Gus Gur Ingin Nikahi Perempuan Satu Bis? 
05/06/2009

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) diprotes oleh seorang penceramah di televisi gara-gara ada rombongan ibu-ibu pengajian satu bis yang mencium tangan Gus Dur saat sowan atau bersilaturrahim ke kediamannya di Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan.

”Itu ada ulama tapi koq bersalaman dengan perempuan, kanbukan muhrim,” kata penceramah itu. ”Mestinya dia memberikan pelajaran yang baik kepada ummat,” katanya agak kesal.

Gus Dur tertawa saja mendengar itu. ”Memangnya perempuan satu bis mau saya nikahi semua, hehehe,” katanya.

”Masa bersalaman aja nggak boleh, lagian saya kan tidak lihat satu-satu orang yang datang,” kata Gus Dur. (anam)

Gara-gara Tahlil Kelamaan 
31/07/2009

Malam itu, seorang santri bandel duduk di pojok ruangan. Kelihatannya ia tidak nyaman. Posisi duduknya berubah berkali kali. Kadang ia bersila, kadang seperti orang sedang duduk tahiyat akhir, kadang kedua tangannya merangkul lutut lalu janggutnya ditempelkan di atas lutut itu. Kadang kepalannya bersandar di tembok sambil mendongak ke atas.

Saat itu sedang diadakan tahlilan untuk salah seorang keluarga santri yang pagi tadi meninggal dunia. Bacaan tahlil kali ini terasa terlalu lama sekali.... Kemudian, usai tahlilan, kiai yang memimpin tahlil memanggil santri itu. Sementara yang lainnya disuruh ke kamar masing-masing. Rupanya kiai tahu gelagat santri itu.

"Tadi kenapa?" kata kiai. "Sakit ya?"

"Tidak kiai."

"Lalu kenapa?"

Santri yang memang terkenal paling bandel ini malah bertanya, "Kenapa tadi tahlillnya lama sekali kiai?"

"Lho almarhum itu malah seneng kalau tahlilnya lama," kata kiai. "Kamu besok juga begitu kalau meninggal."

"Apa iya?"

"Ya iya, kalau tidak percaya tanya aja ke kuburan."

"???"

Malam itu juga kiai memberi ta'zir atau sangsi kepada santri untuk membaca surat Yasiin tiga kali di pemakaman samping pesantren. (nam)

Da'i Cilik 
18/09/2009

Ada seorang dai cilik dengan semangat menyampaikan ceramahnya bahwa "Kita tidak boleh takut pada apapun saja selain Allah SWT, kita tidak boleh takut kepada syetan, jin, dan lain."

Tiba-tiba mati lampu, dan dai cilik pun ketakutan.

Lalu dia turun dari mimbar. "Hadirin... hadirin... aku takut," katanya. (Kiriman dari Rahman Duka)

Baju Pramugari 
30/10/2009

Para kiai berdebat tentang boleh tidaknya bertayamum dengan kursi-kursi yang ada di pesawat, terutama bagi jamaah haji Indonesia yang berada di pesawat agak lama. Sebagian menyatakan boleh karena dalam udara ini selalu ada debu. Ada juga yang mengutip pendapat imam madzhab bahwa setiap barang yang bisa terbakar pasti memuat unsur debu.

Namun banyak pula yang menolak bertayamum dengan kursi pesawat, karena pesawat tertutup bahkan sering berada di luar angkasa. Lagi pula kursi pesawat selalu dibersihkan rutin, sehingga tidak mungkin ada debu.

Nah, di tengah perdebatan itu Kiai Mahfud Masduki nyeletuk, “Kalau masih ragu tayamum dengan kursi pesawat, yang pasti ada debunya ya baju pramugari itu. Karena dia pasti naik turun pesawat,” katanya. Para kiai lainnya tertawa, mungkin sambil membayangkan pramugari. (nam)

Jenderal yang Paling Ditakuti Gus Dur 
06/11/2009

Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang tokoh yang sangat pemberani. Gus Dur tidak pernah takut kepada siapa pun, termasuk kepada polisi. Bahkan kepada Jenderal-nya sekalipun. Hal ini pernah dibuktikan dengan permintaan Gus Dur agar Jenderal Surojo Bimantoro (Kapolri) mengundurkan diri.

Namun rupanya, seberani apa pun seorang Gus Dur, tetap saja ada satu Jenderal yang ditakutinya. Ketakutan pada Jenderal ini pernah diungkapkan Gus Dur seusai sebuah konferensi pers. Yakni Gus Dur dipapah memasuki mobil dan para wartawan tidak lagi mengerubutinya.

Sebelum Menutup pintu mobilnya, sambil setengah berbisik Gus Dur kembali memanggil para wartawan, "Hei, saya masih punya satu informasi lagi. Kalian mau tidak ?"

"Apa itu Gus ?" tanya para wartawan sembari serentak mengerubuiti Gusdur Kembali di pintu mobilnya yang masih setengah terbuka.

"Saya mau sebutkan nama seorang Jenderal yang paling berbahaya dan berpotensi mematikan siapa saja. Jenderal ini ditakuti oleh siapa saja, jadi kalian harus berhati-hati kepada jenderal yang satu ini," ujar Gus Dur dengan mimik serius.

"Wah, siapa itu Gus ?" sambut para wartawan sambil berebut menyorongkan alat perekamnya sedekat mungkin ke wajah Gus Dur. Mereka tampak sangat mendapatkan berita eksklusif itu.

"Ok, saya harus katakan," kata Gus Dur meyakinkan. "Jenderal itu adalah Jenderal..(General) Electric ..."

"Wooo kok itu sih Gus ?" protes para wartawan.

"Lha kalian ini, maunya bikin gosip melulu. Padahal kan saya kan bener. Bahwa General Electric itu paling berbahaya. Coba, mau nggak kamu kesetrum lampunya General Electric ? Berbahaya khan ?!, kamu bisa mati kan kalau kesetrum????"

"Huuuuuuuu," balas para wartawan serentak, sambil bersunggut-sunggut dan ngeloyor ke belakang. (min)

Latar Belakang Presiden Gus Dur 
27/11/2009

Prof Dr Mahfud MD diminta Presiden Gus Dur untuk menjabat Menteri Pertahanan, tapi ia menolak karena merasa tidak punya latar belakang di bidang itu.

“Saya ini tidak punya latar belakang di bidang pertahanan. Latar belakang saya kan hukum tata negara,” kata Mahfud.

Gus Dur menjawab, ”Kalau masalah gitu ga perlu latar belakang. Saya aja ga punya latar belakang presiden, tapi bisa jadi presiden.”

Mahfud tidak bisa menjawab. (nam)

Gus Dur Berbagi Amplop 
01/01/2010

Usai memberikan ceramah di suatu acara pengajian, Gus Dur dihampiri banyak orang yang ingin bersalaman dengannya. Seperti kiai pada umumnya, masyarakat memberikan amplop berisi uang kepada Gus Dur, atau kita kenal dengan salaman templek, pada saat bersalaman. Ini sebagai satu bentuk penghormatan. Isi amplopnya bisa beragam, sesuai kadar kemampuan ekonomi si pengamplop.

Setelah acara, Gus Dur berkumpul dengan teman-temannya. Amplop yang diterimanya tidak diambil semua untuk pribadinya. Beberapa amplop yang diterima dibagikan kepada tema-temannya yang adalah para kader dan pengawal yang setia mendampingi Gus Dur kemana-mana. Nah, karena Gus Dur baik hati, amplop yang berisi tebal justru dikasihkan kepada teman-temannya itu.

Teman-temannya berterima kasih kepada Gus Dur, seraya langsung menerima amplop dengan penuh semangat dan berbisik, "Wah Gus Dur ini baik sekali. Amplop yang tebal malah diberikan kepada kita. Alhamdulillah."

Nah sekarang tibalah saatnya membuka amplop. Hah... Ternyata, amplop yang tebal berisi berlembar-lembar uang ribuan saja dan paling gede hanya pecahan lima ribuan. Sementara amplop Gus Dur yang tipis berisi beberapa lembar saja, tapi bergambar Sueharto tersenyum, alias uang limapuluh ribuan. Jadi tetap saja bagian Gus Dur lebih besar dibanding yang lain.

Semua menggerutu, "Ah mestinya pilih amplop yang tipis saja." Gus Dur hanya tersenyum. "Tapi dari mana Gus Dur tahu isi amplop ya?" (Anam)

Kata Gus Dur, Sakit Gigi Lebih Sakit dari Sakit Hati 
08/01/2010

Saat Gus Dur sakit gigi, ia masih bisa bergurai. Kepada seorang pengawalnya ia bergumam, ”Ternyata sakit gigi itu lebih sakit dari sakit hati.”

”Lho kog bisa Gus? Bukannya malah terbalik, sakit hati itu lebih sakit rasanya dibanding sakit gigi?” kata pengawal Gus Dur, mungkin dia mengingat syair lagu dangdut Meggi Z.

Tapi Gus Dur langsung menjawab, ”Lha wong sekarang saya sakitnya sakit gigi kog,” katanya.

Pengawal Gus Dur itu tak bisa menjawab. (nam)

Banser VS Tentara AS 
22/01/2010

Saat berada di sebuah kapal pesiar, presiden Indonesia (Gus Dur, pastinya), presiden AS dan perdana menteri Jepang saling memamerkan keberanian tentara masing-masing.

Presiden AS bilang tentaranya bisa mengelilingi kapal 10 kali tanpa berhenti, dan langsung dibuktikan, ternyata benar. Perdana Menteri Jepang malah bilang tentaranya bisa menglilingi kapal selama 25 kali.

Ia panggil salah seorang prajurit untuk terjun ke laut berenang mengelilingi kapal 25 kali dan... luar biasa, ternyata ia bisa.

Gus Dur hampir-hampir dipermalukan dalam perdebatan itu. Prajurit AS dan Jepang benar-benar pemberani. Untung Gus Dur segera punya ide. Dipangilnya seorang angota Banser NU yang kebetulan diajak.

"Ini bapak-bapak, dia seorang anggota Banser NU. Dia bukan tentara, dan tidak pernah mengikuti latihan militer resmi. Dia akan saya suruh berenang 100 kali," kata Gus Dur sambil menepuk-nepuk pundak anggota Banser. Presiden AS dan perdana menteri Jepang melongo.

"Ayo sekarang kamu nyebur ke laut dan berenang keliling kapal sampai seratus kali," kata Gus Dur kepada anggota Benser tadi dengan penuh percaya diri.

"Mana mungkin Gus, saya masak disuruh berenang mengelilingi kapal sebesar ini, saya tidak mau Gus," kata anggota Banser.

"Ya sudah kalau begitu kamu balik ke tempat," kata Gus Dur dan angota Banser tadi balik ke tempatnya semula.

Gus Dur lalu mendekati dua pimpinan negara adidaya itu. "Tuh kan bapak-bapak, sekarang tentara siapa yang lebih berani coba? Pasti lebih berani tentara saya. Lha wong perintah presidennya aja tidak dipatuhi??" kata Gus Dur sambil menepuk-nepukkan tangan kanan ke pahanya. (anam)

Doa dan Lampirannya 
14/02/2010

Alkisah, Ahmad, seorang ketua RT akan menunaikan ibadah haji. Sebagai seorang ketua RT yang berpengaruh, Ahmad didatangi oleh para tetangganya.

“Tolong, nanti kalau di depan Multazam, anak saya si Badu didoakan agar meninggalkan sikap badungnya,” kata Pak Kasimo yang memiliki anak super badung, dan selalu meresahkan kampong.

“Saya mohon pak Ahmad mendoakan saya agar segera naik pangkat, karena status saya sebagai pegawai kok stagnan,” pinta Pak Abdul, seorang pegawai rendahan di sebuah instansi.

“Semoga saya segera mendapatkan jodoh yang baik,” harap Alisa yang usianya kian menua, tapi tak kunjung dapat jodoh.

Walhasil, ternyata yang meminta didoakan pak Ahmad cukup banyak, sehingga pak Ahmad berinisiatif untuk mencatat semua “aspirasi” warganya itu.

Tiba hari H, ketika pak Ahmad selesai melakukan thawaf, pak Ahmad berdoa di depan Multazam dengan khusyu’, sambil mengeluarkan catatan “aspirasi” warganya yang berlembar-lembar.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Suasana di depan Multazam sangat padat, dan sangat riuh oleh orang-orang yang berdoa atau orang-orang yang bertawaf. Setiap pak Ahmad mulai menyebut nama tetangganya satu persatu, pada saat itu juga datang arus besar massa yang mendesak tubuhnya. Praktis ia kesulitan untuk dapat membaca lampiran catatan aspirasi warganya. 

Dan tiba-tiba, lampiran catatan aspirasi warganya pun hilang, sehingga pak Ahmad pun agak panik dan sedih. Maka meluncurlah kata-kata pak Ahmad dalam doanya “Ya Allah, kabulkanlah doaku beserta lampirannya!” Amin !

 
Kiriman Muhammad Nuh Sholeh, Sidoarjo-Jatim

Mic Tanpa Kabel 
02/04/2010

Seorang peserta muktamar dalam komisi bahtsul masail diniyah waqiiyah sempat marah-marah karena suaranya terdengar putus-putus saat ia menyampaikan pendapat. Mungkin karena microphonnya rusak. Tapi dia merasa ada yang sengaja menghalanginya berbicara.

"Ini tidak betul ini. Masak giliran saya bicara mic-nya putus-putus begini. Padahal saya kan mau menyampaikan ta'bir (referensi) dari pendapat yang saya kemukakan tadi," katanya.

"Tenang-tenang. Mohon bersabar dulu biar mic-nya dibetulkan sama panitia," kata ketua sidang.

Seorang panitia yang mengetahui hal itu secara cekatan langsung menghampiri muktamirin dan langsung mengganti mic yang dipakai seorang muktamirin tadi dengan mic baru yang lebih bagus, yakni mic tanpa kabel atau memakai wire less. Namun ternyata peserta muktamirin tadi tambah marah.

"Ini mic yang pakai kabel aja putus-putus. Apa lagi yang nggakpakai kabel," katanya. (nam)

Do’a Kubur 
21/07/2010

Suatu ketika Kiai NU bertemu dengan seorang yang tidak percaya kalau do’a yang dikirimkan kepada ahli kubur akan sampai. Kontan saja terjadi dialog antara ketua umum PBNU ini dengan orang tersebut yang diketahui tidak sepaham dengan orang NU.

“Kami tidak percaya akan do’a yang dikirimkan kepada ahli kubur,karena tidak akan sampai pada yang bersangkutan,”ujar orang tersebut kepada Kiai.

“Lho, bacaan itu untuk mendo’akan  orang yang sudah wafat agar terhindar dari siksa kubur. Itu do’a baik,” jelas Kiai.

“Tidak mungkin sampai, pak kyai. Masak orang mati bisa dikirimi do’a, jelas tidak akan bisa sampai,” bantah orang tadi ngotot.

Saking sulitnya orang tersebut mau menerima penjelasan dengan berbagai dalil-dalil yang ada, Kiai NU memberikan pemahaman dengan cara  sederhana.

“Kalau sampeyan tidak percaya, sekarang orang tua sampeyan saya do’akan semoga mendapat siksa dari Allah SWT dan masuk neraka. Saya mendo’akan gini sampeyan tidak boleh marah lho, karena do’a itu tidak akan sampai,”kata Kiai sedikit bergurau.

Sontak saja, orang tadi bingung dan akhirnya mempercayai akan do’a yang dikirimkan bagi ahli kubur. (qomarul adib)

Tips Do'a Kilat Khusus Bagi yang Super Sibuk 
01/09/2010

Do'a itu macam-macam jenisnya, ada yang panjang-panjang, ada pula yang pendek-pendek. Bagi mereka yang punya banyak waktu luang bisa memilih do'a yang panjang-panjang, dan bagi mereka yang sibuk boleh memilih do'a yang pendek-pendek, yang penting do'anya dimunajatkan dengan khusyu' dan ikhlas.

Kalau misalnya anda kebetulan menemui moment yang super sibuk, jangan lupa untuk tetap berdo'a. Misalnya anda memilih do'a yang pendek, do'a yang sudah pendek itu boleh diwinzip atau dikompressmenjadi lebih singkat dan padat, yang biasanya satu paragraf menjadi satu baris saja. Lho..., gimana caranya???

Gampang,...
Pertama, inventarisir dulu apa yang akan anda minta dari Tuhan. Boleh dengan membuat daftar permintaan.

Kedua, yakinkan diri anda. Apakah permintaan anda itu sudah cukup atau belum, atau mungkin ada yang mau ditambahkan ataupun dikurangi.

Ketiga, jangan sekali-kali berburuk sangka bahwa do'a anda tidak akan dipenuhi Tuhan. Dari pada su'udzon kepada Tuhan mendingan nggak usah berdoa saja. Karena itu sama saja dengan buang-buang waktu.

Keempat, jika poin di atas sudah selesai, bubuhkanlah bacaan basmallah, hamdallah, dan shalawat Nabi sebelum anda memanjatkan permintaan anda kepada Tuhan, agar do'a anda sampai ke tujuan dan tidak terkatung-katung di bawah  'Arsy.

Kelima, gantilah daftar permintaan anda yang banyak tadi dengan kalimat sederhana dan singkat yang bunyinya kira-kira begini: "Ya Allah Yang Maha Tahu, Engkau Tahu yang Aku Mau, Maka Kabulkanlah Permintaanku, Amiiin"

Jika ternyata do'a anda tidak dikabulkan Tuhan, jangan segan-segan untuk sering-sering berdo'a kepada-Nya, karena pada akhirnya Dia akan merasa iba juga kepada anda, karena Tuhan memang memang Maha Iba kepada semua makhluk-Nya. 

Dikirim oleh: Aba Anindya Hanafie: STAI Sangatta Kutai Timur

Komentar:


rido menulis: 
Suatu ketika,setelah salat magrib imam melaksanakan wiridan,di mulai membaca Istigfar dan seterusnya,begitu selesai menjelang bubar,ada jama'ah yg bertanya kepada Kiyainya.Pk Yai.kenaapa kalau sehabis salat yang di dahulukan selalu membaca istigfar,kenaapa bukan yang lain.kiyai menjawab:karna di dalam ayat Al-Qur an banyak ayat yang menyebut lafadz gofur baru lafadz rahim,ini menandakan bahwa orang kalau mau minta/Do'a harus membaca istigfar dulu baru mengharap rahmat.kemudian jama'ah bertanya lagi,apa ada do'a yg sepontan di muka bumi ini.kiyai menjawab,banyak di antaranya do'anya orang tahlilan.baru saja do'a selesai langsung keluar berkatnya.kemudian bayi yg di gendong saat menangis itu sama dg berdo'a buktinya rejeki bayi segera di keluarkan oleh ibunya dari dalam,kemudian bayi segera menikmati (nenen)karna bayi itu masih bersih belum punya dosa.

Mbah Maridjan "Beragama" NU 
01/11/2010

KH Hasyim Muzadi, saat itu masih menjabat sebagai ketua umum PBNU, membawa oleh-oleh menarik dari lereng Merapi saat terjadi letusan Merapi tahun 2006 lalu. Saat berkunjung ke tempat pengungsian, Hasyim berkesempatan bertemu dengan Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi.

Pada kesempatan itu Hasyim menghadiahi sebuah jaket yang pada bagian belakangnya terdapat gambar logo Nahdlatul Ulama (NU).

Mengetahui hal itu, Mbah Maridjan kontan mengatakan, "Nggih niki agomo kulo. Agomo kulo niku NU," ("Ya ini agama saya. Agama saya itu adalah NU") serunya seraya menunjuk logo NU pada jaket tersebut.

Penasaran, Hasyim lantas bertanya, "Sanes Islam, Mbah?"("Bukannya Islam, Mbah?")

"Nggih sami mawon," 
("Ya sama saja") jawab Mbah Maridjan sambil tertawa.

Tokoh masyarakat setempat yang telah meninggal dunia akibat terkena wedhus gembel atau awan panas akibat letusan Merapi ini merupakan wakil rais syuriah Majelis Wakil Cabang NU Cangkringan, Sleman.

Tetap Saja Seperti Biasanya 
19/11/2010

Makkah, NU Online
Cerita ini adalah cerita nyata yang diceritakan oleh Naib Amirul Haj 1431 H KH Hasyim Muzadi. Menurut Kiai Hasyim -sapaan akrab KH Hasyim Muzadi, percakapan berikut ini adalah kisah nyata antara dirinya dengan salah seorang pembantu di Pesantrennya al-Hikam Malang Jawa Timur.

"Pada waktu itu sebelum berhaji bersama keluarga dan beberapa orang yang membantu khidmah (bekerja) di Pesantren al-Hikam, saya menerangkan tentang tata cara haji kepada rombongan," tutur Kiai Hasyim memulai ceritanya, Kamis (18/11).

"Di antara pilihan tata cara haji itu ada yang dinamai haji Tamattu', yaitu melakukan umroh terlebih dahulu, baru kemudian berhaji. Ada haji Ifrod, yaitu melakukan haji dahulu baru kemudian Umroh. Dan terakhir adalah haji Qiron, yaitu melakukan haji dan umroh sekaligus," terang Kiai Hasyim. 

"Kita boleh memilih manakah di antara nama haji-haji itu yang akan kita pakai. Apakah haji tamattu', Ifrod ataukah Qiron," pungkas Kiai Hasyim.

Seusai bercerita, Kiai Hasyim bertanya kepada salah seorang pembantunya yang bernama Sholeh. "Jadi nanti kamu mau haji apa leh? Mau haji tamattu' atau haji ifrod?" 

Dengan lugunya, Sholeh menjawab, "Tidak Pak Kiai, saya mau tetap saja seperti biasa, tidak usah ganti nama. Saya mau jadi Haji Sholeh saja."

"Ha?............??/ (Syaifullah Amin)

Mahbub Djunaidi Mendebat Malaikat 
01/12/2010

Nahdlatul Ulama punya tokoh pers yang masyhur di negeri ini. Selain sukses memimpin Duta Masyarakat, koran milik NU, di era 50 hingga 70-an, mendiang Mahbub juga lihai menulis esai-esai. Esianya sangat khas, unik, dan oleh karena itu berkarakter.

Salah satu karakter yang melekat pada tulisan-tulisannya adalah humor. Ya, dalam tulisan, dia adalah pendekar humor, di samping tentu saja gesit berargumentasi.

Saking pandainya berargumentasi dan menggelontar humor, sampai-sampai dia diimajinasikan berdebat dengan malaikat di pintu pengadilan akhirat.

"Ya Mahbub, silahkan cuci dulu tubuh Anda di kolam sebelah kiri," perintah malaikat sambil mengarahkan tongkatnya ke kolam hitam dan berasap.

"Sebentar Bang. saya sedang kena deadline, ditunggu tukang layout ini." jawab Mahbub. 

"Bang-bang, emangnya saya abang mi. Lagian, apa itu deadlinedan tukang lay out?" tanya Malaikat.

"Walah Bang-bang, ente dealine aja tidak tahu. Kaya gitu berani perintah ane. Sudah, ane mau langsung ketemu Guse aja," bentak Mahbub.

"Guse itu siapa? tanya Malaikat.

"Ya Gusti Allah. Siapa lagi?"

Jin dan perokok berat 
10/01/2011

Suatu ketika ada tiga orang masing-masing pemabuk, penggila wanita dan satunya lagi perokok berat 

menemukan kendi ajaib.Saat menggosok-gosok nya ternyata ada jin bebas keluar dari kendi tersebut. Karena telah berjasa terhadap jin itu, ketiga orang ditawari imbalan oleh jin sesuai dengan permintaanya.

Si pemabuk minta arak dengan segala jenis. Si penggila wanita pun demikian mendapat kiriman wanita-wanita cantik dibawa ke kamar si penggila wanita tadi.
 
Sang perokok berat pun meminta hal sama. Ia meminta rokok berbagai merk untuk dirasakan sepuasnya. Setelah diberikan hadiah tadi, Mereka menikmati pemberiannya di kamar masing-masing.
 
Esok harinya, jin tadi mengecek kepada masing-masing kamar ketiga orang tersebut.

Kamar pemabuk, orangnya lunglai terkapar mati kebanyakan minum arak, begitu  pula si penggila wanita mati kehabisan tenaga bersama wanita-wanita tadi.

Namun, ketika membuka kamar sang perokok berat, jin kaget karena  orang tadi masih segar bugar.

Si perokok berat dengan gagahnya keluar kamar sambil memukuli jin tadi.

” kamu itu gimana to jin, ngasih kesenangan rokok, tapi aku gak bisa menikmati pemberianmua,”kata orang tadi. “Kok bisa…”tanya Jin.

“Lha kamu tuh aneh, mosok ngasih rokok gak ada koreknya. Kapan menikmatinya.”gerutu perokok sambil memukul wajah  sang Jin.

OOOOOOalaah. Ternyata sang perokok dituruti kemauannya tanpa diberi korek api. Tentu saja  perokok berat tidak bisa menikmati pemberian jin..(qomarul adib)

Kiai Wahab Mencari Sopir 
01/02/2011

Ketika NU memutuskan diri untuk berpisah dari Masyumi dan menjadi partai sendiri, banyak orang yang meragukan kemampuan NU dalam mempersiapkan SDM-nya. Salah satu politisi Masyumi, Isa Anshari, pernah menanyakan kepada Kiai Wahab dengan nada berolok mengenai minimnya SDM yang dimiliki NU untuk mengisi jabatan-jabatan publik. 

Isa bertanya “Kiai, jika NU jadi partai politik, apakah sudah mempersiapkan tokoh-tokoh andalnya untuk menjadi menteri, duta besar, gubernur dan sebagainya? Berapa banyak dokter, pengacara, dan insinyur yang dimiliki NU?

Wahab menjawab: “Jika saya membeli sebuah mobil baru, penjualnya tidak bertanya: ‘Pak, bapak bisa menyetir?’ Pertanyaan semacam itu tidak perlu karena jika saya tidak bisa menyetir saya dapat memasang iklan di Koran ‘Dicari Sopir’. Tidak bisa diragukan akan segera ada antrian calon di depan pintu saya”.

Dikutip dari Saifuddin Zuhri, Berangkat dari Pesantren (Jakarta: Gunung Agung, 1987) halm, 339

Kampenye ala Partai NU tahun 1955 
01/03/2011

Pemilu tahun 1955 merupakan pemilu pertama yang diikuti NU. Masing-masing partai mengkampanyekan partainya dengan berbagai cara. berikut kampanye partai NU.

"Nyoblos bulan bintang kedhuwuren, nyomblos palu arit athos, nyoblos banteng ngamuk, nyoblos bumi (lambang NU) makmur,…ditanemi opo wae bisa dipetik hasile." 


(Mencoblos bulan bintang (lambang Masyumi), mencoblos palu arif (lambang PKI), terlalu keras, mencoblos banteng mengamuk, mencoblos bumi makmur…ditanami apa saja bisa dipetik hasilnya.

Ali Haidar, Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia: Pendekatan Fikih dalam Politik, Jakarta, Gremedia. 1994.

Gus Dur dan Anjing-Anjingnya 
01/04/2011

Waktu belajar di Irak, Gus Dur bersepuluh temannya yang berasal dari Indonesia menyewa sebuah rumah besar. Untuk menghemat waktu, mereka juga bergiliran memasak dan ketika tiba giliran Gus Dur untuk memasak, menu yang disajikan selalu istimewa berupa berupa jerohan yang terdiri dari ati ampela, paru dan lainnya yang memang biasa dimakan di Indonesia, tapi ternyata tidak biasa dimakan oleh orang Irak.

Teman-temannya menikmati saja apa yang disajikan Gus Dur, dan tidak menanyakan bagaimana strategi mendapatkan makanan enak dan murah itu.

Suatu ketika akan ada rombongan tamu dari Indonesia dan untuk menyambutnya, para mahasiswa itu berencana membuat masakan istimewa dengan makanan seperti yang dibuat oleh Gus Dur.

Maka pergilah salah seorang mahasiswa ke penjual daging untuk membeli jerohan-jerohan itu

Mahasiswa: Pak minta jerohan 10 biji
Pedagang: Oh, ya, mana temanmu itu, ia yang biasanya minta daging-daging jerohan ini untuk makanan 10 ekor anjingnya.
Mahasiswa: Hah…(dalam hati ia terkejut bagai disambar geledek tak mengira Gus Dur akan memberlakukan teman-temannya sama dengan anjing untuk mendapatkan makanan itu secara cuma-cuma) 

Ia pun langsung buru-buru pulang dengan hati penuh amarah karena tak terima diperlakukan sama dengan anjing dan langsung memarahi Gus Dur.

Kisah ini termasuk humor Gus Dur yang cukup popular, ada yang menyebut yang dibeli kepala ikan, bukan jerohan, tetapi KH Mahfudz Ridwan dari Salatiga yang merupakan karib terdekat Gus Dur di Irak kepada NU Online menegaskan, yang dibeli Gus Dur memang jerohan, yang oleh para pedagang diberikan secara gratis saja, tetapi sebagai tanda sudah dibeli, Gus Dur tetap memberi sedikit uang. (mkf)