Macam-macam kalimat menerima I'rob

1. (Isim Mufrod)
2.
(Mutsanna)
3.
(Jama Mudzakkar Salim)
4.
(Jama Muannats Salim)
5.
(Jama taksir)
6.
(Isim-isim yang lima)
7.
(Isim yang tidak bisa menerima tanwin) 8. (ahir nya tidak bertemu dengan sesuatu apapun)

9. (af'alul homsah / fi'il yang lima)

Penjelasan Macam-Macam Isim

1. (Isim Mufrod)

adalah isim yang menunjukkan makna tunggal.
Contoh :
(baitun) : (sebuah) rumah
(waladun) : (seorang) anak

2. (Mutsanna)

adalah isim yang menunjukkan makna dua. Cara membuatnya adalah dengan menambahkan Alif dan nun/ ani ( ) waktu rofak atau Ya dan nun/aini ( ) pada waktu nasob dan jer nya.
Contoh :
- (baitaani) atau (baitaini) : dua buah rumah
- (majallataani) atau (majallataini) : dua buah majalah

Dari dua bentuk isim mutsanna, yaitu mustanna yang diakhiri dengan Alif dan Nun dan mutsanna yang diakhiri dengan Ya dan Nun. Maknanya sama, perbedaannya nanti ada pada kedudukannya dalam kalimat .

3. (Jama Mudzakkar Salim)

adalah isim yang menunjukkan makna banyak, yakni lebih dari dua dan menunjukkan makna laki-laki. Cara membuatnya adalah dengan menambahkan Wawu dan Nun/una ( ) waktu rofak atau Ya dan Nun/ina () waktu nasob dan jer pada akhir isim mufrod-nya.
Misal:
- (muslimuuna) atau (muslimiina) : orang-orang muslim
-(kaafiruuna) atau (kaafiriina) : orang-orang kafir

Isim jama mudzakkar salim juga ada dua bentuk, yakni yang diakhiri dengan una dan yang diakhiri dengan ina yang keduanya memiliki makna yang sama, penggunaannya nanti tergantung kedudukannya di dalam kalimat. Berbeda dengan mutsanna, pada jama mudzakkar salim huruf Nun-nya senantiasa berharkat fathah, kemudian huruf sebelum wawu berharkat dhommah dan huruf sebelum ya berharkat kasroh.

4 (jama' muannas salim)

adalah isim yang menunjukkan makna banyak, yakni lebih dari dua dan menunjukkan makna perempuan Cara membuatnya adalah.ta marbutoh pada isim mufrod muannats dihilangkan, kemudian harokat akhir dijadikan fathah, lalu menambahkan alif dan ta' yang berharkat dommah/atun()waktu rofa' atau alif dan ta' yang berharkat kasroh/atin( )waktu nasob dan jer .

contoh:

- (muslimatun) atau (muslimaatin): para muslimah

Jadi Dua jama' muannas salim diatas menunjukkan arti yang sama yaitu para muslimah (perempuan muslim banyak), penggunaannya nanti tergantung kedudukannya di dalam kalimat.

5. (Jama' Taksir)
adalah isim yang menunjukkan makna banyak, yakni lebih dari dua (tiga/lebih) dg Cara menambah huruf,mengurangi huruf, merubah harkat pada isim mufrod nya.

Misal :

    para lelaki (), isim mufrodnya ()

    para ulama (), isim mufrodnya ()

    buku-buku (), isim mufrodnya ()

Jama' taksir memiliki banyak pola dan tidak teratur, tidak seperti halnya jama' mudzakkar salim dan jama' muannats salim yang hanya memiliki satu pola. Untuk mengetahui jama' taksir suatu isim, di perlukan sering-seringlah melihat kamus.

6 . (Asmaaul khomsah )/ Isim-isim yang lima.
adalah lima macam isim yang bentuk dan perubahannya sama, yaitu:

1.      - - = Bapakmu

2.      - - = Saudaramu

3.      - - = Iparmu

4.      - - = Mulutmu

5.      - - =Yang memiliki harta.

7. (Isim yang tidak bisa menerima tanwin)

: adalah setiap isim yang mempunyai dua illat dari illat yang sembilan atau satu illat yang menempati di tempatnya dua illat. Illat yang sembilan yaitu :

( , , , , , , , , )

isim yang mempunyai satu illat yang menempati ditempatnya dua illat:

 

 

 

 


isim yang punya dua illat dari illat yang sembilan:

 

 

 

 

 

 

8. (yang ahir nya tidak bertemu dengan sesuatu apapun) : adalah fil mudhorik yang ahirnya tidak bertemu dengan sesuatu apapun,yakni tidak bertemu dengan domir tasniah,domir wau jama', dan domir muannas mukhotobah. Misal: 9. (af'alul homsah / fi'il yang lima)

Adalah fi'il mudhorik yang ahir nya bertemu dengan dhomir alif tasniah, wau jama' atau ya' mannas muhotobah .

Misal :

Hukum Irab ( )ini adalah menghilangkan huruf Nun nya apabila Ia Mnshub atau Majzum, contohnya dihilangkan Nun pada kata karena manshub dengan huruf nashb. Atau majzum karena dimasuki oleh huruf jazm seperti contoh di bawah ini .

 

Pengertian I'rob ()


I'rob
adalah perubahan akhir kata karena perbedaan 'amil yang masuk pada kata tersebut, baik secara lafadz (jelas) atau muqoddaroh (tersembunyi).

         perubahan
Maksudnya adalah perubahan dari dhommah ke fathah, dari fathah ke kasroh, dari dhommah ke sukun, dst.

         akhir kata
I'rob hanya membahas akhir kata saja, tidak di depan dan tidak di tengah kata.

         karena perbedaan 'amil yang masuk ke dalam kalimat.
Perbedaan 'amil akan mengakibatkan perbedaan kedudukan suatu kata di dalam kalimat. Jadi perubahan akhir kata disebabkan oleh kedudukannya (sebagai subjek, objek, dst) yang berbeda-beda di dalam kalimat.

         secara lafadz
Tanda akhir katanya jelas, terlihat, dan terbaca, seperti dhommah, fathah, kasroh.

         atau muqoddaroh.
Tanda akhir katanya tidak terlihat dan tidak terbaca, dan ini dialami oleh kata-kata yang berakhiran huruf 'illah (huruf berpenyakit). Huruf-huruf 'illah ada 3 : alif (
/ ), ya (), dan wawu ().

►Contoh I'rob

         Kalimat = Zaid telah datang.

Kata (Zaidun) berakhiran dhommah.
Karena 'amil dari kalimat ini (yaitu = telah datang) menyebabkan kedudukan Zaid menjadi fail / subjek. Secara kaidah , bahwa fa'il / subjek ber-i'rob rofa', dan tanda rofa' adalah dhommah karna lafad isim mufrod.

         Kalimat ) = Saya melihat Zaid.Kata (Zaidan) berakhiran fathah.
Karena 'amil dari kalimat ini (yaitu = saya melihat) menyebabkan kedudukan Zaid menjadi objek . Secara kaidah , bahwa maf'ul /objek ber-i'rob nashob, dan tanda nashob adalah fathah karna lafad isim mufrod

         Kalimat = Saya berpapasan dengan Zaid.

Kata (Zaidin) berakhiran kasroh.
Karena 'amil dari kalimat ini adalah huruf jarr (yaitu : = dengan), dan setiap kata benda yang didahului oleh huruf jarr maka i'robnya adalah jarr (khofadh), dan tandanya adalah dengan kasroh karna lafad isim mufrod.

Kata "Zaid" () pada ketiga kalimat di atas mengalami perubahan di akhir katanya secara lafadz (jelas terlihat dhommah, fathah, dan kasrohnya). Jika kata "Zaid" () diganti dengan "Musa" (), maka perubahannya tidak secara lafadz, tetapi secara muqoddaroh, karena kata mengandung huruf 'illah di akhirnya , yaitu alif (). Maka kalimatnya akan menjadi: , , sebenarnya kata () pada ketiga kalimat ini mengalami perubahan (dhommah, fathah, dan kasroh) seperti yang dialami oleh kata "Zaid" , akan tetapi perubahannya secara muqoddaroh (tersembunyi).

Macam-macam I'rob

  1. Rofa' ()Tanda aslinya adalah dhommah
  2. Nashob () Tanda aslinya adalah fathah
  3. Jar () atau Khofad (), .Tanda aslinya adalah kasroh
  4. Jazm ()Tanda aslinya adalah suku .

Tanda-tanda I'rob Rora' .

 

 

 

 

 

Tanda-tanda I'rob Nasob

 

 

 

 

 

 

Tanda-tanda I'rab Jar

 

 

 

 

Tanda-tanda I'rob Jazm

 

 

 

 

 

Isim-isim yang yang dibaca rofa

Isim di baca rofa' dalam 7 keadaan:

  1. ()Fail
  2. ( ) Naibul Fail
  3. () Mubtada
  4. () Khobar Mubtada
  5. ( ) Isim kaana dan saudara-saudaranya
  6. ( ) Khobar Inna dan saudara-saudaranya
  7. ( ) Isim yang ikut pada isim yang di baca rofa'

 

Penjelasan isim-isim yang di baca rofa'

  1. Fail ()

Fail () Yaitu isim marfu yang terletak setelah fiil malum (setelah kata kerja aktif) dan menunjukkan pada orang atau sesuatu yang melakukan perbuatan atau yang mensifati perbuatan tersebut. Dengan kata lain, Fail = subjek.
Misal : = Siswa itu telah membaca surat.
Kata (= siswa) merupakan fail, karena terletak setelah kata kerja aktif (yaitu membaca), dan yang orang yang melakukan perbuatan (yang membaca adalah siswa), jadi siswa itu sebagai fail/ subjek.

2. Naibul Fail ( )

Naibul Fail ( ) Yaitu isim marfu yang terletak setelah fiil mabni majhul (setelah kata kerja pasif) dan menempati kedudukan fail setelah dihapusnya fail tersebut. Apabila Fi'ilnya berupa fi'il madhi maka huruf pertama harus di dhommahkan dan huruf sebelum ahir dikasrohkan. Dan apabila fi'ilnya berupa fi'il mudhori' maka huruf pertama di dhommahkan dan hruf sebelum ahir difathahkan.
Misal : = Surat itu telah dibaca.
Kata (= surat) merupakan naibul fail, karena terletak setelah kata kerja pasif (yaitu dibaca)

 

3. Mubtada ()

Mubtada ()Yaitu : isim yang di baca rofa'yang berada di awal kalimat dan sepi dari a'mmil lafdzi
Misal : = Buku itu baru
Kata (= buku) merupakan mubtada, karena terletak di awal kalimat.

4. Khobar Mubtada ()

Khobar Mubtada ()Yaitu: isim yang di rofa'kan yang di sandarkan pada mubtada' sebagai penyempurna makna mubtada.
Pada kalimat di atas, kata (= baru) merupakan khobar, karena menyempurnakan makna mubtada

5. Isim kaana ( ) dan saudara-saudaranya

dan saudara-saudaranya ialah beramal merofa'kan mubtada' dan menasobkan khobar( , ) adapun saudaranya kana ada 12 yaitu: : (, , , , , , , , , , , , )
Misal : = Buku itu baru.
Kata (= buku) merupakan isim yang harus di rofa'kan karna menjadi isimnya kaana ,danrofa'nya menggunakan dhommah karna dalah isim mufrod .sedangkan lafad '' '' adlah khobarnya kaana, karna '' '' isim mufrod maka I'robnya menggunakan fathah.

6. Khobar Inna ( ) dan saudara-saudaranya

dan saudara-saudaranya beramal menasobkan mubtada' dan merofa'kan khobarnya ( )adapun saudara saudarnya ada 6 Yaitu ( )Misal : =Sesungguhnya buku itu baru.
Kata dibaca nasob karna menjadi isimnya inna dan nasobnya menggunakan fathah karna lafadz adalah isim mfrod , sedangkan Kata (= baru) di baca rofa' karna menjadi khobarnya innna , dan rofa'nya menggunakan dommah karna adalah isim mufrod.

7. Isim yang ikut pada isim yang di baca rofa'( )

Selain keadaan-keadaan di atas, ada satu keadaan yang dapat menyebabkan suatu isim menjadi marfu, atau manshub, atau majrur, tergantung kata sebelumnya, jika kata sebelumnya marfu maka isim tersebut menjadi marfu, jika manshub maka manshub, dan jika majrur maka majrur. Keadaan tersebut dinamakan Taabi ().
Isim yang ikut / Taabi () ini dibagi menjadi empat jenis, yaitu naat (), athof (), taukid (), dan badal ().

  • (sifat) isim yang ikut pada isim yang di sifati dalam rofa', nasob, jar,juga dalam ma'rifat dan nakirohnya seperti lafadz :

= Telah datang seorang lelaki yang mulia
= Saya melihat seorang lelaki yang mulia
= Saya berjalan bertemu dengan seorang lelaki yang mulia.

  • ( kata sambung) huruf atof itu ada sepuluh yaitu:

(1) (2) (3) (4) (5)

(6) (7) (8) (9) (10)

Bila huruf atof di buat mengatofkan pada lafadz yang di rofa'kan maka harus di baca rofa'. Contoh: ,lafadz di baca rofa' karma atof pada lafad yang di rofa'kan sebab menjadi fa'il dari lafadz . bila huruf atof di gunakan pada lafadz yang di nasobkan maka harus di nasobkan.

contoh: lafadz di nasobkan karna atof pada lafad yang di baca nasob sebab menjadi maf'ul bih dari ladad . Bila di buat mengatofkan pada lafadz yang di jarkan maka harus di jarkan

contoh: lafdz di jarkan karna atof pada lafad yang di baca jar sebab kemasukan huruf jar.bila di buat mengatofkan pada fiil yang di jazamkan maka fiil tu harus di jazamkan contoh lfadz di jazamkan arna atof pada lafadz yang di jazamkan. Contoh:

  • taukit harus mengikuti pada lafad yang di taukiti dalam segi rofa' nasob jar dan ma'rifatnya contoh: .

itu ada dua macam yaitu : 1. (lafdzi) 2. (ma'nawi) .

1.      taukit lafdzi ( ) adalah taukit yang di buat dengan mengulangi muakkad () contoh: ,

2.      taukit ma'nawi (. ) adalah : taukit yang di buat dengan mengikutkan lafadz ; ) () ()) dan sesamanya.contoh :

  • (badal) adalah lafadz yang mengikuti pada lafad lain, yang menjadi sasaran hukum, dengan tanpa perantaraan antara lafadz tersebut dengan lafadz yang ikut ., bila isim di jadikan badal dari isim ,atau fi'il dari fi'il maka hendak lah di ikutkan pada semua I'robnya.

Badal itu ada 4 (empat) macam:

  • yaitu lafadz yang menjadi badal adalah haqiqot dari lafad yang di badali cintoh: .
  • yaitu lafadz yang menjadi badal adalah sebgian dari lafadz yang di badali contoh:
  • yaitu : dimana antara badal dan lafadz yang di badali ada persambungan tapi bukan sebagian atau keseluruhan .contoh:
  • adalah badal yang di sebut karna salh mengucapkan mubdal () contoh:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Isim-isim yang di baca nasob

 

Isim yang di baca nasob dalam lima belas (15) keadaan

 


1)                  Maful Bih ( )

2)                  Maful Muthlaq ( )

3)                  dorof zaman

4)                  dorom makan

5)                  Haal ()

6)                  Tamyiiz ()

7)                  Mustatsna ()

8)                  isimnya La ()

9)                  Munada ()

10)              Khobar Kaana ( )

11)              Isim Inna ( )

12)              maful duanya donna()

13)              Maful Maah ( )

14)              Maful Li ajlih ( )

15)              Taabi ()

 


Penjelasan isim-isim yang dibaca nasob

1.      Maful Bih ( )
Yaitu isim manshub yang menunjukkan pada orang atau sesuatu yang dikenai suatu perbuatan. Dengan kata lain, maful bih = objek.
Misal : = saya telah memukul zaid.
Kata merupakan maful bih, karena yangdi pukul adalah zaid, jadi zaid itu sebagai objek (maful bih).

2.      Maful Muthlaq ( )
Yaitu isim manshub yang merupakan isim mashdar yang disebutkan untuk menekankan perbuatan, atau menjelaskan jenis atau bilangannya.
Misal : = Saya benar-benar menghafal pelajaran.
Kata (penghafalan) merupakan maful muthlaq, karena merupakan isim masdar yang berfungsi untuk menekankan perbuatan, bermakna benar-benar menghafal

3.      isim (menunjukkan waktu) yang di nasobkan dengan mengirangirakn ma'nanya "" (di dalam) contoh : , , , ,

4.      isim (menunjukkan tempat) yang di nasobkan dengan mengirangirakan ma'nanya "" contoh: , , , , , ,

5.      Haal ()
Yaitu isim nakiroh lagi manshub yang menjelaskan tingkah atau keadaan yang masih belum jelas (merupakan jawaban dari bagaimana terjadinya perbuatan tersebut)
Misal : = Anak itu datang dalam keadaan menangis.
Kata (=menangis) merupakan haal, karena menjelaskan keadaan subjek.

6.      Tamyiiz ()
Yaitu isim nakiroh lagi mansub yang disebutkan untuk menjelaskan ketidak jelasan dalam datz.
Misal : = Saya membeli dua puluh buku.
Kata (= buku) merupakan tamyiiz, karena buku tersebut menjelaskan dua puluh, jika tidak ada kata buku, maka kalimat menjadi tidak jelas, Saya membeli dua puluh.

7.      Mustatsna ()
Yaitu isim manshub yang terletak setelah salah satu diantara alat-alat istitsna untuk menyelisihi hukum sebelumnya. Dengan kata lain, mustatsna = adalah pengecualia.Huruf (pengecualian) itu ada 8 (delapan) yaitu: " " .

dengan " itu di nasobkan apabila ada di kalam tam mujab ( ) contoh ; . apabila ada di kalam tam manfi ( ) maka boleh mengikuti sebagai badal ,dan boleh nasob jadi contoh ; . Apabila ada di kalam naqis( ) maka nya mengikuti 'amil yang sebelumnya contoh; .

dengan itu harus di jarkan selamanya (menjadi mudhof ilaih) contoh: sedangkan lafadz sebagai mana '' '' dalam I'robnya.

dengan itu boleh di baca nasob dan jar contoh; .

      8.            isimnya La )

Amalnya La sama dengan Inna () yaitu menashobkan pada isimnya dan merofa'kan pada khobarnya. Tetapi La () khusus menashobkan isim nakiroh dengan tampa memakai tanwin : dengan syarat La() bertemu atau besambung dengan isim nakiroh, dan () tersebut tidak di ulang-ulangi misal .

      9.            munada' ()

munada ()Yaitu isim yang terletak setelah salah satu diantara alat-alat nida (kata panggil). Munada itu ada 5, yaitu:

   Munada mufrodz alam( ) Misal:

   Munada Nakiroh maqsud ( ) Misal:

   Munada Nakiroh ghoiru maqsud ( ) Misal:

   Munada mudof () Misal :

   Munada serupa mudof ( ) Misal:

Munada (mufrodz alam) dan (munada nakiroh maqsudah) di mabnikan dommah tanpa tanwin contoh : ,adapun yang tiga dibaca nasob seperti: , ,

    10            Khobar kanna( ) sudah di jelaskan di atas hal

    11            Isim Inna ( ) sudah di jelaskan di atas hal

    12            maful duanya donna()

sebagian amil yang merusak mubtada' dan khobar adalah () dan saudara-saudaranya . adapun pengamalan nya () adalah menasobkan mubtadak' dan khobarnya yang menjadi maf'ul duanya setelah menyebut fa'iilnya.( )adapun saudara-saudaranya () ialah( ) contoh: "

    13            Maf'ul ma'ah( )

adlah isim yang di baca nasob yang di sebut karna untuk menjelaskan sesuatu yang menyertai terlaksananya perbuatan tersebut

Misal : = seorang pemimpin datang beserta pasukannya
Kata (=pasukan) merupakan maful maah, karena didahului oleh huruf wawu maiyah, yang bermakna beserta/ kebersamaan.

 

    14            Maf'ul liajlih ( )

adlah isim yang di nasobkan yang di sebut karna untuk menerangkan sebab terjadinya pekerjaan .

Misal : = Ali hadir karena memuliakan Muhammad.
Kata (penghormatan) merupakan maful liajlih, karena menjelaskan sebab Ali hadir, yaitu karena memuliakan ( ) Muhammad.

    15            Taabi ().sudah di jelaskan di atas hal..

Isim-isim yang majrur (di jarkan)

Suatu isim menjadi majrur dalam 3 keadaan:

  1. Di dahului oleh huruf jar ( ) huruf jar ada ad 20 yg tekumpul dalam sebuah syair:

( ... )

( ... )

Misal : = Saya keluar dari rumah.
Kata (rumah )merupakan isim majrur, karena didahului oleh (min = dari) yang merupakan huruf jar.

  1. Mudhof Ilaih ( )
    Yaitu isim yang disandarkan ke isim sebelumnya .Isim yang di jarkan sebab idhofah ada 2 bagian yaitu ;

a)      Menira-ngirakan ma'nanya '''' (milik) Misal : " =budak zaid . Kata merupakan mudhof ilaih, karna di sandarkan pada (budak ) yang artinya budak milik zaid.

b)      Mengira-ngirakan maknanya'' '' (dari) Misal : = Saya membeli cincin besi.
Kata (= besi) merupakan mudhof ilaih, karena disandarkan kepada (= cincin) yang maknanya cincin yang terbuat dari besi.

  1. Isim yang ikut ( ) sudah di jelaskan di atas hal.

 

 

 

 

 

Kalimat yang di jazmkan

Fiil mudhorik yang di masuki huruf-jazem ( )

huruf jazm ada 2 macam ; 1. menjazemkan fiil satu, yaitu( ) Misal: 2.menjazemkan fiil dua(yang pertama di katakana fiil syarat dan yang kedua di katakan fiil jawab/ jazak) hurufnya ada 11 yaitu :

( ) Misal : .