pak Hasyim mau buat NU yang lain seperti ributnya parpol saat ini" Hadirinpun tertawa Geerrrr.

Kehilangan Masjid 
18/07/2003

Ada seorang datang dari kota ke sebuah pesantren NU, setelah sembahyang jamaah, is segera bergegas hendak pergi, tapi sandalnya telah lenyap dan ia segera lapor ke takmir masjid sambil ngomel-ngomel„ " Masa orang selesai shalat malah mencuri sandal, ini benar benar tidak islami, ini harus ditangani biar tak malu-maluin orang NU"
"Ooo Allah Mas.. Mas... sampeyan kehilangan sepasang sandal aja sudah ngumpat ngumpat orang NU, padahal pencurinya belum tentu orang NU. Sementara NU kehilangan banyak masjid, rumah sakit dan universitas, tapi tidak pernah ribut"

Membangun Untuk NU 
18/07/2003

Untuk merealisasi ide pluralismenya, maka Gus Dur banyak melibatkan orang non NU, balk Islam maupun non Islam dalam PKB. Ada beberapa orang tokoh Islam modernis yang diangkat jadi pengurus partai itu, salah satunya dr. Sugiat, yang terpaksa harus mengikuti tradisi Gus Dur melakukan hal-hal yang selama ini dianggap bid'ah, churafat dan takhayul, seperti ziarah kubur, istighatsah dan khaul keliling di berbagai tempat.
Dan semuanya dijalani dengan senang hati. Barang kali itu memang keharusan politik, atau keharusan teologis wallau a'lam.

"Bersama Gus Dur saja telah menjalankan semua ritual NU dan yang lebih rnembanggakan lagi" kata dr. Sugiat "saya diminta Gus Dur untuk membangunkan rumah sakit untuk NU, ini gagasan sangat ideal untuk merukunkan NU-Muhammadiyah," katanya bersemangat di hadapan publik NU.
"Hebat ..hebat...sekali" seru para hadirin
"Ahh.... Kalau.. cuma itu sih kagak ada hebatnya !" "Jangan meremehkan gagasan orang," sela temannva
"Bukan meremehkan, tapi ini kenyataan" jawabnya" selama ini NU telah banyak membikinkan masjid. rumah sakit dan universitas untuk Muhammadiyah. Kalaupun mereka sekarang mau membikinkan anggap saja sebagai bayar hutang"

NU Airline dan Internit 
19/07/2003

Sejak NU online di Launcing banyak warga nahdliyyin yang berdatangan ke lantai 5 Gedung PBNU, ingin menyaksikan dari deket apa sih NU Online itu, Tak terkecuali H Endok dari Pulau Garam Madura. Sehari-hari dia berprofesi sebagai penyelenggara haji dikotanya sana, oleh karena itu ketika mendengar NU Online dari kyainya. Dia segera bergegas datang ke Jakarta,” wah inni besnis untung tak ie”, ujarnya dalam hati. Sesampai di PBNU dia ditunjukkan oleh satpam untuk naik lantai 5. Setelah memberikan salam, dia berjabat tangan dengan salah seorang Reporter NU Online, dia mengutarakan kebahagianya, “sayya senang NU tellah punya pesawat terbang sendiri NU Airline, singga sayya klo kirim haji bisa bayar murah, kan saya warga NU, pak” ?. Si reporter bingung, “lho ini bukan NU Airline Pak ini NU Online”, ini bukan pesawat tetapi internet NU, Pak !, dengan sigap H Endok menjawab, Apa internit ! “lho kata Kyai saya tehnologi cannggih pak, wallah ternyata cuman jualan bahan bangunan, klo itu sih Madurra banyak, nyesel aku”, sambil ngeloyor pergi.(AA)

Satpam dan Hecker 
19/07/2003

Sejak NU Online diluncurkan di Gedung PBNU, isu mengenai Hecker marak dibicarakan oleh orang NU, dimana-mana bicara soal Hecker. mereka takut server NU Online yang disimpan diruang kaca itu di jebol oleh ulah Hecker, para satpam juga ikut nimbrung bicara hecker  sekaligus siaga klo-klo ada Hecker masuk, meskipun mereka belum tahu hecker itu apa. Suatu saat mereka memeriksa Ruang Redaksi NU Online, sebagai bagian dari prosedur tetap pengamanan Gedung, Si Satpam kaget begitu melihat pintu server terbuka dengan lebar, ia kaget, segera berteriak tolong ! tolong ! ada hecker masuk, panggil polisi cepat !!!, tangkap dia !!! (AA)

Deal 
22/07/2003

Seorang aktivis NU yang selama ini bersikap kritis, biasa berbicara keras tanpa memperhatikan resiko yang bakal dihadapi atau mengena orang lain. Persamaan dengan terjadinya perang Aceh itu ia membuat statemen berbeda dengan suara resmi NU. Hal kawan jangan bikin statemen yang krusial, karena itu bisa mengganggu deal yang sedang dilakukan bapak-bapak kita.
"Ngapain sih sejak dulu kok dal- dil mana dulnya." Tangkis si aktivis "Memang apa perlunya pakai dul segala ?"
"Lho ..iya ...dal-dil tanpa ada dul, ya seperti selama ini, sudah kehilangan visi, tetapi tidak mendapatkan duit maupun dingklik."

Istighotsah 
22/07/2003

Walaupun Istigasah sudah menjadi tradisi NU, tetapi  ada sekelompok anak muda yang kepingin menghilangkan tradisi itu. 
“Ngapain kita masih Istighotsah kalau selama ini istighotsah hanya sia-sia”
“Mengapa sia-sia, ini kan dzikir dan do’a”
“Bagaimana nggak sia-sia, coba orang beristighotsah dengan histeris disertai derai airmata, untuk mempertahankan Gus Dur, Tapi kenyataannya Gus Dur tetap tidak bisa ditolong dari kejatuhannya”.
“Lhoh, Istighotsah itu ada hasilnya,” tangkisnya “kalau tidak dilakukan istighotsah Gus Dur akan jatuh lebih cepat”
“Apa iya.” Tanyanya ragu.

Sesama Tokoh Agama Harus Saling Mengigatkan 
23/07/2003

Alkisah dalam suatu seminar dialog antar agama yang dilaksanakan forum kajian mahasiswa STAIN Jember, dimana hadir 3 nara sumber dari agama islam dan dari katolik. tiga nara sumber itu adalah KH Muchit muzadi, lora (gus)  Wasil Sarbini (pengasuh pesantren di jember yang dikenal sangat fasih memahami alquran dan injil) dan  Romo eko. Dialog antar agama berlangsung hangat dengan adanya dialektika dan sharing  bersama antar peserta tentang konflik agama, hingga jam 16.00 WIB acara seminar itu pun usai. Secara kebetulan romo eko dan kyai Muchit punya acara lagi yang sama di surabaya, panitia mengantar mereka berdua ke terminal Tawang alun. Saat hendak naik bis Akas (bis yang paling banyak armadanya di Jawa timur), Kyai Muchit berdoa.
"Bismillah", ucap kyai Muchit pelan tapi cukup jelas.
"bukan Bis Mila Kyai, tapi Bis Akas",  Romo Eko mengingatkan. 
berhubung musim Hujan, maka berkali-kali halilintar menyambar. membuat bulu kuduk merinding. romo Eko yang duduk tepat di samping jendela kaca nampak agak takut.
"Haliluya" dengan spontan romo berteriak, ketika terdengar halilntar dengan suara menggelegar.
"Bukan Haliluya tapi halilintar", sahut Kyai Muhit
"oh ya kyai, sesama tokoh agama harus saling mengingatkan", balas Romo.

Blok M Surabaya 
27/07/2003

Saat dilaksanakan Istighosah di Lapangan Makodam beberapa bulan yang lalu, seorang Kiai dari  PBNU dari Jakarta terpental dari rombongan, sehinga ia harus berangkat ke tempat istighosah sendiri dengan naik taksi.
“Apa dalam waktu seperempat jam bisa nyampi Pak Sopir” tanyanya
“Bisa tapi harus cari jalan alternatif, soalnya semua akses ke Makodam sedang macet”
“Tolong cari jalan alternatif “ perintah Kiai dengan nervus.
“Oh ..ya … kita bisa lewat Blok M, seru bang sopir
“Yang bener aja, kita ini mau Makodam Brawijaya, bukan ke Lapangan Senayan tahu” Kiai mengingatkan
“Lho Balok M tidak hanya di Jakarta, di Surabaya juga ada” Jawab Sopir, lha ini dia “
“Yang benar aja Blok M kok berantakan penuh puing begini” tukas Kiai keheranan.
“Ya karena di Surabaya Blok M itu artinya Blok Madura”
“Waaah… ya… maklum kalau kumuh begini.”

NU Digadaikan 
27/07/2003

Dalam sebuah acara kumpul-kumpul, biasa kalangan muda NU bicara ngalor ngidul. Namun diantaranya ada yang tiba-tiba nyeletuk: “NU sekarang kok digadaikan, apa tidak ada cara lain”
“Ah… nggak mungkin, jangan bikin fitnah. Masa organisasi ulama digadaikan,” tangkis kawannya dengan emosional.
“Lho.. gimana tidak wong saya saksikan dengan mata kepala sendiri dan itu dilakukan secara beramai-ramai”
“Sampeyan semakin kacau, nggak percaya, mana buktinya”
“Jangan khawatir ini  foto-fotonya sebagai bukti” jawab temannya dengan yakin.
“Masyaallah, maksudnya mengadakan acara di gedung pegadaian tho..!?”
“Makanya jadi orang NU jangan cepat tersinggung pahami dulu maksud omongan orang, “

Dialog Santri Dengan Nabi 
27/07/2003

Ada santri yang kelewat bandel, seringkali bangun kesiangan saat tidur di masjid. Pada suatu dini hari, sang kiai datang ia masih mendengkur, Santri lain bergegas mau membangunkan tapi Sang Kiai melarang, 
“Jangan dibangunkan si Santri ini sedang dialog dengan Nabi “ ujar sang kiai

Para santri mengangguk kagum, sehingga tak berani membangunkan santri yang dianggap istimewa itu,. Tak sembarangan orang bisa ketemu Nabi apa lagi bisa berdialog,. Akhirnya shalat subuh terpaksa dilakukan di belakang santri. Karena  tidurnya persis di depan mihrab
Mendengar gemuruh suara amin dalam shalat itu si Santri terbangun, ia kaget dan bingung dan sangat malu, karena tidur sendirian di depan jamaah. Sambil tengak-tengok mencari  jalan keluar, tapi tak ada celah sedikitpun.
Baru ketika jamaah sedang sujud si Santri meloncat tungang langgang, kapok. Sejak saat itu ia tak berani bangun terlambat lagi. (M-1).

Tertinggal Kereta 
30/07/2003

Tidak ada orang yang peling rileks di dunia ini kecuali Kiai Muchid Muzadi dan Gaffar Rahman Sekjen PBNU. Tidak bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika dua orang doyan canda itu ketemu.
Suatu ketika sehabis mengikuti rapat pleno PBNU keduanya hendak balik ke Surabaya dengan menggunakan kereta Bima di satsiun Kota. Karena meresa waktu masih cukup lama, keduanya santai ngopi di kafetaria, tentu saja sambil bercanda untuk menghilankan kejenuhan.
Ketika lagi santai tiba-tiba kereta mulai bergerak berangkat, tanpa berpikir panjang keduanya mengejar kereta yang merangkak semakin cepat. Karena badannya yang tegap dan gempal, dengan terengah-engah  Gaffar Rahman akhirnya bisa meloncat naik kereta, dengan sedikit memar karena terbentur pintu.
Sementara Kiai Muchit yang kehabisan nafas akhirnya duduk terpuruk di lantai sambil berteriak-teriak, tapi tanpa suara. Tak lama kemudian seorang Polsuska menghampiri
“Apa yang terjadi Pak ?” tanyanya.
“Waduuh..Pak Poliisi saya ketinggalan kereta, tolong bagaimana ini?!” keluh kiai
“Bapak naik kereta apa”
“Kereta Bima”
“Lho… di sebelah bapak itu kan Kereta Bima !”
“Astaghfirulaah.. jadi Bima belum berangkat dan kawan saya terbawa kereta lain”
Kiai muchid meratap, sambil menunjukkan tiket KA.
“Lho.. karcisnya kok dua, bahaya berarti teman bapak tidak membawa karcis dan itu bisa dianggap penumpang liar di KA Parahyangan, ia bisa dilempar ke luar” kata Polsuska menakut-nakuti’
“Aduh bagaimana ini tolonglah teman saya itu Pak”
“Tidak bisa Pak itu tergantung Polsuska di jalan, kalau kebetulan ketahuan di stasiun mendingan, tapi kalu disawah atau dihutan tengah malam, ya saat itu pula dilempar. Berdoalah saj Pak!”
‘Akhirnya kiai berdoa untuk keselamatan temannya, agar tidak dilempar ke hutan atau ke tengah sawah, sebab bagaimanapun ia pengurus NU. 
Berdoa dimulai. (M1)

Taatnya Santri Kepada Kyai 
01/08/2003

ketaatan santri kepada kyainya adalah hal yang tak perlu diragukan lagi, apalagi santri itu asli orang madura. kayaknya semua isi ta'limul mutaalim gak ada yang luput untuk diamalkan.
Sampai suatu ketika si santri yang biasa dipanggil ustad bahrun  sedang pulang sebentar untuk keperluan keluarga.  karena ustad bahrun adalah ketua panitia penyelenggara akhirus sanah, maka banyak hal yang harus diselesaikan. sedang 2 hari setelah pulangnya ustad bahrun, sang kyai merasa perlu telpon untuk menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan akhirus sanah. 
"Assalamu'alaikum, bisa bicara dengan ustad bahrun," sapa kyai dengan bahasa madura medok.
"wa'alaikum salam, iya, saya sendiri, ini dengan siapa", jawabnya dengan kondisi  santai tanpa kemeja (hanya kaos dalam).
"ini dari pak kyai mau..."belum selesai kyai bicara,tiba tiba sang ustad menyela..
"Maaf kyai, saya mau pakai baju dulu yaa", jawabnya tergesa.(Alf)

Hormat Grak...! 
01/08/2003

Kisah ini berasal dari KH. Imron Chamzah (alm) ketika beliau masih menjabat ketua PPP Jatim . suatu hari beliau mengadakan kunjungan ke suatu daerah di Madura bersama Sulaiman Fadeli. Ketika beliau tiba ternyata sedang diselenggarakan upacara bendera, dan beliau ditempatkan di bagian tamu. Pada saat komandan upacara memberi aba-aba "kepada pemimpin upacara, hormat grak!!" Ternyata terjadilah peristiwa yang mengejutkan seluruh tamu. Para peserta ternyata maju satu persatu secara teratur menyalami pemimpin upacara dan para tamu. Usut punya usut, hal tersebut terjadi karena di bagian tamu terdapat banyak para kyai! Maka terjadilah upacara yang khas. Khas ala Madura!!

Web site NU dan Alan Shearer 
03/08/2003

Seorang santri  yang baru belajar internet, sangat gembira begitu mendengar NU punya website resmi. Dengan kenekatannya dia mencoba mencari search engine website NU diwarnet pesantren, saat mencari-mencari dia nekat mencoba alamat www.nu.com, soalnya biasanya yang dilihat seperti itu. Betapa kaget begitu diklik muncul gambar Alan Shearer, lo kapan NU memiliki kesebelasan sepakbola dan mengontrak Alan Shearer, karena kekagetannya dia segera bercerita pada santri lainnya. “Saya lihat di website NU sekarang memiliki kesebelasan sepakbola, dan malah ngontrak Alan Sharer”,  santri yang  lain sangat bergembira wajah mereka berbinar-binar, mendengar berita maklum mereka santri penggila bola, bahkan dibelani bolos ngaji. Ada satu santri yang sudah jago internet, enggak percaya mendengar info itu, masak NU, organisasi Ulama kok sudah jadi kesebelasan sepakbola”, dalam hati setengah penasaran, maka dia mengajak santri tadi ke warnet, dia buka www.nu.com, memang dia menemukan gambar Alan Sharer, dia amati terus baru dia yakin ini, “ini memang website NU tetapi bukan Nahdlatul Ulama, tapi Newcastels United  kesebelasan Liga Inggris, pantes ada Alan Sharer” salah kamu Dul. 

Rais Aam Vatikan 
03/08/2003

Ketika Rambongan KH Hasyim Muzadi mengunjungi Vatikan diterima langsung oleh Paus Johannes, maka satu persatu giliran berjabat tangan dengan pimpinan tertinggi umat Katolik Dunia itu. Ketika sampai ada salah seorang anggota rombongan NU mendapat giliran berjabat tangan, maka diciumnya tangan paus itu dengan khidmat.
Seusai acara salah seorang pengurus NU menegur "kenapa sampeyan tadi mencium Tangan Paus”
“Lho… diakan Rais 'Aam yang patut kita hormati".
“Dia Bukan Rais Aam tapi Paus”
“Rais 'Aam atau paus kan sama-sama pemimpin agama yang layak kita hormati”
"Ya paling tidak sama jubah dan peci hajinya,” temannya menimpali.