Bayaran teriak Allahu Akbar 
14/05/2005

Penggunaan agama untuk meraih kepentingan politik,seringkali terjadi di negri ini.Fanatisme masyarakat terhadap agama yangterkadang membabi-buta,acap kali dimanfaatkan segelintir orang dari golongan atau kelompok tertentu untuk memanipulasinya.

tak heran dalam beberapa aksi demontrasi dan lainnya,simbol-simbol agama digunakan sebagai kendaraan politik.bukan hal yang aneh,jika ada demonstran yang memakai ikat kepala bertuliskan kalimat-kalimat tauhid.

''ada kelompok demonstran yang memakai ikat ikat kepala dengan tulisan Allahu Akbar.terus ada lagi kelompok dengan tulisan Laaiha illalah.kelompok lainya membalas dengan tulisanMuhammad ar rassululah.lha kalau sudah begini,NU hanya bisa melanjutkan,Al-fatihah ...,'' gurau H A Hasyim muzadi .

Tapi, karena aksi-aksi tersebut dilakukan untuk kepentingan politik,selalu saja dihargai dengan rupiah.''masio sing bengok-bengok Allahu akbar-allahu akbar iku durung mesthi sembahyang (yang teriak Allahu akbar itu belum tentu salat). Allahu akbartibane selawe ewu-an (teriak Allahu Akbar ternyata di bayar 25 ribu rupiah),'' sindir cak Hasyim.   

"lha kalau ditambahi  jadi 50 ribu kan bisa sampai sami'allahu liman hamidah ," ujarnya 

jadi, menurut cak Hasyim, apapun yang dibungkus agama belum tentu bermakna agama. (sumber dari buku Indonesia Ha..Ha..Ha..)

Ushollinya seorang yang was was 
26/05/2005

di sebuah masjid jami,dilangsungkan salat maghrib secara berjamaah.bertindak sebagai imam salat,seorang tokoh agama setempat yang bernama usman.

ketika semuanya telah siap.shaf-shaf juga telah tertata rapi,usman memulai meminpin salat berjamaah itu.dan diantara makmun peserta sholat itu,tersebutlah seseorang bernama fulan yang di kenal memiliki sifat was-was.secara kebetulan, fulan berdiri tepat di belakang usman.

''jadi,ushalli-nya si fulan ini tidak sekali jadi gitu lho.ushalli fardhan al-maghribi ma'muman,ma'muman,ma'muman.ini sampai berulang-ulang dan suara nya lumayan keras,'' tutur pak Hasyim.

karena berada tepat di belakang nya,usman yang mendengar ulah fulan ini jengah dan mangkel (marah)karena merasa di ledek.''ma'mumman-ma'muuman ini dikiranya 'mak mu man' ( ibumu man ),'' lanjut Pak Hasyim.

merasa tidak tahan lagi dengan ulah si fulan,''akhirnya,pak usman ini memalingkan kepala nya ke belakang dan berucap,'mak mu dewe' (ibumu sendiri),'' .(sumber:Indonesia Ha..ha..,kisah jenaka H.A Hasyim Muzadi.)-alf-

Shalat Edisi India 
30/05/2005

Pro kontra terhadap shalat dengan dua bahasa yang terjadi akhir-akhir ini cukup menyedot perhatian umat islam. tidak hanya menjadi pembicaraan kiai, ustadz di mesjid, tapi juga menjadi pembicaraan tukang becak, tukang ojek di warung kopi. semua tertarik membicarakan cara shalat yang digagas seorang ustadz di malang ini. bedanya kalau yang ngomong Kiai dan intelektual islam pasti mempunyai landasan hukum dan argumentasi yang kuat, maklum mereka kan kerjanya baca buku. sedang jika para tukang becak yang memberi alasan, ya tentu dengan bahasa mereka. seperti obrolan di warung mbok satiyem pada sore hari.

"gimana hukumnya shalat dua bahasa, sah atau tidak?" tanya Rokhim pada temannya.

"kalau menurut MUI, itu ajaran sesat dan tidak boleh diikuti", kata Tukiman

"saya tahu, cuma alasannya apa ya?"lanjut Rokhim penasaran.

"mungkin sholat seperti itu menyamai film India,"kata Tukiman

"maksudnya, kalau TV lagi memutar Film India itu kan ada dua bahasa atau bilingual" jawab Tukiman menjawab rasa penasaran  temannya

"Oh, jadi shalat dua bahasa itu shalat edisi india,"kata Rokhim menyimpulkan.-alf-

Akal-akalan seorang santri 
06/06/2005

Di pesantren Bahrul Ulum Jombang ada sebuah peraturan yang melarang para santri menonton bioskop. Untuk menjaga agar peraturan tersebut berjalan dengan baik, ditugaskanlah seorang satpam untuk menjaga pintu gerbang. Jika pada malam hari ada santri yang baru balik ke pesantren, kata Cak Fu yang mantan santri di pesantren ini, satpam akan langsung memeriksa apakah santri itu abis nonton bioskop atau bukan.

Namun, bukan anak muda jika tidak punya banyak akal. Untuk memenuhi hobi nonton bioskop, seorang santri pada hari Jum'at sore minta ijin mau pulang ke rumah orang tuanya di Kediri. Jum'at sore kebetulan tidak ada pelajaran, alias bebas. Begitu bis memasuki kota Kediri dan mendekati rumahnya, dia berhenti, pas di depan gedung bioskop. Sang santri pun nonton film, apapun judulnya, yang sedang diputar saat itu.

Setelah nonton, dia tidak kemudian pulang ke rumah orang tuanya, tetapi kembali ke pesantren. Apa mau dikata, sesampainya di pintu gerbang, malam sudah menukik di angka 11. "Habis nonton bioskop ya," tanya satpam. "Ndak pak. Baru pulang ke rumah orang tua. Ini buktinya." Selembar karcis bus Kediri-Jombang pun diperlihatkan oleh santri itu. (sumber ;website anekdot.ismailfahmi.org/alf)

'Lebe' palsu 
21/06/2005

Di sebuah desa yang mayoritas penduduk terkenal ‘abangan’, namun budayanya cenderung NU hanya memiliki satu orang ‘lebe’ (Mudin/Imam) sebagai pemimpin seluruh kegiatan keagamaan seperti tahlilan. Malam itu, ada beberapa keluarga menyelenggarakan tahlinan mengundang tetangga sekitarnya. Untuk memulai acara, mereka harus menunggu giliran ‘lebe’ datang. Pas malam itu hujan lebat, di tempat salah satu tempat acara tahlinan belum dimulai, karena ‘lebe’ belum datang. Hingga malam larut, ‘lebe’ belum juga datang karena hujan belum reda. Sementara, hidangan tumpeng dengan lauk-pauk lengkap yang dihidangkan di tengah-tengah mereka sudah mulai dingin Bosan lama menunggu dan mengantuk karena capek seharian kerja, salah satu tetangga, Pak Sukra, angkat bicara Pak Sukra :” Priben kiye, wes bengi ? Apa pan ngenteni ‘lebe’ne teka ? Udane belih mandeg-mandeg. Katone ‘lebe’ne belih bisa teka mrene. Mulai bae ya, belih usah tahlil tapi langsung donga (doa) Pak Sukra : "Langsung donga ya"? Bismillahirahmanirrohim, allahuma tumpeng ana, allahuma tempe ana, allahuma tahu ana, allahuma endog ana, allahuma iwak ana. Amin. -Nafal A Ramadhan-   

Bupati yang buta huruf 
21/06/2005

Kira-kira belasan tahun yang lalu saat Timor-timur masih menjadi wilayah NKRI ada kejadian lucu. Seorang Bupati yang buta huruf sedang membaca teks/naskah Proklamasi namun dia tidak bisa membaca hanya dihafalkan sebelumnya saat mengucapkan kata akhir dari Teks Proklamasi, Bupati menyebut:" Atas nama bangsa indonesia...SOEKARNO ( titik dan tidak dilanjutkan lagi ).

lalu ajudan dibelakangnya bilang:" Pak..pak masih kurang lagi...jawab Bupati: "Kurang apanya?" Jawab Ajudan: " Hatta-nya belum disebut Pak" lalu serta merta Bupati tersebut menambah ucapannya yang sudah sekian menit berhenti tiba-tiba dia mengucapkan " Tambah Hatta Lagi..." semua anak sekolah dan peserta upacara yang mendengar pun tertawa..( Sigit Gunawan )

Ikhlas beramal atau.......... 
21/06/2005

Bagi pegawai negeri, motto yang senantiasa harus dijunjung tak lain adalah pengabdian terhadap negara. ini berlaku bagi abdi negara di berbagai departemen, termasuk juga departemen agama dengan motto yang sudah kita hafal semua yaitu "IKHLAS BERAMAL".

Kebetulan saat Setelah jam pulang kerja, para pegawai Depag berbondong-bondong menuju Bis yang mengantar mereka pulang, tapi ada juga yang menggunakan Transportasi umum seperti Pak Slamet. Pegawai TU golongan 2 B Depag ini harus menempuh perjalanan dua  jam setengah ke rumahnya yang terletak di Bogor.

Di tengah kemacetan lalu lintas, seorang pengemis setengah baya menengadahkan kedua tangannya ke penumpang yang bersebelahan dengan Pak Slamet. setelah Bapak tadi memberi uang 1000, pengemis tersebut beralih ke Pak Slamet. karena memang uang di tangannya tinggal 100 perak, diberikanlah ke pengemis tersebut.

"hari gini, ngasih cuma 100 perak", kata pengemis itu menggerutu.

lebih menggerutu lagi saat ia membaca tulisan di tas Pak Slamet "Ikhlas beramal".

"Ikhlas beramal atau amal seikhlasnya", kata pengemis itu menunjuk tas Pak Slamet dengan Sewot sambil pergi ke target selanjutnya.-alf-

Ikhlas beramal atau.......... 
21/06/2005

Bagi pegawai negeri, motto yang senantiasa harus dijunjung tak lain adalah pengabdian terhadap negara. ini berlaku bagi abdi negara di berbagai departemen, termasuk juga departemen agama dengan motto yang sudah kita hafal semua yaitu "IKHLAS BERAMAL".

Kebetulan saat Setelah jam pulang kerja, para pegawai Depag berbondong-bondong menuju Bis yang mengantar mereka pulang, tapi ada juga yang menggunakan Transportasi umum seperti Pak Slamet. Pegawai TU golongan 2 B Depag ini harus menempuh perjalanan dua  jam setengah ke rumahnya yang terletak di Bogor.

Di tengah kemacetan lalu lintas, seorang pengemis setengah baya menengadahkan kedua tangannya ke penumpang yang bersebelahan dengan Pak Slamet. setelah Bapak tadi memberi uang 1000, pengemis tersebut beralih ke Pak Slamet. karena memang uang di tangannya tinggal 100 perak, diberikanlah ke pengemis tersebut.

"hari gini, ngasih cuma 100 perak", kata pengemis itu menggerutu.

lebih menggerutu lagi saat ia membaca tulisan di tas Pak Slamet "Ikhlas beramal".

"Ikhlas beramal atau amal seikhlasnya", kata pengemis itu menunjuk tas Pak Slamet dengan Sewot sambil pergi ke target selanjutnya.-alf-

Sepuluh Menit di Musholla 
30/06/2005

Pada Muktamar NU di Semarang, beberapa kiai ditempatkan di hotel-hotel di sekitar Simpang Lima. Salah satu kiai yang kebagian menginap di hotel itu adalah Kiai Nawawi dari Yogya. Beliau menempati satu kamar bersama seorang santrinya.


Di samping kamar kiai, ternyata masih ada satu kamar kosong, yang tidak disewa panitia muktamar. Beberapa pasangan muda-mudi keluar masuk kamar itu. Satu pasangan keluar, pasangan lain masuk lagi.

Memang hotel itu dikenal menyewakan kamar untuk short-time. Merasa aneh dengan pemandangan itu, Kiai Nawawi bertanya kepada santrinya. 
"Pasangan-pasangan itu pada ngapain siang-siang begini?", tanya Kiai. Santri enggan menjawab apa yang sebenarnya terjadi. 
"Hanya istirahat kok Kiai." 
Lalu Kiai itu menimpali, "Bayar mahal-mahal hanya untuk istirahat sepuluh menit? Kalau hanya sepuluh menit, mbok di musholla saja." 

 * Diambil dari buku Tawashow di Pesantren*.

Gerakan kembali ke desa 
30/06/2005

Ide  gerakan kembali kedesa (GKD) yang dikomandani oleh Basofi Sudirman saat menjabat Gubernur Jawa Timur layak kita pikirkan kembali bahkan bukan hanya menjadi issue lokal jatim tapi menjadi issue nasional. itulah salah satu point diskusi yang digelar anak muda NU sore hari itu.


"karena mungkin itulah jawaban untuk kondisi saat ini, dimana pengangguran mencapai jumlah puluhan juta dan itu mengandaikan bergairahnya kembali home industry, dan produksi dalam negeri lainnya yang akan membuka lapangan kerja baru, seperti home industry tas di Tanggulangin Sidoarjo." komentar soleh

  
"sebetulnya konsep itu sudah diterapkan oleh masyarakat ibu kota Jakarta. mereka sadar betul pentingnya gerakan kembali ke desa ini, sebagai implementasinya mereka berlomba lomba membeli tanah dan membangun villa di puncak. jadi ratusan villa di sepanjang ciawi Bogor, sampai puncak itu, pemiliknya adalah masyarakat ibu kota",komentar andi dengan seriusnya.


"yaa, interpretasi mereka akan konsep ini yang  salah dan kaprah pula" celetuk Rozak. -Alf-

Shalat di bulan 
30/06/2005

Seorang kiai ditanya oleh jamaaahnya.

" Pak Kiai, dengan majunya tekhnologi, orang khan sekarang sudah bisa menjejakkan kaki di bulan, lalu kalau mereka sholat, mereka menghadap kemana ? ".


Pak Kiai setelah tercenung sejenak karena bingung dan baru mendengar persoalan ini. ia menyadari ini masalah bahsul masail, jadi harus hati-hati menjawab tapi ia tak segera menemukan jawaban. setelah berpikir keras ia lantas  mendapat akal, lantas Kiai menjawab

" Entar kalo sampeyan kesana, ajak saya deh, biar tak tunjukin arahnya " . . .(Fatur)

LAGU INDONESIA RAYA 
03/07/2005

Ketika  acara pembukaan Konggres I Rabithah haji di asrama haji pada gede 8 agustus 2003 yang baru lalu ada peristiwa yang agak menggelitik,pada saat acara lagu Indonesia raya rupanya peserta konggres dan dirigentnya sama-sama tidak hafal, sehingga lagu Indonesia raya hilang satu bait  pada bait terakhir,  selesai lagu peserta dipersilahkan duduk banyak yang berbisik-bisik, lho... kurang satu bait wah rupanya peserta lebih hafal " labaik Allahuma labaik....... daripada lagu Indonesia Raya. (-syamsudin BS-)

Wali senior dan yunior 
06/07/2005

Kalau dalam konsep Syiah ada kita mengenal imam mahdi, sebagai manusia pilihan Allah untuk memimpin negara, kalau di NU mungkin kita mengenal adanya wali, sebagai manusia pilihan semata-mata karena ketaatan kepada Allah. 
alkisah gusmik (KH. Hamim Jazuli almarhum)  yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai wali karena seringnya mengalami kejadian yang diluar rasio manusia, sedang dihujat oleh seorang kyai sepuh yang juga dikenal wali. kenapa?pasalnya tindakan gusmik yang tiap malam suka nongkrong di Nightclub, pub-pub, dan tempat hiburan malam lainnya, menurut kyai ini sudah  maksiat kubro, ketika dikonfirmasikan ke gusmik, dengan santainya dia menjawab"yaa,  dia kan masih wali yunior, masih di kalangan berkerudung, blm saatnya keluar kandang. 
"tapi kan sudah berumur 70 tahun, gus, kapan jadi wali senior". tanya santri
"yaa, tunggu tanggal mainnya saja". jawab kiai yang hobi pakai kaos oblong ini ringan .-red-

Perebutan Imam Sembahyang 
08/07/2005

Sudah menjadi kebiasaan kelompok Islam modernis-Wahabi yang menyebarkan ajarannya dengan cara mencaci maki, menteror, merampas asset-aset orang lain, karena itu banyak madrasah, surau atau masjid yang dibangun kaum Sunni bermazhab diambil alih oleh kelompok itu.

Suatu hari pada tahun 1934 saat gencar-gencarnya kaum Wahabi menyerbu Sumatera Selatan, mereka mulai masuk ke berbagai surau dan masjid, mencari celah untuk  menguasai. Suatu ketika sembahyang dilaksanakan, sementara imamnya seorang yang alim, sehingga sangat hati-hati dalam memimpin sembahyang itu. Untuk menata hati dan pikiran bukan perkara mudah. Tetapi ia buka orang yang was-was, karena itu dia takbiratul ihram sampai tiga kali.

Melihat kenyataan itu seorang pemimpin Wahabi yang kebetulan menjadi makmum melihatnya sebagai kekeliruan, maka ditariknaya kiai tersebut dengan kasar agar mundur ke shaf belakang, karena dianggap telah melakukan bid'ad, melakukantakbiratul ihram sampai tiga kali. Langsung dengan lancang menempatkan diri sebagai imam. Saat itu pula ia mengucakpantakbiratul ihram: Allahu Akbar, lalu segera menoleh ke belakang, sambil berkata; beginilah cara solat yang benar,  takbiratul ihram  sekali langsung jadi.

Para makmum heran, menjadi imam kok berbicara berarti shalat imam batal, dengan demikian juga tidak bisa dijadikan imam lagi. Kini ganti ia diturunkan ramai-ramai, karena melanggar tata-tertib shalat. Lantas sembahyang dilanjutkan dengan imam semula dengan penuh khusuk, tidak sekadar seperti orang baris-berbaris, tapi hatinya liar. Itulah perbedaan antara sembahyang orang awam dengan orang yang ikhlas dan khusuk. Para makmum memilih imam yang khusuk yang mampu membimbing rohani mereka taqarrub kepada Allah. (MDZ)

LAGU INDONESIA RAYA 
16/07/2005

Ketika  acara pembukaan Konggres I Rabithah haji di asrama haji pd.gede 8 agustus 2003 lalu ada peristiwa yang agak menggelitik. pada saat acara lagu Indonesia raya rupanya peserta konggres dan dirigentnya sama-sama tidak hafal, sehingga lagu Indonesia raya hilang satu bait  pada bait terakhir saat dinyanyikan.

selesai menyanyikan lagu kebangsaan itu, peserta dipersilahkan duduk banyak yang berbisik-bisik,

"lho... kok kurang satu bait",

"wah rupanya peserta lebih hafal  labaik Allahuma labaik....... daripada lagu Indonesia Raya".celetuk salah seorang calon Jamaah  haji

--syamsudin BS--

SUZUKI 
16/08/2005

Siapapun yang berwisata ke Kuta pasti menyempatkan mampir ke monumen Bom Bali di jalan Legian Kuta. monuman yang letaknya didepan hotel Sari  di  antara Sari Club dan Paddy's Pub sebagai peringatan atas tragedi bom yang menewaskan ratusan warga Asing.

Begitu juga dengan keluarga Cak Asmuni, Saat ke bali dalam rangka berziarah ke makam wali pitu (penyebar islam di Bali), mereka  juga sempat mampir ke monumen bom Bali tersebut.

Dengan roman muka kesedihan, Cak Asmuni dan rombongan mulai memasuki altar zero ground (pusat ledakan) itu. sambil membaca-baca jumlah korban yang terpampang di tembok dibawah monumen itu, mulai dari korban terbanyak dari Australia, Jerman, Amerika, perancis dan lainnya. saat melihat nama 2 korban dari Jepang yaitu Isoku Suzuki dan Yasuka Suzuki,

"kini saya tahu, kenapa Jepang kurang begitu gencar mengadakan seminar-seminar tentang pluralisme agama & perdamaian setelah bom bali" kata cak Asmuni dengan polosnya

"Memang kenapa cak?" tanya salah seorang Panitia rombongan

"karena saat Bom Bali, korban dari Jepang hanya 2 sepeda motor sedang negara lain puluhan nyawa, Lihat saja ini", jawab cak Asmuni mantab sambil menujuk nama korban.

"Oalah Cak, cek kebacute sampean (kamu keterlaluan), ini nama orang bukan nama sepeda motor", jelas ketua panitia rombongan dengan geli. (alf)

Aliran Thariqat Artis 
27/08/2005

Dalam alam kehidupan modern, fasilitas hidup manusia semakin mudah dengan makin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia secara fisik sudah maju. apapun aspek kehidupan sudah dikemas secara sangat matrealistis, khususnya bagi mereka kelas the have (berduit) dan orang kota. kondisi ini ternyata memunculkan kekeringan jiwa dan spritual.

Maka tak heran, sebagai kalangan yang dikenal banyak duit, banyak artis yang memulai mengikuti semacam kegiatan ruhaniyah baik yang berkelompok maupun hanya beberapa orang, hanya untuk sesama artisnya. Selayaknya selebritis, para ustadz merekapun menjadi selebritis. tak heran nama-nama barupun bermunculan, baik yang dipanggil Ustadz, maupun Aa' (Panggilan kakak untuk orang sunda), baik yang mengutamakan pendapat agama maupun yang mengutamakan pendapatan. berbagai aktivitas keagamaan yang digelar dari mengaji sampai kegiatan tasawuf yang amaliyahnya seperti Thariqat

 Beberapa santri mempertanyakan kemungkinan aliran thariqat apa yang dianut para selebritis. karena penasaran mereka tanya ke pak Kiai.

"Pak kiai, kira-kira aliran thariqat apa yang digunakan para artis itu?" tanya sulton kepada gurunya

"Apakah aliran Naqsabandiyah, Qaddiriyah, Syadziliyah atau Tijaniyah?" tegas Sulton serius mengulangi saat melihat Kiai terdiam

"Aliran Aktoriyah", jawab Kiai singkat

santri-santri pada terdiam. rasanya mereka tidak pernah mendengar aliran thariqat yang satu ini.

"mereka kan para aktor dan aktris", lanjut Kiai santai saat membaca kebingungan di wajah mereka.

"Ooooh",sahut para santri serempak setelah mereka tahu guyonan kiainya

(alf)

Rois Syuriyah Online 
31/08/2005

Pada saat membuka Pelatihan Manajemen berbasis Kultur dan Training NU Infors, Rais Syuriyah dalam pidato iftitahnya mengatakan "Dengan adanya perkembangan teknologi canggih berupa internet ini, maka dengan ini saya menyatakan diri sebagai Rais Online".

Undangan yang terdiri para kiai dan ketua MWC NU itu hanya manggut-manggut tanda setuju. tak lama Kemudian Ketua Tanfidziyah membisiki Seketarisnya " Kalau begitu saya ketua Email, dan kamu Sekretaris dot com saja" .

(saiful munir/alf)

Saat suami ke pesta 
01/09/2005

Ada seorang suami istri, nah kebetulan suaminya lagi kondangan ke sebuah pesta dan istrinya di rumah.Di pesta itu kebetulannya banyak wanitanya dari pada prianya.Nah suami tadi diantara banyak wanita tadi, biasa dalam sebuah pesta suara cekikikan tanda bahagia pasti ada.lagi asyiknya bercanda dengan para hadirin suami tadi dapat telepon dari istrinya langsung diangkatlah handphonenya dan 
istri:suara perempuan siapa itu?
suami : ngggak ada siapa-siapa disini (sambil menjauh). 
istri : nggak suara siapa itu masih kedengaran
suami:(makin menjauh) nggak ada siapa-siapa disini aku sendirian
istri:ya sudah tapi hati-hati, buruan baca ayat kursi
Suami:ha!!(sambil menahan tawa).

(didi santoso/alf)

Sok Berbahasa Arab 
12/09/2005

Musim haji tiba, mulailah kesibukan depag untuk mengurus kloter keberangkatan. pada saat rombongan dari indonesia sudah berada di mekkah, ada beberapa jamaah dari indonesia yang ijin dengan kepala rombongan untuk jalan- jalan. akhirnya jamaah tadi naik taksi untuk jalan2.

Ditengah perjalanan tiba-tiba sopir yang memang warga arab bertanya dengan logat arabnya :"lewat jalan mana," lurus atau belok. karena jamaah dari indonesia tidak bisa bahasa arab, salah satu dari jamaah buru-buru membuka kamus mini arab yang digantungkan dileher. tapi kelamaan sedangkan sopir sudah nanya terus. akhirnya seorang jamaah yang lain ingat salah satu surat dalam Al-qur'an. dia lantas menjawab dengan lantangnyasyirotal musytaqim. akhirnya sang sopir paham akan jawaban tadi dan langsung menganggukkan kepala tanda tahu kemana arah jalan yang di inginkan oleh jamaah kita.

Setelah beberapa hari ada di mekkah rombongan segera berkemas karena akan segera berangkat ke Madinah.   ditengah perjalanan dengan menggunakan bis ada seorang jamaah yang ingin membaca buku dari depag mengenai ibadah  yang harus dijalankan selama berada dimadinah. karena perjalanan yang ditempuh pada malam hari maka sopir bis tidak menyalakan lampu dalam bis mengingat sudah malam kemungkinan jamaah lelah pasti sedang tidur. Karena ia ingin membaca buku tersebut, diberanikanlah maju untuk berbicara dengan Pak sopir. karena sopir asli warga arab  maka sopir menganggukkan kepala tanda tidak paham akan kemauan jamaah tadi.

Akhirnya karena ingin sekali membuka buku tersebut jama'ah tadi ingat akan kalimat untuk masalah orang mati. Akhirnya dia mengatakan "innalillahi wa innalillahi roji'un." kepada sopir, dengan cepat  sang sopir mengerti maksud dari jamaah tadi   . (Ahmad Alatas/alf)

Jendral paling berbahaya 
15/09/2005

Pada saat selesai melantik WAKAPOLRI di Istana, Gus Dur mengadakan konferensi pers dengan wartawan.
Pada kesempatan itu, salah satunya diungkapkan tentang permintaan Gus Dur agar Jenderal Surojo BIMANTORO -KAPOLRI - mengundurkan diri.

Ketika konferensi pers itu usai, dan Gus Dur dipapah memasuki mobil, beberapa wartawan mulai tidak mengerubutinya lagi.
Gus Dur berkata :"Hei, saya masih punya satu informasi lagi. Kalian mau tidak ?"
"Apa itu Gus ?" tanya para wartawan serentak.
"Saya mau sebutkan nama seorang jenderal yang paling berbahaya dan berpotensi mematikan siapa saja," ujar Gus Dur.
"Wah, siapa itu Gus ?" keroyok para wartawan yang tadinya sudah mulai menjauh. Mereka berlarian untuk mendapatkan berita eksklusif itu.
"Ok, saya akan katakan," kata Gus Dur meyakinkan." Jenderal itu adalah Jendral..(General) Electric ..."
"Wooo kok itu sih Gus ?" protes para wartawan.
"Lha kalian ini, maunya bikin gosip melulu. Lha saya kan bener kalau General Electric itu paling berbahaya. Coba, mau nggak kamu kesetrum lampunya General Electric ? Berbahaya khan ?!, kamu bisa mati kan kalau kesetrum????"

Sumber: GusDur.Net

Kisah Kiai Poligami 
27/09/2005

“Kiai, gimana rasanya punya istri tiga? " tanya seorang Gus.
"Rasanya ya macam-macam," jawab kiai yang berumur 69 tahun itu.
"Maksud Kiai?" tanya si Gus penasaran.
"istri yang tua rasanya seperti mie rebus tanpa telor. istri yang muda seperti makan mie goreng. istri yang paling muda seperti makan mie goreng plus telor!" jelas kiai dengan enteng.
"kalau yang lengkap, mie goreng+telor+sawi+saus ada gak kiai?
"yang lengkap seperti itu belum kutemukan, Gus!" kata kiai antusias.

(hamzah sahal, penulis "Humor ngaji kuam santri, LKiS, 2004,sahaljr@yahoo.com)

NU Asuransi 
27/09/2005

Adanya Kartu Anggota NU (Kartanu) disertai dengan program Dana Santunan Kemanusiaan (DSK) hasil kerjasama antara PWNU Jawa Timur dengan PT Bringin Life ternyata memunculkan pro kontra di kalangan warga NU.

Pasalnya, dalam aturan yang berlaku dinyatakan bahwa warga NU yang berusia di atas 60 tahun atau lahir sebelum 1945 tidak boleh mengikuti KARTANU yang DSK  atau disebut KARTANU asuransi. 
Tentu hal ini diminati oleh kalangan lanjut usia.

Bagaimana tidak ? cukup dengan membayar  Rp. 4000 selama 5 tahun mereka akan mendapatkan Rp. 600.000 saat meninggal, walau mereka tidak bermaksud ingin cepat meninggal tapi Larangan bagi usia lanjut mengikuti KARTANU Asuransi ini cukup menyinggung karena justru warga NU usia lanjut itu berarti NU nya sudah kental.

Akhirnya mereka tetap komitmen dengan kartu identitas NU walau tanpa asuransi


“Nggak apa-apa meski nggak jadi warga NU Asuransi, saya  tetap warga NU  yang dulu” kata seorang kakek asal jember. (alf)

Almukarrom 
03/10/2005

Dalam menyebarkan ajaran islam di tanah jawa, para Wali Songo memakai pendekatan akulturatif antara budaya dan agama, sehingga dalam proses syiar islam yang berlangsung cukup lama tersebut tercipta sebuah harmoni, pluralistic dan damai.  Para wali songo sangat simpatik mengkemas islam ditengah budaya Hindu Budha yang kental saat itu.

Begitulah sekelumit pidato Kiai Hasyim Muzadi saat peluncuran wisata ziarah kerjasama antara PBNU dengan Menteri pariwisata & kebudayaan, Pak Hasyim menceritakan "bentuk sikap harmoni yang dipraktekkan walisongo itu seperti penggantian hewan qurban “sapi” menjadi “kerbau”. Kenapa begitu?? Karena sapi dianggap suci bagi umat hindu. Umat hindu sangat tersinggung jika “almukarrom sapi” ini disembelih umat islam saat Idhul Kurban, maka wali songo  menyembelih kerbau saja di hari raya qurban supaya tidak menyinggung “Almukarromnya” orang lain" tutur Ketua PBNU ini disambut Gerr para hadirin  (alf)

Dua Perseteruan 
05/10/2005

Perseteruan antara PKB kubu Alwi Shihab dan kubu Muhaimin menyebabkan perpecahan yang cukup serius tidak hanya dikalangan elite politik tapi lebih-lebih dikalangan akar rumput. bisa dipastikan bahwa kader PKB juga warga NU,maka tak heran konflik tersebut juga merembet masuk ke lingkungan NU.

melihat hal ini, PBNU terpanggil untuk menfasilitasi dua kelompok yang berseteru. tentu kapasitasnya bukan sebagai pemihak salah satu diantaranya, tapi netral.

"Kami selaku PBNU menyarankan agar kedua kubu ini saling bertemu dan berkomunikasi mencari jalan keluar yang bijak. maksudnya mencari solusi yang meminimalisir perpecahan akar rumput", papar Pak Hasyim pada suatu kesempatan.

"kasihan para warga PKB dibawah yang menjadi korban. tidak hanya itu, secara organisatoris, saat ini PKB sebaiknya berkonsolidasi memperkuat barisan", kata Pak Hasyim

Pak hasyim melanjutkan PKB punya potensi tokoh-tokoh yang berkualitas yang sekarang sedang berseteru. Kalau saja ketua PKB kubu Alwi Shihab rodhiyaAllahu anhu dan kubu Muhaimin Karroma Allahu wajhah ini bisa bersatu , saya yakin PKB akan jaya", jelas Pak Hasyim di iringi gerr-gerran hadirin mendengar Alwi Shihab rodhiyaAllahu anhu dan Muhaimin Karroma Allahu wajhah

"lha, dua orang ini memang tokoh PKB", Jawab Ketua PBNU ini. (alf)

Masuk Surga Karena Ilmu Nahwu 
11/10/2005

Sibawaih yang memiliki nama asli Amr ibn Abbas adalah salah satu tokoh ulama yang menguasai berbagai disiplin ilmu terutama ilmu tata bahasa Arab yang dikenal dengan nama Nahwu. Beberapa hari setelah meninggalnya ulama yang dikenal sebagai orang yang tubuhnya mengeluarkan aroma buah apel ini, salah seorang sahabat beliau bermimpi bertemu dengannya yang tengah menikmati kemegahan di alamnya.

Sang Sahabat melihat Imam Sibawaih sedang memakai pakaian yang sangat mewah dengan hidangan beraneka warna disekitarnya serta dikelilingi oleh beberapa bidadari rupawan di sebuah tempat yang sangat indah mempesona.Sahabat itupun bertanya kepada Imam Sibawaih, gerangan apa yang membuatnya menerima kemulyaan begitu rupa. Imam Sibawaih kemudian menceritakan pengalamannya ketika ditanya oleh malaikat di dalam kubur.

Ketika malaikat sudah menanyakan pertanyaan-pertanyaan kubur yang seluruhnya dapat dijawab dengan baik, malaikat bertanya kepadanya

:“Tahukah anda, perbuatan apa yang telah membuat anda bisa menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan kami tadi?”

“Apakah karena ibadah saya?” Imam Sibawaih mencoba menebak.

“Bukan itu!” kata Malaikat.

“Apakah karena ilmu saya?

”“Bukan itu!

”“Apakah karena karangan-karangan saya?

”“Bukan!

”Berbagai jawaban yang diberikan oleh Imam Sibawaih tidak ada yang dibenarkan oleh Malaikat.

Hingga akhirnya Imam Sibawaih menyerah karena tidak mengetahui jawaban sebenarnya.

“Allah SWT telah menyelamatkan anda sehingga anda dapat menjawab pertanyaan kubur dengan baik adalah karena pendapat anda yang menyatakan bahwa yang paling ma’rifat dari semua isim ma’rifat adalah lafazh jalalah”. Kata Malaikat menerangkan.

(Dikutip dari website pesantren sidogiri. Sri Murniyati (sri_murni87@yahoo.com)Imam )

Program TV menjelang puasa 
14/10/2005

Banyak pihak berpendapat bahwa program televisi kita kurang mendidik. Adegan bunuh-bunuhan, busana vulgar, penganiayaan, pemerkosaan dan lain-lain selalu menghiasi layar kaca kita.   tepat kiranya kalau ada yang bilang agar kita mendampingi anak  saat nonton TV, karena jam tayangnya juga di saat anak - anak belum tidur.

Karena itu seorang santri yang resah akan hal itu mendiskusikannya dengan kiainya,

"Kenapa TV kita selalu menampilkan hal-hal yang kurang mendidik, khususnya busana vulgar kiai ?" Tanya santri.

"Ya, memang begitu ", jawab Kiai enteng

"Kalau di TV sudah banyak yg berjilbab berarti itu menjelang puasa", jelas kiai melanjutkan. (Alf)

Orang Betawi dan Orang Medan di Hari Lebaran 
31/10/2005

Kanaikan harga BBM membikin masyarakat kalang kabut. Semua kebutuhan hidup mahal. Sembako, pakaian, angkot, semua mahal. Namun, dalam kondisi sulit seperti itu untungnya masih ada hal-hal lucu yang membikin kita tetap bersemangat hidup.

Ceritanya begini, seorang ibu asli Betawi naik microlet no. 01 jurusan Kampung Melayu Pasar Senin. Ia naik dari depan kampus Universitas Indonesia Salemba dan hendak menghadiri satu acara di PBNU, Jl. Keramat Raya, kira-kira berjarak kurang dari 1 km.

Sampainya di depan Gedung PBNU si ibu tadi bilang, “kiri Bang!” dan langsung turun dan membayar sopir yang ternyata orang Padang itu dengan uang seribu rupiah.

Si sopir kaget dan langsung mengembalikan uang seribuan tadi. “Bah, cuma séribu bu?!” kata Si abang Medan (dengan logat Padang, é).

“Lhah.. Baru naek Bang!” kata ibu ngotot.

“Iya tahu. Ini BBM naek. Séribu limaratus Bu, limaratus lagi…” kata Si abang memelas.

“Udah segitu aje cukup. Baru naek dari kampus tong!” Ibu tadi semakin jengkel.

Si abang tetap tidak mau kalah. Meski lalu lintas keluar-masuk PBNU macet karena microlet tadi berhenti tepat di gerbang gedung PBNU, Si abang tadi tak peduli. Maklum para supir pada mengeluh, untuk membeli bengsin saja tak cukup apalagi membeli kebtuhan anak-istri menjelang lebaran. Si Tiba-tiba ia mendapatkan ide baru. Ia tersenyum dan langsung menyerang ibu tadi dengan kata-kata baru. “Bah… Bu… kurang Bu, limaratus lagi… ini lébaran bu,” katanya memelas lagi.

“Lébaran kek sempitan kek emang gue pikirin…,”  kata si ibu masa bodoh dan langsung beranjak masuk ke gedung PBNU. Kacian dech lo Bang!

Perbedaan bahasa kadang membuat banyak kesalahfahaman. Namun bagi mereka yang murah senyum dan senang humor, perbedaan dan kesalahfahaman justru menjadi sedekah. Cerita tadi diperoleh dari Gus Dur, entah dari mana dia dapatnya. (anm)

Hadiah 
07/12/2005

Uni Soviet, sebelum pecah, dikenal sebagai "Tirai besi", negara yang sangat tertutup. Pengontrolan terhadap individu luar biasa ketat. Semua orang harus tunduk dan patuh saja terhadap apapun yang ditentukan negara. Jangankan berontak, menyanyikan lagu Barat saja orang akan diinterogasi berhari-hari oleh polisi rahasia.


Alkisah, tutur Gus Dur, dalam sebuah perjalanan bertemulah dua orang yang belum saling kenal dalam satu kereta. yang seorang berasal dari Polandia, dan seorang lagi dari Moskow. Keduanya akhirnya saling berkenalan dan terlibat obrolan yang cukup serius.

Si orang Polandia bertanya kepada si Bung dari Moskow itu, "Hadiah apakah yang akan anda peroleh kalau anda memamerkan lambang serikat buruh di Moskow?"

"Tidak tahu, apa kira-kira hadiah yang akan kudapat," jawab kawan yang dari Moskow itu.

Sang penanya kemudian menjawab sendiri teka-tekinya itu:"Anda akan memperoleh dua buah gelang dan satu rantai."

"Gelang emas atau perak?" tanya kawan asal Moskow ini penasaran.

"Borgol!" jawab si orang Polandia kalem.  (di kutip dari website gusdur net)

Kopi panas Pak haji 
10/02/2006

Alkisah, ada dua orang bersahabat dari Indonesia yang pergi haji bersama. Kemana-mana mereka selalu bersama. Suatu pagi, habis shalat subuh di Masjid al-Haram mereka kepingin minum kopi panas seperti layaknya jama'ah lain. 
Seorang dari mereka berkata "Kang, ayo kita cari kopi panas kang, biar seger". "Sampeyan bisa ngomongnya nggak?" Wah, aku dulu pernah sekolah di Madrasah Diniyah awaliyah tapi cuma sampai kelas  tiga. Tapi kalau kopi aku masih ingat bahasa arabnya "Qohwah" kang. Bahasa arabnya panas apa ya? Setelah berpikir sejenak ketemu ide "oh ya, yang panas itu kan neraka jahannam kang". Jadi? Kopi panas ya "qahwah jahannam". 
Sekarang kalau mau bilang "kopi panas, dua" gimana?. Mereka berdua berfikir lagi... dan... "nah, ketemu kang bahasa arabnya dua. Tadi kita kan shalat subuh "rok'ataini" kang. Terus? Kalu gitu nanti ngomongnya ya gampang " qahwah jahannam rok'atain". 
Begitu, sampai di depan kedai kopi sebelah masjid. Di tengah kerumunan orang banyak dari berbagai negara itu, tanpa ragu lagi salah satu dari mereka berujar " Qahwah Jahannam rok'atain". Kontan saja, semua orang Arab yang mendengarnya tersipu-sipu.
Untung, pelayan kedai itu paham maksud orang indonesia itu.  
(Pengirim :Mohamad Arja Imroni, abaqov@yahoo.com)
  

Interpretasi kotor 
10/02/2006

<P>Kisah ini terjadi ketika saya bersama teman dari ITS Surabaya ikut lomba MTQ Mahasiswa di Pontianak september 2005 lalu.</P>
<P>Minggu pagi itu saya bersama dua orang teman saya yang juga NU, gus dan saif dan seorang lagi teman yang mengikuti paham Ikhwanul Muslimin (tarbiyah), yanto pergi jalan-jalan di sekeliling kota pontianak. maklumlah kami pengin tahu juga keadaan pontianak waktu pagi.</P>
<P>Ditengah jalan kok banyak orang  olah raga lari-lari, yang cewek bajunya banyak yang ketat lagi. P>
<P>Kontan kami <EM><STRONG>nyebut, Subhanallah)</STRONG></EM> ....</P>
<P>maka terjadilah sebuah percakapan</P>
<P>"kalo ada kejadian kayak gini ni akan keliatan kelebihannya orang NU", kataku</P>
<P>"lho kok bisa ???", tanya teman-teman.</P>
<P>"kalau ada <EM>gitu </EM>khan pandangan pertama adalah nikmat, selanjutnya adalah syetan. betul khan?", ucapku</P>
<P>"Iya, Trus letak kelebihan orang NU itu dimana?", tanya Saif</P>
<P>"Kalau orang selain NU setelah liat gitu, nyebut subhanallah setelah itu ga boleh liat lagi, tapi kalo' Nahdliyin (orang NU) masih ada sisa 32 kali lagi untuk nyebut subhanallah yaitu waktu wiridan. jadi subhanallah....subhanallah....dan seterusnya", tukasku</P>

"wah, itu sih karena pahammu yang salah karena penuh dengan "piktor" alias pikiran kotor sehingga interpretasimu juga kotor" tangkas <P>dua temanku berbarengan sembari senyum, yang satu lagi bengong....</P>
(Pengirim : ahmad badruddin,badruddin_saja@yahoo.com)
<P> </P>
<P> </P>

Arti Allahu Akbar 
13/02/2006

Pemuatan 12 macam kartun nabi di harian Jyllands-Posten di Denmark pada September lalu, menuai protes umat islam seantero dunia. bagaimana tidak, sosok nabi Muhammad yang dianggap sebagai Panutan umat islam digambarkan memakai sorban berbentuk bom waktu dan memperlihatkan Nabi sebagai orang Badui dengan mata terbeliak sedang menghunus pedang, ditemani dua wanita berbusana hitam.

Dengan dalih kebebasan pers, berbagai negara Eropa memuat kartun ini kembali pada awal bulan lalu,  sehingga memicu kemarahan di kalangan negara yang berpenduduk Islam termasuk Indonesia

Seluruh organisasi islam mengutuk peristiwa ini, termasuk organisasi islam terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama. walaupun begitu, NU tetap meminta seluruh Nahdliyin agar tidak berbuat fasad (merusak), tidak terpancing hingga berbuat kekerasan.Demikian pernyataan Ketua umum PBNU, H. A. Hasyim muzadi saat press conference

"karena merespon masalah tersebut dengan kekerasan tidak menyelesaikan masalah, malah memunculkan masalah baru", katanya

"maksudnya bisa memunculkan masalah baru itu apa",tanya wartawan

" teriak....Allahu Akbar........Allahu Akbar,kemudian serentak maju dan langsung membakar dan merusak gedung itu kan jadi masalah baru" jawabnya

" pertama, bisa ditumpangi kepentingan orang lain, kedua, bisa menyebabkan jatuhnya korban dan lain sebagianya ", tambah Pak Hasyim  

"ketiga, malah ada yang menyangka arti Allohu Akbar itu adalah serbuuuu,serbuuuu" celetuk salah satu wartawan portal

"itu kan merusak citra kalimat toyyibah pak kiai" kata laki-laki berambut gondrong ini sambil ngeloyor pergi (Alf)

 

tambahnya

Kisah Sastrawan dan Politisi 
17/02/2006

Saat  membincang sastra pesantren di sebuah diskusi rutin NU Online, seorang audient mempertanyakan kenapa Arif Mudatsir Mandan (sebagai salah satu pembicara diskusi,red) berpindah dari seorang sastrawan ke politisi (anggota DPR-RI dari PPP,red).

"saya kira alasannya, karena apresiasi masyarakat terhadap penyair atau sastrawan cukup diskriminatif",tanya audient tadi bersemangat.

"dibanding sastrawan, politisi lebih dihargai dalam masyarakat kita. karena secara ekonomi politisi diuntungkan,sedang sastrawan kurang diuntungkan", lanjutnya dengan nada yang cukup sengit

Giliran Arif M. Mandan menjawab pertanyaan yang menyoal dirinya tersebut, dia memberikan contoh bahwa tidak semua masyarakat meminggirkan sastrawan dan mengapresiasi politisi.

Dalam event wisuda sarjana di sebuah perguruan tinggi , seorang dekan yang dikenal cukup apresiatif tanpa pandang bulu meminta para wisudawan yang dapat nilai A untuk berdiri, serentak mereka yang bersangkutan berdiri.

"anda  memang luar biasa, bisa mendapatkan nilai A. saya yakin anda semua nantinya akan menjadi para birokrat dan teknokrat handal", kata Dekan tadi seraya diiringi tepuk tangan hadirin.

"bagi wisudawan yang mendapat nilai B, silahkan berdiri", kata bapak dekan

"anda semua adalah orang yang sangat hebat, bisa memperoleh nilai B. saya yakin anda semua akan menjadi seorang pengusaha dan eksekutif muda yang disegani", puji bapak dekan saat yang bersangkutan berdiri, juga diiringi tepuk tangan meriah.

Giliran saat bapak dekan meminta berdiri bagi yang dapat nilai C

"anda semua bukanlah orang sembarangan, bisa mendapat nilai C. saya yakin, dimasa mendatang anda akan menjadi sastrawan dan politisi yang dielu-elukan" kata dekan, lagi-lagi diiringi tepuk tangan yang jauh lebih meriah dibanding sebelumnya.

"sekarang tergantung kita, mau dapat nilai A, B atau C ?", kata Pak Arif mengakhiri. (alf)